Kemenkes Tanggulangi Lonjakan Penyakit Pascabencana Banjir Aceh Tamiang

Pascabanjir yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang menimbulkan lonjakan kasus kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA), diare, serta infeksi kulit, di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak.

oleh Meila Alfauzi SukmawanDiterbitkan 13 Januari 2026, 14:00 WIB
Menkes Budi Minta Harga Khusus untuk Tiket Pesawat Relawan Kesehatan yang Hendak Bantu Warga Aceh. Foto: Kemenkes RI.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memusatkan perhatian pada permasalahan kesehatan yang menghantam wilayah Aceh Tamiang, khususnya Desa Sekumur, Kecamatan Sekerek yang terjadi akibat dampak bencana banjir.

Dokter relawan Tim Tenaga Cadangan Kesehatan (TKC) Kementerian Kesehatan, dr. Yulia Dewi Irawati dalam keterangannya di Jakarta, Senin 12 Januari 2026 menjelaskan, kondisi meningkatnya kasus penyakit pascabanjir diperparah oleh kondisi sanitasi lingkungan  yang belum pulih sepenuhnya, serta kondisi pengungsian yang padat, yang secara langsung berkontribusi meningkatnya kasus penyakit.

Yulia menegaskan, pihaknya memberikan perhatian khusus pada kasus-kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), diare, dan infeksi kulit menjadi kasus yang paling sering dijumpai pascabanjir di Desa Sekumur, Sekerak, Aceh Tamiang.

"Selain penyakit infeksi, kami juga memberi perhatian khusus pada kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, penyandang disabilitas, ODGJ, serta pasien penyakit tidak menular yang membutuhkan keberlanjutan pengobatan," ujar Yulia, melansir Antara, Selasa (13/1/2026).

Tim relawan memastikan pasien yang tidak memiliki riwayat penyakit menular seperti hipertensi, janntung, stroke, dan asma tetap mendapatkan pengobatan agar tidak terjadi perburukan kondisi kesehatan di tengah situasi darurat.

Layanan Relawan Kemenkes untuk Menekan Angka Penyebaran Penyakit

RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Mulai Buka Layanan Poliklinik Darurat usai Dilanda Banjir Bandang. Foto: Kemenkes RI.

Selain dari pelayanan medis,relawan juga memberikan edukasi kepada masyarakat terdampak terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemantauan sanitasi lingkungan, serta upaya pencegahan kesehatan jiwa yang berpotensi muncul akibat kondisi pascabencana.

Langkah-langkah ini menjadi bagian upaya Kemenkes untuk menekan angka penyebaran penyakit serta menguatkan ketahanan masyarakat terhadap ancaman masalah kesehatan di wilayah terdampak banjir.

Diketahui banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, khususnya Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, berdampak serius terhadap layanan kesehatan masyarakat.

Fasilitas kesehatan tingkat desa dilaporkan belum dapat beroperasi secara normal, dikarenakan rusaknya bangunan dan hilangnya alat-alat kesehatan.

"Ruangan pelayanan belum bisa digunakan sepenuhnya, alat-alat kesehatan banyak yang hanyut, termasuk tempat tidur pasien, oksigen, dan infus. Kami sangat berharap ada perhatian agar pelayanan kesehatan bisa kembali berjalan," ungkap Bidan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Sekumur, Siti Aisyah.

Upaya Penanganan dan Pemulihan Sistem Layanan

Dalam catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang mengakibatkan kerusakan sebanyak 2.800 unit rumah, 127 fasilitas umum, 62 gedung atau kantor, 54 fasilitas pendidikan, 40 fasilitas kesehatan, 33 rumah ibadah, dan dua jembatan. Tampak dalam foto, warga beristirahat sambil mencari sisa-sisa rumah mereka yang terkubur di bawah tumpukan pohon tumbang yang disapu banjir bandang, di desa Lintang Baru di Aceh Tamiang, Sumatera Utara, pada Kamis 11 Desember 2025. (Aditya Aji/AFP)

Kemenkes mengirimkan Tim Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Batch II untuk memperkuat upaya penanganan krisis kesehatan di wilayah terdampak, termasuk desa-desa dengan akses terbatas.

Tidak hanya beroperasi di posko kesehatan, tim relawan ini menjangkau warga yang kesulitan mengakses layanan medis karena keterbatasan transportasi dan kondisi geografis pascabanjir. Serta berkoordinasi dengan tenaga kesehatan setempat untuk mendukung pemulihan layanan kesehatan dasar.

Kemenkes memastikan setiap penanganan krisis kesehatan pasca bencana dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, sehingga diharapkan fasilitas kesehatan kembali pulih agar masyarakat dapat memperoleh layanan medis secara optimal.

Infografis Penanganan Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Sumbar. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya