Prabowo: Tidak Boleh Dendam dan Sakit Hati, Kalah Pilpres Sudah Lupa

Prabowo mengaku sudah melupakan kekalahannya di Pilpres dan tak dendam dengan pihak lain. Dia menyebut sifat-sifat tersebut dipegangnya sejak masih berusia muda.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 06 Januari 2026, 07:16 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta. (Setpres)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan semua pihak untuk tidak menjadi sosok yang pendendam dan mudah sakit hati. Prabowo tak mempermasalahkan saat dirinya kalah dalam beberapa kali pemilihan presiden (Pilpres).

Prabowo mengaku sudah melupakan kekalahannya di Pilpres dan tak dendam dengan pihak lain. Dia menyebut sifat-sifat tersebut dipegangnya sejak masih berusia muda.

"Aku kalah pilpres berapa kali itu, sudah lupa. Tapi tidak ada masalah. Tidak boleh kita sakit hati, tidak boleh dendam, tidak boleh benci. Dan itu saya, saya berusaha untuk teguh pada pendirian itu," kata Prabowo saat perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).

Dia mengutip salah satu kutipan ajaran Nasrani dalam khotbah Yesus di Alkitab (Matius 5:39) yakni, "Ditampar pipi kiri, berikan pipi kanan". Ajaran tersebut bermakna agar semua orang saling memaafkan.

"Keluarga saya sebagian itu Nasrani. Tapi kadang-kadang kalau ajaran Nasrani yang paling pokok ya, Monsinyur kalau tidak salah ya pendeta, yang paling pokok adalah kalau pipi kiri kita ditempeleng kita harus kasih pipi kanan, betul?. Betul ya? Betul," tuturnya.

"Kalau ditempeleng pipi kiri harus kasih pipi kanan, harus memaafkan, kan begitu kan? Forgive those that trespass against us, bener enggak?" sambung Prabowo.

Dia meyakini semua ajaran agama juga mengajarkan agar tidak menjadi pendendam dan saling memaafkan.

 

Tegaskan Diri untuk Tidak Menjadi Pendendam

Presiden Prabowo Subianto menghadiri puncak perayaan Natal Nasional 2025 yang digelar di Tennis Indoor, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan. (Dok. Tangkapan Layar YouTube)

Prabowo menyampaikan dirinya selalu ingin mencari kebaikan dibandingkan ketidakbaikan.

"Jadi saya sebenarnya ya bagi saya itu selalu ingin cari kebaikan daripada ketidakbaikan. Saya ingin cari persatuan daripada perpecahan. Kalau masuk ke dalam kancah politik pasti persaingan sangat ketat," jelas Prabowo.

Prabowo menceritakan anggota keluarganya yang marah karena dirinya pemaaf. Namun, Prabowo tetap teguh pada pendiriannya untuk tidak menjadi pendendam demi persatuan Indonesia.

"Jadi saya kadang-kadang kalau di keluarga saya beberapa saudara saya malah apa itu suka marah sama saya: 'Bowo kamu kenapa selalu dia dulu begini-begini-in kamu?'. Saya bilang itu kan dulu, sekarang keadaannya harus bersatu, harus bekerja sama," pungkas Prabowo.

Infografis 33 Ribu Kuota Mudik Gratis Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya