Super Flu Jadi Sorotan, Ini Panduan Penanganan dan Pencegahannya

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menerbitkan panduan penanganan dan pencegahan paparan virus Super Flu Subclade K, varian baru dari Influenza A H3N2.

oleh Arie NugrahaDiterbitkan 06 Januari 2026, 11:01 WIB
The surge in cases of the H3N2 superflu subclade K virus worldwide has raised concerns due to its rapid spread and intense symptoms. Learn about its causes, symptoms, and effective ways to prevent its spread.

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menerbitkan panduan penanganan dan pencegahan paparan virus Super Flu Subclade K, varian baru dari Influenza A H3N2. Hal ini menyusul laporan penyebaran virus di delapan provinsi di Indonesia dengan karakter gejala yang lebih berat, dan muncul secara mendadak dibandingkan flu musiman biasa.

Menurut Kepala Dinkes Kota Bandung, Sony Adam, secara klinis gejala Super Flu Subclade K memang mirip dengan influenza pada umumnya, tetapi intensitas keluhannya cenderung lebih berat.

"Gejalanya antara lain demam tinggi yang muncul secara mendadak, nyeri otot yang cukup ekstrem, kelelahan berat, serta batuk yang hebat," ujar Sony dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026)

Sony mengatakan, otoritasnya saat ini terus memantau ketat terhadap kondisi kesehatan masyarakat sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Kekhawatiran masyarakat pun terpantau meningkat, terutama di kalangan lanjut usia yang dinilai lebih rentan mengalami gejala berat apabila terinfeksi.

Untuk itu, Dinkes Kota Bandung bersama Dinkes Provinsi Jawa Barat mengingatkan, Super Flu Subclade K berpotensi menimbulkan komplikasi serius, khususnya pada kelompok rentan seperti lansia dan penderita penyakit penyerta, apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.

"Kewaspadaan dini sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih berat," kata Sony.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak panik. Tetap beraktivitas seperti biasa dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

 

Panduan Penanganan dan Pencegahannya

Waspada Super Flu di Akhir Tahun, Epidemiolog Imbau Masyarakat segera Vaksinasi Influenza. Foto: tirachardz/Freepik.

Berikut hal-hal yang harus dilakukan dan yang harus dihindari saat terkena paparan virus Super Flu Subclade K:

- Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi mendadak, nyeri otot berat, batuk hebat, atau kelelahan ekstrem

- Gunakan masker saat sedang sakit atau berada di tempat ramai untuk mencegah penularan

- Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah beraktivitas di luar rumah

- Istirahat cukup dan jaga daya tahan tubuh dengan pola makan bergizi dan asupan cairan yang cukup

- Batasi aktivitas di luar rumah jika sedang mengalami gejala flu

- Lindungi kelompok rentan, seperti lansia dan penderita penyakit penyerta, dari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit

- Ikuti informasi resmi dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat.

- Jangan menganggap remeh gejala flu berat atau demam tinggi yang muncul tiba-tiba

- Jangan memaksakan aktivitas saat kondisi tubuh sedang lemah atau sakit

- Jangan mengonsumsi obat sembarangan, terutama antibiotik tanpa resep dokter

- Jangan menunda pemeriksaan medis jika gejala semakin memburuk

- Jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau hoaks terkait super flu

- Jangan melakukan kontak dekat dengan banyak orang saat sedang sakit, termasuk berjabat tangan atau berkerumun.

 

Infografis Apa Itu Super Flu, Gejala, Pengobatan hingga Kasus di Indonesia. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya