Liputan6.com, Jakarta - Membeli HP baru memang menyenangkan, mulai dari membuka kotak ponsel baru, fitur terbaru yang terasa canggih dibandingkan perangkat lama.
Namun, euforia ini tanpa disadari justru membuat sebagian pengguna melakukan kesalahan saat melakukan pengaturan awal dan berdampak pada kenyamanan penggunaan ke depan.
Advertisement
Pengaturan awal seharusnya menjadi permulaan yang baik untuk memaksimalkan performa ponsel baru. Sayangnya, sebagian pengguna terburu-buru dan menyalin seluruh isi ponsel lama, termasuk kebiasaan-kebiasaan lain yang sebenarnya sudah tidak relevan.
Jangan menginstal aplikasi yang sama
Salah satu kesalahan umum saat menyiapkan ponsel baru adalah memindahkan semua aplikasi lama tanpa seleksi. Banyak pengguna menyimpan aplikasi yang sudah bertahun-tahun tidak digunakan, bahkan untuk perangkat baru atau layanan yang sudah tidak dimiliki lagi.
Mengutip Android Police, Jumat (9/1/2026), alih-alih menghapus aplikasi, pengguna sering memindahkan aplikasi dari satu ponsel ke ponsel lainnya. Luangkan beberapa menit untuk menginstal ulang aplikasi. Kurangi jumlah aplikasi dari hal biasa hingga ke hal-hal yang paling penting dan sesuaikan dengan kebutuhan, bukan berdasarkan keinginan.
Hanya karena teringat pernah memiliki aplikasi tertentu di perangkat lama, bukan berarti harus menggunakannya di perangkat baru.
Batasi izin notifikasi sejak awal
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memberikan izin notifikasi sembarangan. Banyak pengguna langsung menekan tombol izinkan setiap kali aplikasi meminta akses tanpa mempertimbangkan dampak ke depannya. Akibatnya, layar ponsel dipenuhi notifikasi yang tidak penting dan mengganggu.
Saat mengatur ponsel baru, luangkan waktu untuk menentukan aplikasi mana saja yang benar-benar dibutuhkan untuk mengirimkan pemberitahuan.
Dengan membatasi izin sejak awal, setiap notifikasi yang masuk akan terasa lebih relevan. Pengguna pun tidak lagi keliru dan terganggu dengan bunyi notifikasi karena pesan tersebut memanglah pesan penting.
Buat Tampilan Home Screen Baru
Menyalin tampilan layar utama dari ponsel lama ke perangkat baru juga menjadi kebiasaan yang sering dilakukan. Padahal, tampilan home screen keluaran 2007 dengan banyak widget sudah tidak lagi ideal.
Gunakan ponsel baru sebagai bentuk untuk bereksperimen tampilan baru. Manfaatkan widget, atur folder sesuai aktivitas harian, atau coba launcher baru agar pengalaman menggunakan ponsel terasa lebih segar.
Mengganti wallpaper dan tata letak sederhana saja sudah dapat memberikan nuansa yang jauh lebih segar.
Luangkan waktu untuk mengenal ponsel baru
Luangkan waktu untuk mengenal perangkat tersebut. Jangan terburu-buru menyalin puluhan aplikasi lama hanya demi kenyamanan dengan ponsel lama.
Dengan pemilihan selektif akan kebutuhan sebuah aplikasi, pengalaman menggunakan smartphone baru akan lebih menyenangkan, efisien, dan menemukan hal baru saat menggunakan perangkat tersebut.
MediaTek Perkenalkan Dimensity 7100, Chip Baru untuk HP Kelas Menengah
Di sisi lain, MediaTek diam-diam memperkenalkan chipset baru untuk pasar smartphone kelas menengah, yakni Dimensity 7100. Digadang-gadang jadi penerus Dimensity 7050, chip baru ini difokuskan pada keseimbangan performa dan efisiensi daya.
Tanpa acara peluncuran besar-besaran, raksasa teknologi asal China tersebut langsung mengumumkan spesifikasi Dimensity 7100.
Langkah ini menunjukkan bagaimana perusahaan fokus merilis chip ini untuk ponsel kelas menengah mengutamakan pengalaman harian stabil, hemat daya, dan tetap bertenaga.
Mengutip GSM Arena, Senin (5/1/2026), MediaTek Dimensity 7100 dirancang dengan proses fabrikasi 6nm. Chip ini mengusung CPU delapan inti dirancang untuk performa konsisten di berbagai skenario penggunaan.
Adapun konfigurasinya terdiri dari empat Arm Cortex-A78 berkecepatan hingga 2,4GHz, dan empat Cortex-A55 memiliki kecepatan hingga 2GHz.
Untuk urusan grafis, perusahaan memasangkan CPU baru tersebut dengan GPU Mali-G610MC2, dan sudah mendukung LPDDR5 di 5500Mbps dan LPDDR4x di 4266Mbps.
Dari sisi penyimpanan, chip baru MediaTek ini juga sudah mendukung penyimpanan UFS 3.1. Chipset itni juga mampu menangani kamera dengan resolusi maksimal di 200MP, layar beresolusi 1200x2600 piksel, dan refresh rate 120Hz.
Dengan spesifikasi ini, perusahaan ingin membuka ruang bagi produsen HP mid-range yang ingin melengkapi lini model mereka dengan pengalaman visual lebih mulus.
Konektivitas menjadi salah satu kekuatan chip baru MediaTek ini, karena sudah dibekali modem 5G, mendukung kartu SIM dual 5G, dan memiliki kecepatan download tertingginya hingga 3.3Gbps.
Selain itu, perusahaan menyematkan dukungan Wi-Fi 6, Bluetooth 5.4, GPS, BeiDou, Glonass, Galileo, QZSS, dan NavIC. Dukungan ini membuat Dimensity 7100 relevan untuk penggunaan global.
Kabarnya, chipset baru ini akan debut lewat smartphone kelas menengah baru. Salah satu kandidat produsen yang menggunakan chip ini adalah Infinix Note Edge, dan bakal meluncur pada Januari 2026 ini.
Deretan Fitur Canggih MediaTek Dimensity 9500
MediaTek baru saja mengumumkan flagship chipset terbarunya, MediaTek Dimensity 9500, yang bakal menjadi otak dari ponsel Android kelas atas di penghujung tahun ini.
Chipset Mediatek ini dibangun dengan arsitektur “all big-core” generasi ketiga dan diproduksi lewat proses fabrikasi 3nm, membuatnya jauh lebih efisien sekaligus bertenaga.
Sejumlah peningkatan besar ikut dibawa, terutama di sisi performa gaming dan kemampuan pemrosesan AI.
Mengutip situs resmi MediaTek, Kamis (25/9/2025), perusahaan merancang Dimensity 9500 agar bisa memenuhi kebutuhan pengguna modern yang menginginkan ponsel pintar lebih cerdas, lebih kencang, tapi tetap hemat daya.
“Seiring AI semakin masuk ke kehidupan sehari-hari, konsumen berharap perangkat mereka terasa lebih cepat, lebih personal, dan tetap irit baterai,” ujar Corporate Senior Vice President MediaTek, JC Hsu.
Menurut rencana, ponsel pertama yang ditenagai Dimensity 9500 akan meluncur sebelum akhir 2025. Beberapa produsen besar dikabarkan sudah menyiapkan perangkat mereka untuk jadi yang pertama memakai chipset anyar ini.
Alasan Komdigi bakal Wajibkan Registrasi Nomor HP Baru dengan Pengenalan Wajah
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyiapkan Rancangan Peraturan Menteri (RPM) mengenai Registrasi Jasa Telekomunikasi melalui jaringan seluler.
Jika aturan ini resmi berlaku, pengguna dengan nomor HP baru diwajibkan untuk melakukan registrasi dengan menggunakan metode face recgnition (pengenalan wajah).
Alasannya karena registasi pelanggan jasa telekomunikasi yang menggunakan data NIK dan No.KK banyak disalahgunakan dengan menggunakan identitas milik orang lain untuk tujuan kejahatan, seperti penyebaran hoaks, judi online, SMS spamming, dan penipuan.
Pada pasal 153 ayat (2) PM 5/2021, penyelenggara jasa telekomunikasi diwajibkan menggunakan prinsip (Know Your Customer/KYC) yang dilakukan dengan menggunakan data kependudukan biometrik pengenalan wajah (face recognition). Akan tetapi, keputusan ini belum diatur dalam Peraturan Menteri (PM) tersebut.
"Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, perlu adanya PM yang mengatur ketentuan teknis registrasi pelanggan jasa telekomunikasi menggunakan data kependudukan biometrik pengenalan wajah (face recognition)," tulis Komdigi dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (25/11/2025).
Tujuannya adalah untuk meningkatkan validitas data pelanggan guna memperkuat keamanan digital secara nasional terkait PM tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi Melalui Jaringan Bergerak Seluler (RPM Registrasi Pelanggan).
Komdigi juga turut menjelaskan beberapa muatan baru yang akan tersedia dalam aturan ini, antara lain:
Kewajiban Pelanggan WNI dengan menggunakan:
- Nomor MSISDN atau nomor Pelanggan Jasa Telekomunikasi.
- Data Kependudukan berupa NIK, dan Data Kependudukan Biometrik pengenalan wajah (face recognition).
Aturan untuk Pengguna eSIM
Ketentuan untuk Calon Pelanggan di bawah usia 17 tahun dan belum menikah, sehingga belum memiliki KTP dan belum merekam data biometrik, proses registrasi sebagai berikut:
- Nomor Mobile Subsciber Integrated Services Digital Network (MSISDN) atau nomor Pelanggan Jasa Telekomunikasi yang digunakan.
- NIK calon pelanggan.
- Data Kependudukan NIK dan data Biometrik kepala keluarga sesuai dengan data yang tercantum dalam Kartu Keluarga.
Kewajiban bagi Pelanggan yang memanfaatkan eSIM, dengan menggunakan:
- Nomor MSISDN atau nomor Pelanggan Jasa Telekomunikasi.
- NIK dan Data Kependudukan Biometrik berupa pengenalan wajah (face recognition).