Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Senin, (12/1/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya awal pekan ini?
Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik 0,13% tetapi disertai dengan aksi jual saham oleh investor asing Rp 59 miliar pada Jumat, 9 Januari 2026. Saham-saham yang paling banyak dijual asing adalah saham BUMI, BMRI, AMMN, BBNI dan BRIS.
Advertisement
“IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini jika kuat bertahan di level support 8.900,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.900-8.920 dan level resistance 8.950-9.000 pada perdagangan saham Senin pekan ini.
Sementara itu, dalam riset PT Samuel Sekuritas menyebutkan, IHSG akan bergerak menguat dipicu sentimen positif pasar saham Amerika Serikat (AS) dan regional. Pada Senin pagi ini, indeks Kospi tercatat naik 1,12%.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
- KPIG Spec Buy dengan area beli di 218-224, cutloss di bawah 214. Target dekat di 230-240.
- BULL Spec Buy dengan area beli di 600-615, cutloss di bawah 585. Target dekat di 635-670.
- PANI Buy on Weakness dengan area beli di 11150-11400, cutloss di bawah 11100. Target dekat di 11600-11800.
- NCKL Spec Buy dengan area beli di 1260-1300, cutloss di bawah 1250. Target dekat di 1330-1370.
- MDKA Spec Buy dengan area beli di 2660-2680, cutloss di bawah 2640. Target dekat di 2770-2820.
- INCO Spec Buy dengan area beli di 6225-6300, cutloss di bawah 6150. Target dekat di 6450-6700.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Penutupan IHSG pada 9 Januari 2026
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada perdagangan saham Jumat, (9/1/2026). IHSG hari ini menguat terbatas di tengah kenaikan sektor saham siklikal dan transaksi harian saham sentuh Rp 27,5 triliun.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,13% ke posisi 8.936,75. Indeks saham LQ45 menguat 0,05% ke posisi 868,02. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.
Pada perdagangan Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.981,02 dan level terendah 8.908,17. Sebanyak 359 saham menguat sehingga angkat IHSG. 318 saham melemah dan 137 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 3.468.511 kali dengan volume perdagangan 57 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 27,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.816.
Sektor Saham
Dari 11 sektor saham, tiga sektor saham melemah. Sektor saham infrastruktur merosot 1,08%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham keuangan turun 1,07%, dan sektor saham teknologi merosot 0,43%.
Sektor saham consumer siklikal melambung 3,3%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham properti menguat 2,39% dan sektor saham basic naik 2,38%. Lalu sektor saham energi mendaki 0,99%, sektor saham industri menanjak 0,12%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 0,29%. Lalu sektor kesehatan menanjak 1,31% dan sektor saham transportasi bertambah 0,67%.
Harga saham BSDE ditutup naik 4,4% ke posisi Rp 950 per saham. Harga saham BSDE dibuka menguat lima poin ke posisi Rp 915 per saham. Saham BSDE berada di level tertinggi Rp 950 dan level terendah Rp 910 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.214 kali dengan volume perdagangan 181.821 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 17 miliar.
Harga saham SMBR melonjak 5,44% ke posisi Rp 310 per saham. Harga saham SMBR dibuka stagnan di posisi Rp 294 per saham. Saham SMBR berada di level tertinggi Rp 312 dan level terendah Rp 290 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.628 kali dengan volume perdagangan 313.264 saham. Nilai transaksi Rp 9,5 miliar.
Harga saham INDF melemah 0,38% ke posisi Rp 6.600 per saham. Saham INDF dibuka stagnan di posisi Rp 6.625 per saham. Saham INDF berada di level tertinggi Rp 6.700 dan terendah Rp 6.575 per saham. Total frekuensi perdagangan 7.370 kali dengan volume perdagangan 140.927 saham. Nilai transaksi Rp 93,3 miliar.