Top 3 Berita Bola: Gantikan Amorim, Manchester United Pilih Tunjuk Manajer Sementara

Rencana Manchester United menunjuk manajer sementara, masuk jajaran top 3 berita bola terpopuler Liputan6.com selama 24 jam terakhir.

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 07 Januari 2026, 10:00 WIB
Pelatih Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim (kanan), sudah dipecat manajemen. Kini MU tengah mencari manajer baru. Informasi ini masuk artikel Top 3 Berita Bola. (Darren Staples/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United bersikap hati-hati dalam penunjukkan manajer baru usai pemecatan Ruben Amorim. Mereka tak mau merekrut manajer permanen, namun mengulang formula lama dengan menunjuk manajer interim hingga akhir musim. Kabar soal langkah MU ini masuk jajaran top 3 berita bola terpopuler.

Hal ini pernah dilakukan MU pada musim 2021/2022. Saat itu, Setan Merah menunjuk Ralf Rangnick sebagai manajer interim menggantikan Ole Gunnar Solskjaer.

Rangnick memimpin MU dalam 29 laga di semua ajang. Hasilnya 11 kemenangan, sembilan imbang, dan sembilan kekalahan. Meski tak buruk, ia tak dipermanenkan.

Model tersebut kini dianggap relevan. MU ingin menenangkan situasi internal sambil menyiapkan opsi jangka panjang yang lebih matang di musim panas.

MU memang kini berada di persimpangan penting untuk posisi manajer. Pemecatan Ruben Amorim pada Senin (5/1) pagi waktu setempat memaksa klub menata ulang arah proyek jangka pendek dan panjang.

Simak top 3 berita bola terpopuler di Liputan6.com dalam 24 jam terakhir di halaman berikutnya:


1. Manchester United Ulangi Pola Perekrutan Ralf Rangnick untuk Pengganti Ruben Amorim

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim menyeka wajahnya dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan Brentford di Gtech Community Stadium, London, Inggris, Minggu (04/05/2025) waktu setempat. (AP Photo/PA/John Walton)

Manchester United berada di persimpangan penting untuk posisi manajer. Pemecatan Ruben Amorim pada Senin (5/1) pagi waktu setempat memaksa klub menata ulang arah proyek jangka pendek dan panjang.

Keputusan itu datang tak lama setelah Amorim bicara keras soal terbatasnya wewenang di bursa transfer. Pernyataan tersebut dinilai memperjelas friksi internal di tubuh klub.

MU kini memilih langkah berhati-hati. Alih-alih menunjuk manajer permanen secara instan, manajemen ingin memberi waktu untuk evaluasi menyeluruh.

Selengkapnya


2. Arsenal Panen Untung dari Rivalitas Sehat Bukayo Saka dan Noni Madueke

Para pemain Arsenal, Declan Rice, William Saliba, Martin Odegaard, dan Martin Zubimendi merayakan gol dalam pertandingan Liga Inggris melawan Brighton & Hove Albion di Emirates Stadium, Sabtu (27/12/2025). (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Persaingan merebut menit bermain di Arsenal bukan perkara mudah. Namun, satu posisi yang diyakini paling “kejam” persaingannya adalah sektor sayap kanan, area yang selama ini menjadi milik Bukayo Saka.

Sejak Mikel Arteta ditunjuk sebagai manajer lebih dari enam tahun lalu, Saka menjadi pemain yang paling sering tampil berseragam The Gunners. Catatan itu menegaskan betapa vital perannya, sekaligus menggambarkan betapa beratnya tantangan bagi siapa pun yang ingin menggesernya.

Situasi ini bahkan dianalogikan seperti para penyerang yang dulu harus bersaing dengan Harry Kane di Tottenham Hotspur.

Selengkapnya


3. Terbongkar, Alasan Manchester United Putuskan Pecat Ruben Amorim

Pelatih kepala Manchester United, Ruben Amorim, bereaksi di pinggir lapangan saat pertandingan Premier League antara Manchester United dan Burnley di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris, Sabtu, 30 Agustus 2025. (Martin Rickett/PA via AP)

Jurnalis Ben Jacobs membongkar alasan utama yang menyebabkan Manchester United memutuskan berpisah dengan pelatih Ruben Amorim.

Sebagaimana diketahui, Setan Merah mengumukan pemecatan juru taktik Portugal pada Senin (5/1/2026), sehari setelah skuad racikannya menelan hasil imbang 1-1 melawan Leeds United.

Selepas laga itu, terendus ketegangan antara Amorim dengan petinggi Setan Merah menyusul ledakan emosi yang ditunjukkan sang pelatih saat konferensi pers.

Selengkapnya

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya