Manchester United Kandas di Piala FA: Hampa Gelar dan Cuma Punya Target Minimalis

Manchester United cuma punya satu misi di sisa 2025/2026.

oleh Dimas Satria NugrohoDiterbitkan 12 Januari 2026, 20:00 WIB
Man Utd vs Brighton: Selebrasi Danny Welbeck bersama rekan setimnya usai mencetak gol ke gawang Manchester United di Piala FA (AP Photo/Jon Super).

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United kembali dibuat frustrasi oleh masa lalunya. Danny Welbeck, mantan anak asuh Old Trafford, lagi-lagi jadi mimpi buruk saat Brighton menyingkirkan Setan Merah dari Piala FA.

Bermain di Theatre of Dreams pada Minggu (11/1/2026), The Seagulls tampil tanpa gentar dan menjadi tim ketiga dalam 43 tahun terakhir yang memulangkan Manchester United di babak ketiga kompetisi sepak bola tertua dunia tersebut.

Welbeck berperan besar sejak awal laga, mengacak-acak pertahanan tuan rumah dengan pergerakan dan umpan-umpannya. Ia terlibat langsung dalam gol pembuka Brighton sebelum akhirnya mencetak gol sendiri lewat sepakan keras di babak kedua.

Kekalahan ini terasa makin pahit karena datang di tengah musim yang sudah berantakan, sekaligus membuat peluang Setan Merah meraih trofi resmi tertutup lebih cepat dari ekspektasi awal.


Awal Menjanjikan yang Berujung Petaka

Pemain MU, Bruno Fernandes, frustrasi setelah timnya disingkirkan Brighton & Hove Albion pada lanjutan Piala FA 2025/2026, Minggu (11/1/2026) malam WIB. (PETER POWELL / AFP)

Manchester United sebenarnya memulai laga dengan tempo tinggi. Peluang emas langsung hadir, tetapi Diogo Dalot gagal memaksimalkannya saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Momen itu seperti jadi titik balik. Brighton justru mencuri gol di menit ke-11 lewat situasi yang melibatkan Welbeck.

Umpan silangnya berujung kemelut, Lisandro Martinez memang sempat menghalau, namun Brajan Gruda sigap menyambar bola rebound. Brighton nyaris menggandakan keunggulan ketika Welbeck kembali lolos, sebelum akhirnya gol kedua benar-benar tercipta.

Memanfaatkan kelengahan Leny Yoro dan Patrick Dorgu, Welbeck menempatkan bola ke sudut atas gawang, mencatatkan gol kedelapannya ke gawang mantan klub yang seolah tak pernah lepas dari bayangannya.


Kartu Merah Buat Harapan Sirna?

Shea Lacey dari Manchester United bereaksi selama pertandingan putaran ketiga Piala FA antara Manchester United dan Brighton di Manchester, Inggris, Minggu, 11 Januari 2026. (AP Photo/Jon Super)

Di penghujung laga, Setan Merah sempat melihat secercah harapan. Benjamin Sesko menyundul bola hasil sepak pojok Bruno Fernandes pada menit ke-85 dan membuat stadion bergemuruh. Momentum mulai berpihak pada tuan rumah, Brighton terlihat tertekan, dan Man United bersiap mengejar gol penyeimbang. Namun semuanya runtuh hanya dalam hitungan menit.

Shea Lacey, yang tampil cukup berani, kehilangan kendali emosi dan mendapat dua kartu kuning beruntun usai melempar bola ke tanah dengan marah. Kartu merah itu langsung mematikan ritme permainan mereka. Dengan sepuluh pemain, Setan Merah tak lagi mampu menciptakan peluang berarti dan harus menerima kenyataan tersingkir dari kompetisi piala lainnya.


Audisi Fletcher Berakhir Pahit

Pelatih interim Manchester United asal Skotlandia, Darren Fletcher, memberi isyarat di pinggir lapangan selama pertandingan putaran ketiga Piala FA Inggris antara Manchester United dan Brighton and Hove Albion di Stadion Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris, pada 11 Januari 2026. (PETER POWELL/AFP)

Kekalahan ini juga berdampak besar di pinggir lapangan. Darren Fletcher, yang menjalani laga ini sebagai bagian dari audisi tak resmi menuju posisi manajer interim, gagal memberi kesan positif. Keputusannya mencoret beberapa pemain dan menarik Kobbie Mainoo, yang justru tampil cemerlang, menuai tanda tanya.

Meski Mainoo menunjukkan apa yang selama ini hilang dari lini tengah Man United, Fletcher tak mampu menjaga konsistensi tim hingga akhir. Brighton yang melakukan banyak perubahan justru terlihat lebih rapi dan efektif.

Dengan tersingkirnya Setan Merah dari Piala FA, peluang Fletcher untuk memegang jabatan lebih lama disebut sangat kecil. Kini, seluruh musim Setan Merah seolah dipertaruhkan pada satu misi tersisa, yaitu mengejar tiket ke kompetisi Eropa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya