BPBD Serang: 97 Rumah Terdampak Longsor di Kampung Cibodang Pdarincang Banten

BPBD Kabupaten Serang, Provinsi Banten mencatat sebanyak 97 rumah warga terdampak material tanah longsor yang terjadi di Kampung Cibodas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 07 Januari 2026, 13:45 WIB
Petugas evakuasi warga terdampak longsor di Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, Selasa malam 6 Januari 2026. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Provinsi Banten mencatat sebanyak 97 rumah warga terdampak material tanah longsor yang terjadi di Kampung Cibodas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat di Serang, Rabu, mengatakan data kerusakan tersebut merupakan hasil kaji cepat di lapangan pasca-longsor pada Selasa siang 6 Januari 2026 dan longsor susulan pada malam harinya.

BACA JUGA: Longsor di Lembah Anai, Batu Besar Tutup Jalur Padang-Bukittinggi

"Total ada 97 rumah yang terdampak dengan jumlah penghuni sebanyak 193 Kepala Keluarga (KK) atau 504 jiwa. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka," ujar Ajat, melansir Antara, Rabu (7/1/2026).

Dia menjelaskan, lokasi titik longsor berada di area perbukitan dengan jarak sekitar 300 meter dari permukiman. Meskipun tidak ada fasilitas umum yang rusak, lanjut Ajat, material longsoran mengancam hunian warga di sekitarnya.

Pihaknya mencatat adanya longsor susulan pada Selasa malam 6 Januari 2026 pukul 23.55 WIB. Kondisi ini membuat BPBD menetapkan status siaga darurat potensi longsor susulan, mengingat cuaca di wilayah Kabupaten Serang bagian selatan diprediksi masih berpotensi hujan sedang hingga lebat.

"Saat ini situasi relatif terkendali dan warga sudah mulai beraktivitas kembali, namun kami tetap mengimbau masyarakat untuk menghindari area rawan jika hujan kembali turun," kata Ajat.

Hingga Rabu pagi (7/1/2026), BPBD Serang melaporkan masih minimnya sarana prasarana di lapangan.

"Kebutuhan mendesak yang diperlukan meliputi penerangan di lokasi pengungsian, alas tidur, makanan siap saji, serta perlengkapan evakuasi," tandas Ajat.

 

Detik-detik Penyelamatan Dua Pekerja di Palabuhanratu Tertimbun Longsor

Petugas Basarnas melakukan pencarian korban longsor di Desa Cisempur, Jatinangor, Sumedang, Jabar, pada Jumat (2/1/2026). (Liputan6.com/ Dok Ist Ilham N)

Sebelumnya, nasib baik masih berpihak pada Dikdik Zaenudin (24) dan Amud (45). Kedua pekerja bangunan ini berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah sempat tertimbun material tanah selama kurang lebih dua jam akibat longsor yang terjadi di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Peristiwa mencekam tersebut terjadi pada Selasa 6 Januari 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, kedua korban tengah beraktivitas menggali parit di kaki tebing yang berada tepat di antara area permukiman dan gudang Alfamart.

Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto menuturkan, secara tiba-tiba, dinding tanah di atas korban runtuh dan menimbun tubuh kedua pekerja tersebut.

Merespons laporan darurat, tim rescue Pos SAR Sukabumi segera bergerak menuju lokasi. Namun proses penyelamatan tidak bisa dilakukan sembarangan.

Kondisi rumah warga di atas tebing yang sudah miring memaksa tim SAR gabungan untuk melakukan prosedur pengamanan ekstra.

"Petugas harus memasang penyangga (shoring) pada dinding rumah tersebut guna mengantisipasi longsor susulan yang bisa berakibat fatal bagi korban maupun tim penyelamat," ujar Suryo dalam keterangannya.

 

Evakuasi Dilakukan Manual

Dengan penuh kehati-hatian, personel gabungan kemudian menggali material tanah secara manual menggunakan cangkul dan linggis untuk mencapai posisi kedua korban.

Setelah perjuangan keras selama dua jam, kerja sama solid puluhan personel akhirnya membuahkan hasil.

"Akhirnya sekitar pukul 15.00 WIB petang tadi kedua korban berhasil diselamatkan dan langsung dievakuasi menuju RSUD Palabuhanratu untuk penanganan lebih lanjut," ungkapnya.

Suryo menambahkan, keberhasilan evakuasi ini tak lepas dari peran puluhan personel gabungan yang terdiri dari Pos SAR Sukabumi, Damkar Palabuhanratu, Polsek Palabuhanratu, Satpol PP, RAPI Lokal 1, Dinkes Kabupaten Sukabumi, Sehati Gerak Bersama, SAKA SAR, hingga Dokpol Polres Sukabumi.

Kini, kedua korban tengah menjalani perawatan medis intensif, sementara lokasi kejadian masih dalam pengawasan petugas guna memastikan keamanan area di sekitar titik longsor.

Infografis Penanganan Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Sumbar. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya