Christopher Nkunku dan Niclas Fullkrugg, Menanti Pembuktian Raja Gol Bundesliga di San Siro

Christopher Nkunku dan Niclas Fullkrug sama-sama eks top skor Bundesliga. AC Milan menanti kebangkitan dua penyerang ini di Serie A musim 2025/2026.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 08 Januari 2026, 22:04 WIB
AC Milan meraih kemenangan 3-0 atas Hellas Verona pada laga pekan ke-17 Serie A di San Siro, Minggu (28/12/2025) malam WIB. Dua dari tiga gol Milan disumbangkan Christopher Nkunku. (AFP/Piero CRUCIATTI)

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan memiliki dua nama dengan latar belakang spesial di lini depan: Christopher Nkunku dan Niclas Fullkrug. Keduanya pernah mencicipi status pencetak gol paling subur di Bundesliga. Kini, Rossoneri berharap kisah itu terulang di Serie A.

Nkunku dan Fullkrug datang ke Milan melalui jalur berbeda, tetapi membawa beban ekspektasi yang sama. Mereka direkrut untuk menjadi solusi gol, sesuatu yang masih menjadi pekerjaan rumah Milan dalam beberapa musim terakhir.

Namun, paruh awal musim 2025/2026 belum berjalan sesuai harapan. Dari empat setengah bulan kompetisi, kontribusi gol keduanya masih minim. Situasi ini memunculkan sorotan, terutama mengingat reputasi masa lalu mereka.

Milan tetap memberi ruang adaptasi. Klub memahami bahwa proses transisi dari Bundesliga ke Serie A tidak selalu instan, terutama bagi penyerang yang sangat bergantung pada sistem permainan.


Status Berbeda, Tekanan yang Sama

Niclas Fullkrug mulai bermain untuk Borussia Dortmund pada 2023. Namun, Fullkrug tak masuk dalam skema pelatih Dortmund Nuri Sahin pada musim ini. Pemain asal Jerman itu akhirnya dijual ke klub Premier League West Ham. West Ham mengeluarkan 27 juta euro untuk mendapatkan striker 31 tahun tersebut. (OZAN KOSE / AFP)

Seperti dilaporkan La Gazzetta dello Sport, Niclas Fullkrug datang dari West Ham dengan status pinjaman dan opsi pembelian. Artinya, masa depannya di Milan sangat ditentukan oleh performa. Ia dituntut segera memberi dampak nyata.

Christopher Nkunku berada di posisi yang lebih aman. Ia direkrut secara permanen dan menjadi investasi terbesar Milan pada bursa transfer musim panas 2025. Meski begitu, ia juga belum sepenuhnya meyakinkan manajemen.

Fakta menarik muncul dari catatan gol. Dalam periode awal musim ini, hanya tiga gol tercipta dari keduanya, dan semuanya disumbang oleh Nkunku. Fullkrug, sebagai striker murni, belum membuka rekening golnya.

Kondisi tersebut tentu menambah tekanan. Terlebih bagi Fullkrug, yang dikenal sebagai penyerang kotak penalti. Sementara Nkunku, yang bukan penyerang tengah alami, justru lebih cepat beradaptasi.


Bayang-Bayang Kejayaan di Jerman

Empat gol Dortmund dicetak Julian Brandt, Ian Maatsen, Niclas Fullkrug, dan Marcel Sabitzer. (Bernd Thissen/dpa via AP)

Nama Nkunku dan Fullkrug melejit berkat Bundesliga 2022/2023. Keduanya finis sebagai top skor dengan 16 gol. Fullkrug melakukannya bersama Werder Bremen, sementara Nkunku bersinar di RB Leipzig.

Prestasi itu membuka banyak pintu. Fullkrug mendapat panggilan ke tim nasional Jerman dan tampil di Piala Dunia. Nkunku mengukuhkan diri sebagai salah satu penyerang paling berbahaya di Eropa.

Namun, musim tersebut juga diwarnai masalah fisik. Fullkrug menutup kompetisi tanpa gol dalam tujuh laga terakhir akibat cedera. Nkunku pun bergelut dengan cedera ligamen dan hamstring.

Kini, Milan berharap pengalaman itu menjadi modal, bukan beban. Nkunku dan Fullkrug pernah membuktikan diri di Bundesliga. Tantangan berikutnya adalah menjawab ekspektasi dan menghidupkan kembali insting gol mereka di San Siro.

Sumber: SempreMilan

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya