Liputan6.com, Jakarta - Jeep menunjukkan keseriusannya menyongsong era elektrifikasi dengan tampil penuh ambisi di Brussels Auto Show 2026. Merek asal Amerika Serikat ini membawa sederet model terbaru yang memadukan teknologi tinggi, elektrifikasi, serta kemampuan off-road khas yang selama ini menjadi DNA Jeep.
Dalam pameran otomotif bergengsi yang digelar di Belgia tersebut, Jeep tidak hanya memamerkan model yang sudah dikenal publik, tetapi juga memperkenalkan varian anyar sebagai bukti adaptasi mereka terhadap tren kendaraan listrik dan elektrifikasi menyeluruh.
Advertisement
Salah satu sorotan utama di booth Jeep adalah kehadiran Avenger Black Edition. Varian khusus dari SUV kompak Jeep Avenger ini tampil dengan nuansa serba hitam yang menegaskan karakter modern dan urban.
Avenger sendiri tercatat telah meraih lebih dari 235.000 unit penjualan di pasar Eropa sejak pertama kali diluncurkan.
Dilansir Arenaev, Avenger Black Edition diposisikan sebagai SUV perkotaan yang tetap mempertahankan karakter petualang Jeep.
Pabrikan mengklaim model ini tetap mumpuni melibas berbagai kondisi jalan berkat sejumlah mode berkendara serta teknologi bantuan saat melintasi turunan.
Tak berhenti di situ, Jeep juga memperkenalkan Compass e-Hybrid Plug-In dan Compass 4xe.
Keduanya mengombinasikan motor listrik dengan mesin konvensional untuk menghadirkan keseimbangan antara performa, efisiensi bahan bakar, dan kemampuan off-road.
Varian plug-in hybrid ini ditujukan bagi konsumen yang menginginkan fleksibilitas berkendara menggunakan tenaga listrik saat di dalam kota, namun tetap memiliki jarak tempuh panjang dan ketangguhan untuk kebutuhan petualangan di luar kota.
Namun, model yang paling mencuri perhatian pengunjung Brussels Auto Show 2026 adalah Wagoneer S.
SUV listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) pertama dari Jeep ini dirancang untuk menyasar segmen premium.
Mampu Saingi Mobil Sport
Wagoneer S dibekali dua motor listrik yang menggerakkan keempat roda dengan total tenaga sekitar 600 hp.
Berkat konfigurasi tersebut, SUV listrik ini mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam waktu sekitar 3,5 detik, performa yang bahkan mampu menyaingi sejumlah mobil sport.
Dari sisi kepraktisan, Jeep juga menanamkan teknologi pengisian cepat yang memungkinkan baterai terisi dari 20 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 23 menit.
Fitur ini menegaskan fokus Jeep dalam menghadirkan kendaraan listrik yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga mudah digunakan dalam ekosistem mobilitas modern.
Melalui jajaran produk yang ditampilkan di Brussels Auto Show 2026, Jeep menegaskan arah baru mereka menuju elektrifikasi tanpa meninggalkan identitas sebagai SUV tangguh yang siap diajak berpetualang di berbagai medan.