Liam Rosenior Yakin Chelsea Punya Potensi Ciptakan ‘Class of 92’ Versi Mereka

Liam Rosenior yakin Chelsea mampu membangun era kejayaan lewat skuad muda. Rosenior menilai pengalaman dan ambisi jadi kunci sukses proyek The Blues.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 10 Januari 2026, 17:29 WIB
Pelatih Strasbourg, Liam Rosenior, disebut menjadi kandidat terkuat calon manajer anyar Chelsea, menggantkan Enzo Maresca. (AFP/Frederick FLORIN)

Liputan6.com, Jakarta - Liam Rosenior meyakini Chelsea memiliki peluang besar untuk membangun era kejayaan baru melalui proyek pemain muda. Keyakinan itu ia sampaikan seiring ambisi klub membidik prestasi lewat fondasi jangka panjang.

Pelatih berusia 41 tahun tersebut bersiap menjalani laga pertamanya sebagai manajer Chelsea. Tantangan awal langsung hadir saat The Blues bertandang ke markas Charlton Athletic pada putaran ketiga Piala FA.

Chelsea tercatat sebagai tim dengan rata rata usia skuad termuda di Premier League musim ini. Kondisi itu sebelumnya sempat dipandang sebagai persoalan karena minimnya pengalaman di level tertinggi.

Namun Rosenior memiliki pandangan berbeda dengan merujuk pada sejarah Manchester United. Ia menilai keberanian memainkan pemain muda pernah menjadi kunci dominasi Setan Merah di era 1990-an.


Meniru Kesuksesan Generasi Emas Manchester United

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior. (Dok. Chelsea FC)

Rosenior memahami sorotan yang mengarah pada usia muda skuad Chelsea musim ini. Namun ia melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk membangun fondasi tim yang kuat dan berkelanjutan.

Rosenior mencontohkan bagaimana Manchester United membangun dominasi melalui kepercayaan pada pemain muda. Keputusan tersebut dinilainya lahir dari keyakinan penuh sang pelatih terhadap kualitas skuadnya.

“Saya ingat Sir Alex Ferguson cukup berani memasukkan enam atau tujuh pemain berusia antara 19 hingga 21 tahun ke dalam timnya, di tim yang menjadi juara, karena ia percaya kepada mereka," kata Rosenior.

"Apa yang kemudian terjadi adalah para pemain itu berkembang dan memenangkan trofi demi trofi. Itu merupakan periode yang luar biasa dalam sejarah klub tersebut. Tanpa keberanian seperti itu, semua itu tidak akan pernah terjadi.”


Potensi Chelsea dan Ambisi Jangka Panjang

Pelatih kepala Strasbourg asal Inggris, Liam Rosenior, memberi isyarat selama pertandingan L1 Prancis antara RC Strasbourg Alsace dan Stade Brestois 29 (Brest) di Stade de la Meinau di Strasbourg, Prancis timur, pada 30 November 2025. (SEBASTIEN BOZON/AFP)

Rosenior menegaskan Chelsea memiliki talenta muda dengan kualitas kelas dunia. Ia menyebut sejumlah pemain yang dinilainya mampu berkembang menjadi tulang punggung tim.

Meski demikian, Rosenior menekankan bahwa potensi tidak selalu berarti kepastian. Ia memilih bersikap realistis tanpa menurunkan ambisi klub.

“Ada potensi untuk itu di sini. Ada potensi, meski belum menjadi kenyataan. Potensi itu ada. Lihat Moisés Caicedo, Enzo Fernández, Cole Palmer, atau Reece James—pemain kelas dunia dan masih sangat, sangat muda," ujar Rosenior.

"Itulah ambisi tertinggi klub ini, untuk menciptakan hal seperti itu lagi. Bukan berarti saya mengatakan akan mewujudkannya dan itu pasti terjadi. Namun, saya tidak akan membatasi ambisi klub," kata Rosenior.


Pengalaman Tetap Menjadi Fondasi Proyek

Gol Wolverhampton dicetak oleh Matheus Cunha dan Jorgen Strand Larsen. Sementara gol Chelsea dipersembahkan Nicolas Jackson, Cole Palmer, Noni Madueke, dan Joao Felix. (Nick Potts/PA via AP)

Rosenior juga menepis anggapan bahwa skuad muda identik dengan minim pengalaman. Ia menilai Chelsea tetap memiliki pemain yang terbiasa meraih gelar.

Menurutnya, pengalaman tidak semata ditentukan oleh usia. Kepemimpinan dan mental juara menjadi faktor yang sama pentingnya.

“Anda harus memahami bahwa usia adalah satu hal. Ada juga faktor pengalaman di sini. Enzo telah menjuarai Piala Dunia dan merupakan pemimpin di dalam tim. Reece juga sudah memenangkan gelar dan banyak hal lainnya," ucap Rosenior.

"Saya memiliki pemain-pemain dengan pengalaman. Usia mereka mungkin masih muda, tetapi mereka punya pengalaman. Kelompok ini sudah merasakan kemenangan bersama, dan itulah yang ingin dimanfaatkan untuk melangkah ke depan serta membangun motivasi guna meraih lebih banyak prestasi di masa depan,” pungkasnya.


Persaingan Sengit di Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya