Alamtri Resources Tetapkan Kurs Konversi Dividen Tunai Interim 2025

Kurs konversi yang digunakan mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia tanggal 2 Januari 2026, yakni sebesar Rp 16.720 per dolar Amerika Serikat.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 06 Januari 2026, 19:45 WIB
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menyampaikan informasi terkait kurs konversi dividen tunai interim tahun buku 2025. Manajemen menjelaskan, penetapan kurs konversi ini merupakan tindak lanjut atas pengumuman Perseroan pada 17 Desember 2025 mengenai jadwal dan tata cara pembagian dividen tunai interim. 

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (5/1/2026), kurs konversi yang digunakan mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia tanggal 2 Januari 2026, yakni sebesar Rp 16.720 per dolar Amerika Serikat.

Dengan kurs tersebut, total dividen tunai interim yang akan dibagikan dalam mata uang rupiah mencapai Rp 4,18 triliun. Jumlah tersebut dialokasikan untuk 28,80 miliar saham, sehingga setiap pemegang saham akan memperoleh dividen sebesar Rp 145,14 per saham.

Perseroan menegaskan, informasi mengenai kurs konversi dividen tunai interim ini tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.

Pada perdagangan Senin, 5 Januari 2026 harga saham ADRO naik 1,10% ke posisi Rp 1.840 per saham. Saham ADRO dibuka di posisi Rp 1.825. Harga saham ADRO berada di level tertinggi Rp 1.865 dan terendah Rp 1.825 per saham. Total frekuensi perdagangan 20.180 kali dengan volume perdagangan saham 767.610 saham. Nilai transaksi Rp 141,62 miliar.

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi dibuka menguat 30,60 poin atau 0,35 persen ke posisi 8.778,73.

Dikutip dari Antara, Senin (5/1/2026), kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,08 poin atau 0,24 persen ke posisi 854,08.

 

 

IHSG Diprediksi Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan, Rabu 10 September 2025, ditutup menguat 70,402 poin atau naik 0,92% ke level 7.699,007, dari penutupan Selasa (9/9/2025) di 7.626,605. (BAY ISMOYO/AFP)

Dalam riset PT Samuel Sekuritas menyebutkan, IHSG diprediksi menguat didorong sentimen positif pasar regional. Pada Senin pagi, indeks Kospi naik 1,74% dan indeks Nikkei menguat 1,67%.

Sementara itu, dalam catatan BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG naik 1,17% pada Jumat, 2 Januari 2026 disertai dengan aksi beli saham oleh investor asing Rp 1,14 triliun. Saham-saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing antara lain asham BUMI, BRMS, GOTO, MBMA, dan PNLF.

Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman menuturkan, jika IHSG break resistance di 8.750, IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham Senin, 5 Januari 2026. “IHSG akan bergerak di level support 8.500-8.660 dan level resistance 8.820-8.850,” kata Fanny.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya