Liputan6.com, Jakarta - Acer memamerkan sejumlah lini laptop gaming, Predator dan Nitro terbaru mereka di ajang tahunan Consumer Electronic Shows 2026 (CES 2026).
Seluruh perangkat ini ditenagai prosesor Intel Core Ultra Series 3 dan GPU Nvidia GeForce RTX 50 series, sebagaimana dikutip dari keterangannya, Kamis (8/1/2026).
Advertisement
Predator Helios Neo 16S AI
Tampil sebagai bintang utama, laptop gaming baru Acer ini mengusung prosesor Intel Core Ultra 9 386H dan GPU Nvidia GeForce RTX 5070, dan dikemas dalam sasis logam ramping dengan ketebalan 18,9mm.
Dengan kombinasi ini, Helios Neo 16S AI terlihat menonjol dari sisi performa sekaligus desain. Perusahaan melengkapi laptop ini dengan layar OLED WQXGA 16 inci.
Dibekali panel ini, layar laptop menawarkan kontras tinggi, warna akurat, dan dukungan HDR menunjang kebutuhan gaming maupun pekerjaan kreatif.
Performa tinggi laptop ini juga didukung dengan sistem pendingin 3D AeroBlade Generasi ke-5, dan liquid metal untuk menjaga performa tetap stabil saat menjalankan beban berat.
Laptop buatan perusahaan asal Taiwan ini juga sudah berstatus Copilot+ PC berbasis Windows 11. Laptop ini mengandalkan NPU dengan kemampuan AI lebih dari 45 TOPS, dan disertai fitur Live Captions dan Image Creator untuk menunjang komunikasi, produktivitas, dan kreativitas pengguna.
Nitro V16 Series AI
Di segmen harga terjangkau, Acer mengungkap Nitro V16 AI dan Nitro V 16S AI dirancang sebagai laptop gaming serbaguna untuk gamer kasual dan harga lebih murah.
Nitro V16 AI hadir dengan performa solid menggunakan prosesor Intel Core Ultra 7 355 dan GPU RTX 5070, dan sudah dilengkapi layar 16 inci 180Hz.
Sementara itu, Nitro V16S AI mengusung bodi lebih tipis, kurang dari 17,9mm. Model ini menyasar pengguna dengan mobilitas tinggi tetap ingin merasakan performa laptop gaming modern.
Predator Galea 570
Selain laptop, perusahaan juga melengkapi ekosistem gaming Predator mereka dengan memperkenalkan headset Predator Galea 570 yang dilengkapi driver 50 mm dan teknologi Environmental Noise Cancellation.
Perusahaan menjelaskan, headset barunya ini sudah mendukung tiga mode konektivitas dan diklaim mampu bertahan hingga 30 jam penggunaan.
Melengkapi lini gaming milik Acer adalah mouse Predator Cestus 530. Perusahaan melengkapi perangkat ini dengan sensor PixArt PAW3395 dengan DPI hingga 26.0000 dan polling rate 8.000Hz.
Perusahaan mengatakan, mouse gaming baru ini menyasar gamer kompetitif yang membutuhkan presisi tinggi dan respons cepat saat bermain atau pertandingan.
Acer menyatakan, seluruh lini Predator dan Nitro terbaru ini akan tersedia secara bertahap. Sayangnya, perusahaan masih belum mengungkap masing-masing harga dan kapan produk gaming ini tersedia di Indonesia.
Fujitsu dan Acer Kolaborasi, Bikin Apa?
Fenomena penuaan populasi (aging society) secara global semakin signifikan, seiring meningkatnya angka harapan hidup dan menurunnya tingkat kelahiran.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi jumlah individu berusia 60 tahun ke atas akan melonjak dua kali lipat, mencapai sekitar 2,1 miliar orang pada 2050. Kondisi ini memunculkan tantangan sekaligus peluang inovasi di sektor kesehatan, sosial, dan ekonomi.
Menanggapi tantangan tersebut Federasi Gimnastik Internasional (FIG) melalui Kelompok Kerja Masyarakat Menua (Aging Society Working Group) menggandeng dua raksasa teknologi Asia, Fujitsu dan Acer, untuk mengembangkan solusi inovatif.
Selain meluncurkan program latihan khusus untuk mencegah kerentanan dan demensia pada lansia, FIG mendukung pengembangan aplikasi pintar oleh Fujitsu dan Acer yang mampu mendeteksi dini gangguan kesehatan pada lansia.
"Upaya ini bertujuan mencegah memburuknya penyakit yang diderita seorang lansia dan mengurangi biaya jaminan kesehatan," ujar Presiden FIG, Morinari Watanabe, dalam keterangannya, Kamis (30/10/2025).
Ketua Kelompok Kerja Masyarakat Menua FIG, yang juga menjabat Presiden Federasi Gimnastik Indonesia (FGI), Ita Yuliati, menyatakan FIG telah merancang berbagai program untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi lansia, khususnya dari perspektif olahraga gimnastik.
Ita menjelaskan, program kolaborasi dengan Acer dan Fujitsu ini akan dianalisis menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Hasil analisis program tersebut nantinya dapat diakses dengan mudah melalui ponsel pintar.
"Di masa depan, populasi lansia di dunia terus meningkat. Kami ingin berkontribusi agar masyarakat lansia menjadi lebih kuat, seimbang, dan sehat di usia mereka," ucap Ita.
Terinspirasi dari Sistem Penilaian Juri Gimnastik
Ita menambahkan, program FIG ini juga sejalan dengan inisiatif pemerintah Indonesia, merujuk pada program "Indonesia Sehat" yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
"Program Indonesia Sehat ini bukan hanya untuk anak-anak, tetapi juga untuk para lansia," tuturnya.
Sementara Chairman & CEO Acer Medical, Allen Lien, mengungkapkan kolaborasi dua perusahaan teknologi ini terinspirasi dari sistem penilaian juri kejuaraan gimnastik yang menganalisis gerakan tubuh atlet.
"Berdasarkan rekomendasi FIG, kami menciptakan aplikasi yang dapat digunakan di ponsel pintar dengan membaca gerakan penggunanya. AI akan memberikan penilaian apakah lampu hijau atau merah. Jika lampu merah, sebaiknya Anda lebih banyak berolahraga atau mengunjungi dokter," Lien memaparkan.
Berkelanjutan Melalui Inovasi
Senada dengan visi FIG, EVP Fujitsu Global Solutions Business Group, Naoko Otsuka, menegaskan komitmen perusahaannya untuk mewujudkan dunia yang lebih berkelanjutan melalui inovasi yang membangun kepercayaan di masyarakat.
Otsuka mengungkapkan kebanggaannya dapat melanjutkan kolaborasi dengan Acer dalam upaya membentuk masyarakat dunia yang lebih sehat melalui pemanfaatan AI yang mendorong kemampuan individu.
"Kami ingin berkontribusi terhadap masyarakat di mana setiap orang bisa hidup lebih baik," Otsuka memungkaskan.