Liputan6.com, Jakarta - Dinamika geopolitik bergejolak. Tindakan Amerika Serikat tehadap Venezuela menjadi alarm kepada negara lain untuk waspada.
Menurut Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara (Badko HMI Sumut), Muhammad Yusril Butar Butar, Amerika Serikat sebagai kekuatan global secara konsisten menjalankan kebijakan luar negeri yang berorientasi pada kepentingan strategis nasionalnya.
Advertisement
Oleh karena itu, ia mendorong, hubungan bilateral perlu dianalisis secara kritis dan objektif, dengan mempertimbangkan implikasinya terhadap kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, serta posisi strategis Indonesia di tingkat internasional.
“Pemerintah Indonesia harus meningkatkan kewaspadaan dalam setiap bentuk kerja sama, perjanjian, dan kesepakatan strategis dengan Amerika Serikat," kata Yusril melalui keterangan tertulisnya, Senin (5/1/2026).
Yusril menegaskan, prinsip politik luar negeri (polugri) bebas dan aktif tidak boleh berhenti pada tataran normatif. Hal itu harus diwujudkan melalui kebijakan yang independen dan berpihak pada kepentingan nasional.
Perumusan Kebijakan Luar Negeri
Selain itu, lanjut dia, Badko HMI Sumut juga menekankan pentingnya perumusan kebijakan luar negeri yang berbasis kajian akademik, transparansi, serta partisipasi publik.
"Pendekatan ini dinilai krusial agar Indonesia tidak terjebak dalam arsitektur geopolitik global yang berpotensi merugikan kepentingan jangka panjang bangsa," jelas dia.
Sebagai informasi, pernyataan Yusril disampaikan sebagai respons dan kontribusi pemikiran kritis Badko HMI Sumut dalam mendorong kebijakan luar negeri Indonesia yang berdaulat, rasional, dan berorientasi pada kepentingan nasional.