Liputan6.com, Jakarta - Komisaris PT Ultrajaya Milk Industri & Trading Company Tbk (ULTJ) Suhendra Prawirawidjaja membeli saham ULTJ secara bertahap pada 6-7 Januari 2026. Harga pembelian saham ULTJ itu di kisaran Rp 1.425-Rp 1.440 per saham.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu, (11/1/2026), Komisaris ULTJ Suhendra Prawirawidjaja membeli saham ULTJ sebanyak 5,22 juta saham dengan transaksi pembelian sebanyak tujuh kali. Nilai transaksi tersebut sekitar Rp 10,93 miliar.
Advertisement
Setelah transaksi pembelian saham tersebut, Suhendra memiliki 134,21 juta saham atau setara 1,29%. Sebelumnya, ia memiliki 128,99 juta saham ULTJ atau setara 1,24%.
Suhendra juga sebelumnya membeli saham ULTJ sebanyak 2.391.800 dengan harga saham Rp 1.440 per saham pada 2 Januari 2026. Nilai transaksi itu Rp 3,44 miliar.
Selain itu, ia juga membeli saham ULTJ sebanyak 550.400 dengan harga Rp 1.440 per saham pada perdagangan 30 Desember 2025.
Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 9 Januari 2026, harga saham ULTJ merosot 0,34% ke posisi Rp 1.455 per saham. Harga saham ULTJ dibuka naik lima poin ke posisi Rp 1.465 per saham. Saham ULTJ berada di level tertinggi Rp 1.480 dan level terendah Rp 1.445 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.081 kali dengan nilai transaksi Rp 7,4 miliar.
Buyback Saham
Sebelumnya, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) akan melakukan buyback atau pembelian kembali saham di BEI.
Nilai buyback saham yang akan dilakukan Perseroan maksimal 10% dari jumlah modal disetor dengan nilai Rp 1,45 triliun. Perseroan akan memakai kas internal termasuk biaya pembelian kembali saham, komisi pedagang perantara serta biaya lain berkaitan dengan buyback.
Perseroan menyatakan aksi buyback ini dilakukan seiring kondisi pasar yang masih berfluktuasi mendorong Perseroan untuk melanjutkan buyback sebelumnya pada 23 Maret 2025-23 Juni 2025 yang belum terealisasi.
Adapun pelaksanaan buyback dilakukan untuk mendukung stabilitas pasar modal, meningkatkan nilai pemegang saham dan kinerja saham Perseroan sehingga akan memberikan fleksibilitas yang besar kepada Perseroan dalam mengelola modal. Hal ini untuk mencapai struktur permodalan yang lebih efisien serta menjaga kepercayaan pemangku kepentingan dalam usaha Perseroan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
Buyback hanya dapat dilakukan hingga tiga bulan setelah tanggal pemberitahuan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) tentang rencana buyback yakni pada 24 Juni. Sedangkan penyelenggaran buyback dilakukan bertahap pada 25 Juni 2025-25 September 2025.
"Perseroan berencana untuk menyimpan saham yang telah dibeli kembali untuk dikuasai sebagai saham treasury untuk jangka waktu tidak lebih dari tiga tahun, sebagaimana diatur dalam POJK 29/2023,” demikian seperti dikutip.
Harga Saham
PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk melakukan buyback saham sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 29 Tahun 2023 tentang pembelian kembali saham yang dikeluarkan oleh Perseroan terbuka (POJK 29/2023), peraturan OJK Nomor 13 Tahun 2023 tentang kebijakan dalam menjaga kinerja dan stabilitas pasar modal pada kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan (POJK 13/2023).
Selain itu, Surat OJK Nomor S-17/D.4/2025 tanggal 18 Maret 2025 mengenai kebijakan pelaksanaan pembelian kembali saham yang dikeluarkan Perseroan dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.
Pada penutupan perdagangan saham Rabu, 25 Juni 2025, harga saham ULTJ melonjak 3,46% ke posisi Rp 1.345 per saham. Harga saham ULTJ dibuka naik lima poin ke posisi Rp 1.305 per saham.
Saham ULTJ berada di level tertinggi Rp 1.350 dan level terendah Rp 1.295 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.374 kali dengan volume perdagangan 207.640 saham. Nilai transaksi Rp 27,7 miliar.