Anak Usaha PPRE Kantongi Pinjaman Rp 1,3 Triliun dari BRI

Anak usaha PT PP Presisi Tbk (PPRE) menandatangani perjanjian fasilitas kredit dari BRI pada 7 Januari 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 09 Januari 2026, 06:30 WIB
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Jumat (22/9/2023). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Anak usaha PT PP Presisi Tbk (PPRE) yakni PT Lancarjaya Mandiri Abadi mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI).

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat (9/1/2026), PT Lancarjaya Mandiri telah meneken perjanjian fasilitas kredit dari BRI pada Rabu, 7 Januari 2026 senilai Rp 1,3 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan audit PT Lancarjaya Mandiri Abadi per 31 Desember 2024, nilai pinjaman PT Lancarjaya Mandiri pada BRI mencapai 65,7% dari ekuitas sehingga merupakan transaksi material sesuai POJJK 17/2020, yang mewajibkan PT Lancarjaya Mandiri Abadi dan perseroan melakukan keterbukaan informasi kepada publik, OJK serta pengungkapan dalam laporan tahunan.

Adapun dalam transaksi itu, perseroan mencatat sejumlah agunan yakni agunan pokok senilai Rp 1,45 triliun dan agunan tambahan yakni sebidang tanah atas nama PT Lancarjaya Mandiri sebesar Rp 10,51 miliar.

"Transaksi material ini memberikan kontribusi positif bagi PT Lancarjaya Mandiri dalam membantu pelaksanaan proyek-proyek yang sedang berjalan maupun yang akan didapatkan oleh PT Lancarjaya Mandiri,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Perseroan menyatakan, transaksi ini tidak menimbulkan dampak hukum dan pengaruh negatif terhadap keberlanjutan usaha PT Lancarjaya Mandiri Tbk dan atau PT PP Presisi Tbk.

Harga saham PPRE ditutup naik 5,99% ke posisi Rp 177 per saham. Harga saham PPRE dibuka naik satu poin ke posisi Rp 168 per saham. Harga saham PPRE berada di level tertinggi Rp 197 dan level terendah Rp 162 per saham. Total frekuensi perdagangan 21.042 kali dengan volume perdagangan 3.397.316 saham. Nilai transaksi Rp 60,5 miliar.

Kontrak Baru

Karyawan berjalan di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, PT PP Presisi Tbk (PPRE) mendapatkan tiga kontrak baru secara konsolidasi senilai Rp 1,2 triliun. Perseroan mendapatkan tiga kontrak baru yang mencakup proyek jasa pertambangan di Halmahera senilai Rp 602 miliar yang merupakan pekerjaan tambah atas proyek eksisting.

Hal ini mencerminkan kepercayaan berkelanjutan dari pemilik proyek terhadap PPRE. Selanjutnya proyek pembangunan jalan nasional Jantho – Keumala Seksi 3 di Aceh dengan nilai kontrak senilai Rp 252 miliar serta proyek coal processing plant & overland conveyor system di Kalimantan Timur dengan nilai kontrak senilai Rp 335 miliar yang dilaksanakan melalui anak usaha PPRE.

Direktur Utama PT PP Presisi Tbk, Rizki Dianugrah menuturkan, capaian kontrak ini menjadi penegasan atas konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat portofolio proyek di sektor pertambangan dan konstruksi.

 

Solusi Terintegrasi

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

"Perolehan tiga kontrak baru menjelang akhir tahun ini merupakan bukti kepercayaan pemilik proyek eksisting maupun owner baru terhadap PPRE. Capaian ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan jasa pertambangan dan konstruksi terkemuka di Indonesia. Dengan dukungan sumber daya yang mumpuni, armada alat berat, serta penerapan tata kelola K3 dan lingkungan yang berstandar tinggi, kami optimis dapat menyelesaikan proyek tepat waktu dengan kualitas yang ekselent," kata Rizki dikutip dari keterangan resmi di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (31/12/2025).

Melalui perolehan kontrak baru ini, ia menuturkan, PPRE semakin menegaskan perannya sebagai mitra strategis di sektor pertambangan dan konstruksi nasional.

"Ke depan, PPRE berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi terintegrasi yang profesional dan inovatif, tetap mengutamakan prinsip ESG guna mendukung pembangunan nasional berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Rizki.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya