Wakil Kepala BGN Ungkap Dampak MBG Selama Setahun: Bawa Perubahan Gizi sampai Ekonomi Rakyat

Program MBG tidak hanya meningkatkan pemenuhan gizi anak dan kelompok rentan, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja serta keterlibatan ribuan pelaku UMKM dan lembaga ekonomi masyarakat.

oleh Rio Ferdinand Muhammad Eka PutraDiterbitkan 08 Januari 2026, 15:06 WIB
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (tengah) saat berada di SMKN 1 Jakarta sekaligus menandai operasional perdana Program MBG di tahun 2026. (Foto: Liputan6.com/Rio Ferdinand Muhammad).

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang membeberkan perjalanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun berjalan. Menurut dia, banyak yang merasakan manfaatnya.

"Program ini tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh anak-anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat," kata dia dalam kunjungannya ke SMKN 1 Jakarta sekaligus menandai operasional perdana Program MBG di tahun 2026.

Karena itu, menyambut tahun 2026, BGN berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan pemenuhan gizi yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan bagi generasi penerus bangsa.

"Program MBG tumbuh bersama masyarakat. Mulai dari pedagang pasar, petani, pelaku UMKM, koperasi, BUMDes, ibu rumah tangga, hingga para pekerja dapur MBG yang bergotong royong menyiapkan makanan bergizi terbaik untuk anak-anak Indonesia," ungkap Nanik.

Dia juga mengungkapkan, kehadiran MBG selama setahun ini, juga turut menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakan perekonomian rakyat.

"Tercatat, sebanyak 789.318 orang telah bekerja di SPPG, khususnya untuk mendukung operasional dapur MBG," ungkap Nanik.

"Sebanyak 46.955 supplier yang terdiri dari UMKM, koperasi, BUMDes, BUMDesma, Kopdes Merah Putih, dan mitra lainnya turut terlibat aktif dalam rantai pasok program," sambung Nanik.

 

Tetap Dievaluasi

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (kiri) saat berada di SMKN 1 Jakarta sekaligus menandai operasional perdana Program MBG di tahun 2026. (Foto: Liputan6.com/Rio Ferdinand Muhammad).

Meski mencatat capaian positif, BGN mengakui masih terdapat berbagai tantangan dalam implementasi Program MBG. Oleh karena itu, evaluasi dan perbaikan berkelanjutan terus dilakukan.

Upaya tersebut diperkuat melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.

Regulasi ini menjadi landasan penguatan tata kelola, peningkatan kualitas gizi, jaminan keamanan pangan, serta pengawasan dapur MBG dengan semangat zero-defect.

"Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan, kritik, dan saran dari masyarakat. Seluruh masukan tersebut menjadi pemacu semangat kami untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan Program MBG demi mewujudkan masa depan emas anak-anak Indonesia," kata dia.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya