Liputan6.com, Jakarta - Proses kelahiran bayi panda pertama yang dinamai Satrio Wiratama (Rio) di Taman Safari Bogor tidak mudah. Tim dokter hewan memantau ketat pergerakan induk panda Hu Chun selama 24 jam.
Tim dokter mulanya sempat tidak yakin Hu Chun bakal berhasil melahirkan bayi panda tersebut. "Keyakinannya bertambah bukan hari itu. Hari pertama nggak yakin, hari kedua yakin sedikit. Nggak ada jawaban pasti," ujar drh. Bongot Huaso Mulia, Vice President Life Science Taman Safari Indonesia, anggota tim medis, Selasa, 6 Desember 2025.
Advertisement
Video CCTV detik-detik proses Giant Panda Hu Chun melahirkan Rio di Taman Safari Bogor ditampilkan saat acara pengumuman kelahiran panda pertama di Indonesia ini. Tayangan video ini disaksikan pihak pimpinan TSI, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, Dubes Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong.
Menurut drh. Bongot, pengawasan ketat dimulai sejak tingkah laku Hu Chun terlihat gelisah di kandangnya. Semakin mendekati persalinan, Hu Chun mulai mengambil batang-batang bambu makanannya sendiri lalu disimpan ke pojokan seperti sedang mencoba membuat sarang.
Ia lantas berguling-guling sambil menjilati puting dan kemaluannya, kemudian mengubah posisi duduknya. Tepat pada 27 November 2025, pukul 17.31 WIB, Hu Chun melahirkan bayi panda lewat proses inseminasi buatan itu.
Hu Chun langsung terbangun dari posisi terlentang dan mengarahkan mulutnya kepada bayi panda. Dia langsung mengambil anaknya menggunakan mulutnya dan meletakkannya di atas dada serta memeluknya sambil terduduk.
"Anak panda ini tidak nangis. Ini menyatakan dia dalam posisi rileks," kata Bongot.
Perkembangan Bayi Panda Rio dari Hari ke Hari
drh. Bongot menjelaskan pengawasan ketat mutlak diperlukan karena bayi panda yang baru lahir berada dalam kondisi yang sangat rentan. Berat badan bayi panda Rio saat lahir diperkirakan hanya 80-150 gram.
Tetapi pada hari kelima kelahirannya, bobotnya sudah mencapai 228,5 gram. Di hari ke-10, bayi panda Rio beratnya mencapai 384,4 gram dan area hitam di bagian lengan dan matanya sudah mulai terlihat. Di hari ke-30, bulu hitam dan putih sudah terlihat pekat dan bobotnya sudah mencapai 1.290 gram.
Setelah 40 hari, rambut-rambut halus hitam putih mulai menutupi permukaan kulitnya. Tim medis menyatakan bahwa berat badannya kini sudah 1.890 gram, naik 46 persen dari 30 hari lalu.
"Kondisi bayi panda sehat dan pertumbuhannya sangat baik. Saat ini di hari ke-40, berat badannya 1890 gram dan panjang badannya lebih tinggi lagi sekitar 95 persen," ujar drh. Bongot.
Perjuangan Hu Chun Susui Bayi Panda Rio
Perjuangan Hu Chun sebagai induk baru tak mudah. Bongot mengungkapkan setiap menyusui anaknya, induk panda itu tampak terlihat stres karena harus mencari posisi yang nyaman.
"Panda sendiri perlu belajar untuk mendapatkan posisi yang nyaman untuk menyusui. Ini merupakan suatu yang frustasi buat dia juga. Dia akan pindah-pindah cari dimana yang paling cocok sehingga anaknya juga tenang," ujarnya.
Bayi panda Rio lahir dari pasangan Cai To (jantan) dan Hu Chun (betina) itu lahir dengan kulit kemerahan pada 27 November 2025. Menhut Raja Juli Antoni menyatakan bahwa kehadiran bayi panda Rio bukan sekadar kelahiran satwa, tetapi bukti nyata kerja sama diplomasi lingkungan dan kolaborasi ilmiah internasional yang dibangun secara berkelanjutan antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok.
"Kelahiran bayi panda ini bukan hanya kabar baik bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia. Ini menegaskan bahwa konservasi dapat berjalan seiring dengan diplomasi, persahabatan antarnegara, serta kemajuan ilmu pengetahuan," ujar Menhut dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com.
Bayi Panda Rio Hanya Dipinjamkan
Meski lahir di Bogor, bayi panda Rio tak bisa tinggal selamanya di Taman Safari Indonesia Bogor. CEOO Taman Safari Indonesia, Jansen Manansang menjelaskan, sesuai perjanjian internasional Giant Panda Conservation Care Cooperation, seluruh panda yang ada di luar Tiongkok, termasuk yang lahir di negara Indonesia, pada akhirnya akan kembali ke Tiongkok.
"Dalam perjanjian, panda akan dikembalikan setelah masa kerja sama berakhir. Saat ini kontraknya 10 tahun dan dapat diperpanjang kembali sesuai kesepakatan kedua negara," kata Jansen, dikutip dari kanal News Liputan6.com.
Jansen menyampaikan kelahiran seekor Giant Panda ini merupakan sejarah baru bagi dunia konservasi Indonesia. Kelahirannya menjadi bukti bahwa tenaga medis Indonesia mampu mengembangbiakkan satwa langka asal China itu meski harus melalui inseminasi buatan (ART) alias bayi tabung. Selama proses inseminasi, tenaga medis Indonesia didampingi ahli dari China, Amerika Serikat, dan Jerman.
"Di dunia pada tahun 2025, hanya Giant Panda di Taman Safari Indonesia, Bogor yang melahirkan. Ini suatu simbol keberhasilan konservasi di Indonesia," ujar Jansen.