Sambut Hari Sejuta Pohon 10 Januari: Dua Kota di Jakarta Lakukan Upaya Penghijauan

Menyambut Hari Gerakan Satu Juta Pohon pada 10 Januari mendatang, Suku Dinas Tamhut Jakarta Selatan dan Jakarta Timur mencatatkan penanaman total 2.234 sebagai upaya nyata penghijauan kota.

oleh Ahmad KhuzaifiDiterbitkan 08 Januari 2026, 16:02 WIB
Menanam pohon untuk mengurangi polusi udara. (Foto: Freepik)

Liputan6.com, Jakarta - Memperingati peringatan Hari Gerakan Satu Juta Pohon yang jatuh pada 10 Januari 2026, upaya penghijauan di DKI Jakarta menunjukkan capaian yang sangat positif.

Gerakan menanam pohon bukan lagi dipandang sebagai aktivitas seremonial semata, tetapi sebuah strategi pertahanan ekologis yang vital untuk keberlangsungan hidup warga kota.

Jakarta, sebagai pusat aglomerasi dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas tinggi, menghadapi fenomena pulau panas perkotaan yang meningkatkan suhu permukaan secara drastis.

Akumulasi emisi karbon dari kendaraan bermotor dan minimnya tutupan lahan hijau memperparah kondisi mikroklimat kota. Dalam konteks ini, keberadaan pohon pelindung dan tanman produktif bukan sekedar elemen estetika tata kota, tetapi juga berfungsi sebagai infrastruktur hijau.

Suku Dinas Pertanaman dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) Jakarta Selatan dan Jakarta timur mencatat total penanaman 2 wilayah tersebut mencapai 2.234 pohon pelindung dan produktif. 

Langkah ini menjadi sebuah bukti nyata bahwa adanya komitmen kota dalam menambang Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta upaya mitigasi polusi udara yang menjadi isu krusial di Jakarta.

Strategi penanaman pun kini lebih adaptif, tidak hanya menyasar taman-taman kota yang sudah mapan, tetapi juga mengoptimalisasi lahan-lahan kritis, bantaran waduk, jalur hijau protokol.

Berikut adalah informasi penanaman pohon yang telah dilakukan di dua wilayah administrasi utama Jakarta sepanjang tahun lalu, sebagai bukti konkret upaya mitigasi lingkungan menuju tahun 2026, berdasarkan sumber dari beritajakarta.id dikutip Kamis (8/1/2026).

Tanam 1.099 Pohon di Jakarta Selatan

Ilustrasi menanam pohon, Hari Pohon Sedunia. (Image by jcomp on Freepik)

Suku Dinas Petanaman dan Hutan Kota Jakarta Selatan (Sudin Tamhut Jaksel) telah melaksanakan kegiatan untuk penghijauan dengan menanam sebanyak 1.099 pohon di 10 wilayah kecaamatan sepanjang tahun 2025.

Herlina Merinda sebagai Kepala Suku Dinas Tamhut Jakarta Selatan mengatakan, kegiatan penanaman tersebut tujuannya untuk menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

"Penanaman dilakukan melalui program rutin Jumat Menanam maupun kegiatan lainnya," ujarnya. Herlina menjelaskan bahwa penanaman tersebut difokuskan pada lahan-lahan yang terlihat terbuka atau gersang, seperti taman pemakaman umum (TPU), RPTRA, jalur hijau, dan lokasi lainnya.

"Jenis pohon yang ditanam terdiri atas pohon pelindung dan produktif, seperti tabebuya, ketapang kencana, trembesi, mahoni, matoa, mundu, kamboja, dan jenis lainnya," katanya.

Herlina menegaskan, penanaman terbanyak dilakukan pada dibulan Februari dengan jumlah 220 pohon, dibulan Januari 152 pohon, dan 111 pohon pada bulan Juli. Sementara data terendah tercatat dibulan Oktober dengan jumlah 39 pohon.

"Berdasarkan wilayah, Kecamatan Jagakarsa menjadi lokasi dengan jumlah penanaman terbanyak, yakni 265 pohon sepanjang tahun 2025. Adapun Kecamatan Mampang Prapatan mencatat jumlah penanaman paling sedikit, yaitu 57 pohon," keterangannya.

Herlina juga menambahkan, pada tahun ini dari pihaknya akan terus melakukan kegiatan penanaman, terutama di lahan-lahan yang gersang maupun untuk menggati tanaman yang tidak optimal pertumbuhannya.

"Jakarta Selatan saat ini menjadi lokasi pembangunan sejumlah taman, salah satunya Taman Bendera Pusaka yang masih dalam proses pembangunan. Tentunya di lokasi tersebut akan dilakukan penghijauan secara optimal," kata Herlina.

Sudin Tamhut Jaktim Tanam 1.135 Pohon

Ilustrasi menanam pohon. (Photo by Alfo Medeiros from Pexels)

Kemudian, Suku Dinas Pertanaman dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) di Jakarta Timur juga berhasil menanam pohon sebanyak 1.135 pada tahun 2025 lalu.

Penanaman tersebut dilakukan merupakan bagian dari program penghijauan sekaligus untuk meredam udara akibat emisi kendaraan bermotor.

Kepala Sudin Tamhut Jakarta Timur, Dwi Ponangsera mengatakan bahwa ribuan pohon yang di tanam berada pada 10 kecamatan, terutama pada lahan-lahan kosong yang diyakini bisa untuk di tanam pepohonan

Menurutnya, lokasi penanaman tersebut meliputi tepi jalan protokol, jalan lingkungan, jalur hijau, taman, RPTRA, area wadung atau embung, hingga Taman Pemakaman Umum (TPU).

Jenis pohon yang Dwi jelaskan diantaranya yaitu Tabebuya Kuning, Tabebuya Pink, Mahoni, Trembesi, Kenari, Duku, Mangga, Rambutan, dan jumlah jenis pohon-pohon lainnya.

"Kami juga menanam tanaman hias sebanyak 289.612 polybag yang tersebar di 10 kecamatan," terangnya.

Sementara itu, dari Kepala Seksi Jalur Hijau dan Pemakan Sudin Tamhut Jakarta Timur, Madw Widhi Adnyana Surya Pratita menjelaskan, penanaman 1.135 pohon tersebut tersebar di Kecamatan Ciracas total 82 pohon, dan Cipayung 488 pohon.

Lalu, Kecamatan Cakung 296 pohon, Duren Sawit 50 pohon, Kramat Jati 28 pohon, Makasar 45 Pohon, Matraman 12 pohon, Pasar Rebo 25 pohon, serta Pulo Gading 26 pohon.

"Penanaman pohon ini dilakukan melalui kegiatan rutin Jumat Menanam, kerja bakti Minggu pagi, serta berbagai kegiatan lainnya," ujarnya.

Dwi juga menyebutkan, untuk penanaman tanaman hias tersebar di sembilan titik kecamatan. Beberapanya yaitu, Kecamatan Cipayung sebanyak 74.898 tanaman, Cakung 21.172 tanaman, dan Duren Sawit 12.350 tanaman.

"Untuk di Kecamatan Kramat Jati 11.700 tanaman, Jatinegara 30.300 tanaman, Makasar 100 tanaman, Matraman 26.339 tanaman, Pasar Rebo 11.035 tanaman, dan Pulo Gadung 101.718 tanaman," ujarnya.

Komitmen Bersama Menjaga Nafas Kota

Gedung perkantoran saat cuaca cerah di Jakarta, Selasa (1/12/2020). Kota Jakarta dengan langit biru menambah keindahan hutan beton. BMKG bahwa kualitas udara Jakarta jadi baik dalam dua minggu ini, Jakarta mengalami hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang. (merdeka.com/Imam Buhori)

Realisasi penanaman lebih dari dua ribu pohon sepanjang tahunnya menjadi bukti konkret bahwa semangat perbaikan lingkungan di Jakarta terus berjalan. Gerakan ini memberikan pesan bahwa pemulihan kualitas udara adan penambahan RTH adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.

Karena itu, upaya menghijaukan Jakarta tidak bisa bertumpu pada pemerintah melalui Suku Dinas terkait saja, tetapi juga diperlukan kolaborasi aktif dari masyarakat untuk memastikan setiap bibit yang ditanam baik jalur protokol maupun bantaran waduk.

Menatap untuk satu tahun kedepan, semangat Hari Gerkan Satu Juta Pohon ini diharapkan terus berlanjut menjadi budaya baru warga kota. Bukan hanya tentang kuantitas pohon yang ditanam, tetapi kualitas lingkungan hidup yang ingin dicapai.

Dengan terus menggalakkan penanaman di lahan kritis dan menjaga keberlangsungan pohon yang sudah ada, Jakarta sedang menapak jalan menuju kota yang lebih tanggug terhadap bencana ekologis, sekaligus memberikan kenyamanan dan kualitas udara yang lebih baik bagi masyarakatnya.

Infografis Tanaman Sayuran yang Cocok Ditanam di Lahan Sempit. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya