Kenali Modus Penipuan, BRI Ajak Nasabah Tingkatkan Keamanan Saat Bertransaksi Pakai Kartu Kredit

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa meningkatnya penggunaan transaksi non-tunai perlu diimbangi dengan kesadaran bersama untuk mengantisipasi risiko kejahatan perbankan.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 08 Januari 2026, 09:56 WIB
Ilustrasi Kartu Kredit BRI. Foto: BRI

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah meningkatnya kebutuhan transaksi yang serba cepat, aman, dan fleksibel, kartu kredit kini menjadi salah satu metode pembayaran yang semakin diminati masyarakat. Selain menawarkan kemudahan, penggunaan kartu kredit juga membantu nasabah mengelola pengeluaran dengan lebih terkontrol.

Seiring dengan tren tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan yang menyasar data pribadi dan perbankan, termasuk data kartu kredit nasabah.

Ancaman Kejahatan di Tengah Masifnya Transaksi Non-Tunai

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa meningkatnya penggunaan transaksi non-tunai perlu diimbangi dengan kesadaran bersama untuk mengantisipasi risiko kejahatan perbankan. Sejumlah modus yang perlu diwaspadai antara lain phishing, skimming, dan social engineering, yang bertujuan memperoleh data pribadi maupun informasi transaksi keuangan nasabah yang bersifat rahasia.

“Kartu kredit saat ini menjadi solusi transaksi yang praktis dan fleksibel, baik untuk kebutuhan pembayaran di merchant offline maupun online. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kesadaran nasabah dalam menjaga keamanan data pribadi dan kartu kredit agar terhindar dari risiko penyalahgunaan,” ujar Dhanny.

Komitmen BRI Perkuat Sistem Keamanan Transaksi Nasabah

Ilustrasi Kartu Kredit BRI. Foto: BRI

Sebagai bagian dari komitmen menjaga keamanan transaksi nasabah, BRI mengingatkan nasabah untuk selalu menjaga kerahasiaan data kartu kredit, serta tidak memberikannya kepada siapa pun, termasuk Nomor Kartu, tanggal kedaluwarsa (EXP Date) dan CVV.

“BRI juga menegaskan bahwa BRI tidak pernah meminta data rahasia, seperti CVV (tiga digit angka di belakang kartu kredit) maupun OTP (kode otentikasi transaksi yang dikirimkan ke nomor handphone nasabah), melalui telepon, SMS, atau email”, jelasnya.

BRI juga secara konsisten memperkuat berbagai lapisan pengamanan. Upaya tersebut mencakup validasi data kartu saat aktivasi, pengiriman notifikasi transaksi ke perangkat mobile atau email nasabah yang terdaftar, penggunaan PIN untuk transaksi pada mesin EDC (Electronic Data Capture) di merchant yang telah mendukung verifikasi PIN, serta penggunaan OTP sebagai autentikasi transaksi online di merchant yang telah menerima fitur 3D Secure.

Selain itu, untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan bertransaksi, Kartu Kredit BRI kini telah dilengkapi dengan verifikasi transaksi menggunakan PIN enam digit. PIN tersebut digunakan untuk transaksi pada mesin EDC di merchant yang telah mendukung verifikasi PIN, sehingga memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi nasabah.

Laporkan Transaksi yang Tidak Dilakukan

Ilustrasi Kartu Kredit BRI. Foto: BRI

BRI juga mengimbau nasabah untuk segera menghubungi Contact BRI 1500017 atau aplikasi BRI Credit Card Mobile apabila menerima notifikasi atau menemukan transaksi yang tidak pernah dilakukan, guna memastikan pelaporan dan pemblokiran dapat segera dilakukan, khususnya dalam kondisi kartu kredit atau perangkat mobile banking hilang atau berpotensi disalahgunakan. Selain itu, nasabah juga diimbau untuk memperbarui data pribadi melalui Contact BRI atau aplikasi BRI Credit Card Mobile setiap kali melakukan perubahan data pribadi, seperti:

1. Data Finansial

Pengkinian data NPWP serta slip gaji atau bukti penghasilan terbaru sebagai syarat utama pengajuan kenaikan limit kartu kredit, dengan batas maksimal hingga tiga kali penghasilan per bulan.

2. Data Alamat

Pengkinian data alamat rumah, kantor, dan alamat pengiriman tagihan yang penting untuk pengiriman lembar tagihan kertas serta kartu renewal atau replacement.

3. Data Email

Pengkinian data email untuk mendukung pengiriman e-statement, notifikasi transaksi, dan informasi promo.

4. Data Nomor Handphone

Pengkinian data nomor handphone untuk pengiriman notifikasi transaksi, kode OTP transaksi online dengan 3D Secure, pemberitahuan transaksi mencurigakan, pengiriman PIN sementara, serta informasi promo kartu kredit.

“Melalui pemanfaatan kartu kredit secara bijak, nasabah tidak hanya dapat menikmati kemudahan dan fleksibilitas bertransaksi, tetapi juga mengelola pengeluaran dengan lebih terencana. BRI pun juga terus berkomitmen memperkuat sistem keamanan sekaligus mengedukasi nasabah agar selalu waspada terhadap berbagai macam modus penipuan, sehingga setiap transaksi dapat dilakukan secara aman, nyaman, dan bertanggung jawab,” tutup Dhanny.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya