Analisis Potensi Federico Chiesa Balik ke Juventus, Antara Upgrade Level atau Transfer Mubazir

Juventus dikaitkan dengan Federico Chiesa pada Januari 2026. Kualitasnya tak diragukan, tetapi dengan komposisi skuad saat ini, apakah kepulangannya benar-benar

oleh Asad ArifinDiterbitkan 12 Januari 2026, 15:08 WIB
Selebrasi Federico Chiesa usai mencetak gol bagi Liverpool ke gawang Bournemouth di Anfield, Sabtu (16/08/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Ian Hodgson).

Liputan6.com, Jakarta - Penyerang Liverpool, Federico Chiesa masuk radar Juventus pada bursa transfer Januari 2026. Isu ini kepulangan sang mantan pemain langsung memantik perdebatan di kalangan tifosi dan pengamat Serie A.

Nama Chiesa memang tak asing bagi Bianconeri. Ia pernah menjadi pilar penting sebelum hijrah ke Liverpool dan merasakan gelar Liga Premier.

Kini, Chiesa datang dengan status berbeda. Ia lebih matang, lebih berpengalaman, dan relatif lebih stabil secara fisik.

Namun, Juventus juga sudah berubah dari banyak aspek termasuk tim pelatih dan materi pemain. Komposisi pemain saat ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah Chiesa solusi, atau justru pengeluaran yang tak perlu?


Kualitas Chiesa yang Tak Terbantahkan

Jaydee Canvot (Crystal Palace) berebut bola dengan Federico Chiesa (Liverpool) dalam laga putaran keempat Piala Liga Inggris di Anfield, 30 Oktober 2025. (AP Photo/Jon Super)

Secara individual, Chiesa adalah pemain dengan kualitas elit. Kecepatan, agresivitas, dan kemampuan duel satu lawan satu masih menjadi kekuatan utamanya.

Pengalamannya di Premier League menambah nilai. Meski bukan starter reguler di Liverpool, Chiesa tetap dianggap sebagai salah satu pemain penting di dalam skuad.

Selain itu, hubungannya dengan Luciano Spalletti menjadi faktor penting. Keduanya pernah bekerja sama di tim nasional Italia, dan Spalletti dikabarkan ingin menghidupkan kembali kolaborasi tersebut di Juventus.

Chiesa juga disebut terbuka untuk kembali ke Turin. Negosiasi peminjaman dengan Liverpool hingga akhir musim pun mulai dijajaki.


Risiko Transfer Mubazir di Tengah Skuad yang Padat

Pemain Genoa, Morten Frendrup (kiri) dan Koni De Winter (kanan) berusaha menghentikan pergerakan dari pemain Juventus, Federico Chiesa (tengah) pada laga lanjutan Liga Italia 2023/2024 di Stadion Luigi Ferraris, Genoa, Italia, Sabtu (16/12/2023) dini hari WIB. Jersey ketiga dari klub berjuluk Il Grifone tersebut didominasi dengan warna emas dengan beberapa corak merah dan biru di bagian leher dan lengannya. (AFP/Marco Bertorello)

Meski demikian, tidak semua pihak sepakat dengan rencana tersebut. Alessandro Matri secara terbuka menyuarakan keraguannya. Ia mengatakan melalui Tuttojuve:

“Tidak, tidak. Tidak, karena menurut saya, posisi itu sudah diisi oleh pemain yang terlalu penting bagi Juventus. Jadi, merekrut Chiesa untuk menjadi pengganti Yildiz sepertinya sia-sia," ucap Matri pada Tuttojuve.

“Saya akan berinvestasi untuk mengisi posisi lain di lapangan. Dia jelas pemain berkualitas tinggi, dan saya pikir McKennie dalam perannya, lebih dari Chiesa, membawa keseimbangan yang jauh lebih baik bagi tim ini," kata mantan pemain Juventus itu.

Pendapat Matri menyoroti inti persoalan. Juventus sudah memiliki Kenan Yildiz sebagai opsi utama, sementara keseimbangan tim justru lebih terjaga dengan peran pemain seperti Weston McKennie.

Sumber: Tuttojuve

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya