Prabowo ke Kota Malang Hari Ini, Resmikan SMA Taruna Nusantara

Prabowo sebelumnya menginap di Ibu Kota Nusantara (IKN).

oleh Nanda Perdana PutraDiterbitkan 13 Januari 2026, 06:25 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan (Liputan6.com/Tira)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto akan bertolak ke Kota Malang, Jawa Timur, setelah bermalam di Ibu Kota Nusantara (IKN). Rencananya, Kepala Negara akan meresmikan Sekolah Menengah Atas Taruna Nusantara (SMA TN).

“Peresmian SMA TN. Kota Malang,” tutur Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya saat dikonfirmasi, Selasa (13/1/2026).

Presiden Prabowo Subianto memilih menginap di Ibu Kota Nusantara (IKN) usai melakukan rangkaian kunjungan kerja di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

 

Kunjungi Balikpapan dan IKN

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, Prabowo sebelumnya mengunjungi Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada pagi hari, kemudian melanjutkan agenda ke Balikpapan, Kalimantan Timur, sebelum akhirnya bermalam di IKN.

"Iya betul. Setelah tadi pagi dari Banjarbaru di Kalimantan Selatan dan siangnya di Balikpapan Kalimantan Timur, lalu menginap di IKN," ujar Teddy saat dikonfirmasi, Selasa (12/1/2026).

Teddy menyampaikan, Presiden dijadwalkan melakukan peninjauan singkat di kawasan IKN sebelum melanjutkan perjalanan dinas ke Jawa Timur.

 

Soroti Kinerja BUMN

Sebelumnya, dalam kunjungan kerjanya di Balikpapan, Presiden Prabowo menyoroti kinerja jajaran direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya terkait praktik pemberian tantiem atau bonus kepada direksi meski perusahaan mengalami kerugian.

"Direksi-direksi BUMN, saya katakan saja, tidak baik. Saya beri tugas kepada Kepala Danantara dan beberapa menteri-menteri yang bertanggung jawab untuk membersihkan semua BUMN. BUMN sangat banyak. Banyak yang rugi," kata Prabowo saat meresmikan megaproyek kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin (12/1/2026).

Menurut Prabowo, praktik meminta bonus di tengah kondisi perusahaan merugi merupakan tindakan yang tidak pantas.

"Sudah rugi, minta tantiem lagi. Enggak tahu malu. Dablek menurut saya," tegasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya