Liputan6.com, Jakarta - Ruben Amorim akhirnya didepak sebagai manajer Manchester United pada Senin 5 Januari 2026. Pemecatan manajer asal Portugal ini dirayakan oleh mantan pemain MU, Alejandro Garnacho.
Amorim terpental dari kursi manajer akibat rentetan hasil buruk MU sejak akhir tahun 2025. Selain itu hubungannya dengan pengurus MU juga dikabarkan renggang akibat permasalahan transfer pemain.
Advertisement
Untuk sementara MU akan ditangani caretaker Darren Fletcher. Kemungkinan besar Manchester United akan mencari pelatih tetap dan mengumumkannya dalam waktu dekat.
Pemecatan Amorim ini disambut suka cita oleh Garnacho. Pemuda 21 tahun itu tertangkap basah memberikan like diunggahan jurnalis Fabrizio Romano yang memberitakan pemecatan Amorim semalam.
Aksi Garnacho memberikan like ini jadi perbincangan hangat diantara fans MU. Pemuda Argentina itu dinilai sangat senang dan sudah lama menantikan Amorim dipecat MU setelah mendapat perlakuan kurang menyenangkan selama di Old Trafford.
Garnacho termasuk salah satu pemain MU yang terbuang dari Old Trafford di era Amorim. Selain Garnacho, ada Antony, Marcus Rashford, Jadon Sancho dan Tyrell Malacia.
Garnacho Hancur di Manchester United pada Era Amorim
Karier Garnacho di MU berantakan saat Amorim berkuasa. Ia jarang dimainkan hingga akhirnya dijual MU pada bursa transfer musim panas 2025 ke Chelsea.
Garnacho kesal bukan main sama Amorim saat tidak dibawa dalam skuad MU ketika melawan Tottenham Hotspur di final Liga Europa 2025 yang berlangsung di Bilbao.
Karier Garnacho Selepas Dibuang Ruben Amorim
Akibat Amorim masih berkuasa di Old Trafford, Garnacho bersedia pindah klub ke Chelsea. Sejauh ini Garnacho tampil cukup baik di Chelsea dengan mengoleksi empat gol dan tiga assists dari 20 pertandingan.
Namun nasib Garnacho di Chelsea kini juga bisa terancam. The Blues baru saja memecat manajer Enzo Maresca. Menarik dinantikan kebijakan manajer baru Chelsea mengingat sektor sayap The Blues cukup berlimpah stok pemain.