Motorola Siapkan HP Lipat Model Buku, Usung Stylus dan Layar ala Galaxy Z Fold

Motorola bersiap masuk ke pasar ponsel lipat model buku untuk pertama kalinya. Bocoran terbaru mengungkap Moto Razr Fold dengan layar sempit ala Galaxy Z Fold.

oleh Arief Ferdian MaulanaDiterbitkan 08 Januari 2026, 09:30 WIB
The Motorola Edge 70 has been officially launched in India, offering a combination of premium design, powerful performance, and advanced camera features. Here are the detailed specifications and price of the Motorola Edge 70.

Liputan6.com, Jakarta - Motorola dikabarkan tengah menyiapkan ponsel lipat model buku pertamanya. Bocoran terbaru menunjukkan perangkat bernama Moto Razr Fold, yang menandai langkah baru Motorola setelah bertahun-tahun fokus pada ponsel lipat model clamshell lewat seri Razr.

Dilansir Gizmochina pada Rabu (7/1/2026), informasi tersebut diungkap oleh pembocor teknologi Evan Blass melalui media sosial X. Dalam unggahan tersebut, Blass memperlihatkan render perdana perangkat yang disebut sebagai Moto Razr Fold, sekaligus menjadi foldable model buku pertama dari Motorola.

Secara tampilan, perangkat ini memiliki kemiripan dengan lini Motorola Edge. Modul kamera berbentuk kotak membulat ditempatkan di sisi kiri bodi dan memuat tiga kamera serta lampu LED.

Varian berwarna hitam terlihat menggunakan finishing menyerupai serat karbon, sedangkan versi putih diduga menggunakan material faux leather.

Menariknya, di sisi kiri perangkat juga terdapat satu tombol tambahan. Jika merujuk pada desain Razr 60 Ultra, tombol tersebut kemungkinan berfungsi sebagai akses cepat ke fitur kecerdasan buatan (AI) untuk menunjang aktivitas pengguna sehari-hari.

Desain Layar Sempit ala Galaxy Z Fold

Moto Razr Fold tidak mengikuti tren ponsel lipat berlayar lebar seperti Google Pixel Fold. Sebaliknya, Motorola memilih desain layar luar yang tinggi dan ramping, mirip dengan pendekatan yang digunakan Samsung pada seri Galaxy Z Fold.

Sementara itu, layar bagian dalam tampil hampir berbentuk persegi. Konfigurasi ini dinilai cocok untuk multitasking, penggunaan dua aplikasi secara bersamaan, serta navigasi dalam mode potret.

Meski demikian, desain tersebut memiliki keterbatasan. Saat digunakan untuk menonton video berformat widescreen, pengguna kemungkinan akan melihat garis hitam di bagian atas dan bawah layar.

Isu inilah yang disebut-sebut menjadi salah satu alasan Apple memilih desain layar lebih lebar untuk iPhone Fold yang dikabarkan tengah dipersiapkan.

Dukungan Stylus Jadi Nilai Tambah

Meski begitu, Motorola diyakini memiliki keunggulan tersendiri. Moto Razr Fold dikabarkan mendukung penggunaan stylus, fitur yang mulai ditinggalkan Samsung demi membuat ponsel lipatnya lebih tipis.

Stylus ini disebut akan diberi nama Moto Pen Ultra dan hadir dalam warna Pantone Color of the Year, yakni Ponsel lipat model buku. Kehadiran stylus ini berpotensi menjadikan Moto Razr Fold sebagai pilihan menarik bagi pengguna profesional dan kreator konten.

Hingga kini, Motorola belum memberikan konfirmasi resmi terkait spesifikasi, harga, maupun jadwal peluncuran Moto Razr Fold. Namun, bocoran ini mengindikasikan Motorola siap menantang dominasi Samsung di segmen ponsel lipat model buku.

Motorola Edge 70 Ultra Muncul di Geekbench

Motorola bersiap meluncurkan flagship terbarunya, Moto X70 Ultra dan Edge 70 Ultra, yang dikabarkan bakal ditenagai chipset Snapdragon 8 Gen 5.(Dok:Gizmochina)

Di sisi lain, Motorola, rumornya sedang mempersiapkan ponsel flagship penerus seri Edge 50 Ultra. Perangkat ini muncul di Geekbench dengan kode model XT2603-1, diduga kuat sebagai Moto X70 Ultra untuk pasar China dan Edge 70 Ultra untuk global.

Tercatat di database Geekbench, HP Motorola ini mencatatkan skor 2.634 untuk single-core dan 7.475 untuk multi-core. Angka ini memberi sedikit gambaran, perusahaan siap melompat ke kelas performa lebih tinggi dibanding model sebelumnya.

Mengutip Gizmochina, Rabu (19/11/2025), Motorola menjadi salah satu produsen pertama yang akan memakai chipset Snapdragon 8 Gen 5 besutan Qualcomm.

Chip ini dijadwalkan meluncur pada akhir November dan membawa konfigurasi delapan inti dengan enam inti 3,32GHz dan dua inti performa tinggi di 3,65GHz. Untuk grafis, perangkat ini mengandalkan GPU Adreno 829.

Geekbench juga mencatat, ponsel ini menggunakan RAM 16GB dan Android 16. Peningkatan ini berindikasi, Motorola sedang menyiapkan perangkat flagship siap menghadapi kompetisi awal 2026.

Bocoran lain datang dari Digital Chat Station (DCS) menyebut Edge 70 Ultra akan mengusung desain ramping dan ringan, layar OLED 1,5K, serta kamera telefoto periskop. 

Moto X70 Ultra diperkirakan debut lebih dulu di China pada akhir 2025. Sementara untuk versi globalnya, Edge 70 Ultra siap debut pada paruh utama 2026.

Jika bocoran ini akurat, Motorola Edge 70 Ultra akan menjadi salah satu smartphone Android paling bertenaga pada 2026, dengan kombinasi performa tinggi, desain premium, dan kamera telefoto periskop semakin matang.

 

Motorola Moto Pad 60 Neo vs Moto Pad 60 Pro

Media hands-on Motorola Moto Pad 60 Neo di Jakarta. (Liputan6.com/Arief Ferdian Maulana)

Sebelumnya, Motorola merilis lini tablet mereka di Indonesia melalui dua model baru, Moto Pad 60 Neo dan Moto Pad 60 Pro. Keduanya hadir untuk segmen pengguna yang berbeda, mulai dari pelajar, mahasiswa atau pun pengguna kasual hingga profesional dan kreator konten.

Kedua tablet ini sama-sama membawa desain ramping khas Motorola, namun hadir dengan target pengguna yang berbeda. Moto Pad 60 Neo ditujukan untuk mobilitas dan efisiensi, sementara Moto Pad 60 Pro dirancang untuk kebutuhan produktivitas dan hiburan kelas atas.

Lantas, apa saja yang beda dari keduanya? Berikut perbandingan lengkapnya, mulai dari desain, performa hingga harga:

Desain dan Layar: Compact vs Premium

Moto Pad 60 Neo tampil dengan desain tipis dan ringan, hanya 6,99mm dengan bobot 490 gram. Tablet ini mengusung layar 11 inci beresolusi 2.5K (2560×1600 piksel) dan refresh rate 90Hz. Tingkat kecerahan mencapai sekitar 500 nits, cukup untuk penggunaan di dalam ruangan maupun luar ruangan.

Sementara itu, Moto Pad 60 Pro memiliki ketebalan 6,9 mm dengan bobot 614 gram. Membawa layar lebih besar 12,7 inci dengan resolusi 3K (2944×1840 piksel) dan refresh rate 144Hz. Meski tingkat kecerahannya sedikit lebih rendah sekitar 415 nits, namun menawarkan pengalaman visual lebih halus dan imersif.

Kedua perangkat sama-sama memiliki sertifikasi IP52 yang membuatnya tahan terhadap debu dan cipratan air ringan.

Performa: Dimensity 6300 vs Dimensity 8300

Di sektor dapur pacu, perbedaan keduanya sangat mencolok:

  • Moto Pad 60 Neo ditenagai chipset MediaTek Dimensity 6300 (6nm), dengan RAM 4GB dan penyimpanan 128GB (UFS 2.2).
  • Moto Pad 60 Pro dibekali MediaTek Dimensity 8300 yang jauh lebih bertenaga, dengan RAM 8GB LPDDR5X dan penyimpanan 256GB UFS 4.0.

Performa Moto Pad 60 Pro jelas lebih unggul untuk aktivitas multitasking, editing ringan, hingga gaming. Sementara Neo lebih cocok untuk pengguna dengan kebutuhan ringan seperti belajar online, membaca, atau streaming. 

Banner Infografis Akhir Riwayat Ponsel Black Market di Indonesia. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya