Libatkan Kelompok Pecinta Alam, Dispar Rejang Lebong Bengkulu Kembangkan Sektor Pariwisata

Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menggandeng kelompok pecinta alam untuk terlibat aktif dalam promosi wisata lokal sekaligus sebagai upaya konservasi sumber daya alam.

oleh Nikmah Laily HawaDiterbitkan 06 Januari 2026, 16:30 WIB
Memperingati Hari Ligkungan Hidup Sedunia dan memaknai 8 tahun Ensiklik Laudato Si, Sabtu (3/6/2023), Komunitas OMK Pencinta Alam menanam ratusan mangrove di Pantai Mokupa, Kabupaten Minahasa, Sulut.

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu melibatkan kelompok pecinta alam untuk mengembangkan potensi wisata berbasis alam di wilayah setempat.

Upaya ini dipilih untuk mempromosikan destinasi wisata sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan melalui skema pengaktifan kembali Forum Pecinta Alam Rejang Lebong.

Kepala Dispar Rejang Lebong Riki Irawan mengatakan sudah menyiapkan skema pengaktifan kembali Forum Pecinta Alam Rejang Lebong untuk mendukung berbagai program kepariwisataan.

"Kita sudah menyiapkan skema pengaktifan kembali Forum Pecinta Alam Rejang Lebong yang selama ini dinilai belum optimal," ujar Riki, melansir Antara, Selasa (6/1/2026).

"Forum ini akan kembali dilibatkan secara aktif dalam berbagai program kepariwisataan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong," sambung dia.

Menurut Riki, keterlibatan komunitas pecinta alam memberikan nilai tambah dalam pengembangan ekowisata dan wisata petualangan.

"Pengalaman mereka di lapangan membuat kelompok ini lebih memahami karakter alam, jalur wisata, serta potensi risiko yang perlu diantisipasi," kata Riki.

Komunitas Pecinta Alam sebagai Mitra Strategis Pariwisata Daerah

6 wisata di Bengkulu. (dok. Instagram @wonderfulbengkulu/https://www.instagram.com/p/B278cR9ArPn//Adhita Diansyavira)

Menurut Riki, komunitas pecinta alam memiliki potensi yang besar dalam pengembangan sektor pariwisata daerah. Keterlibatannya dinilai memiliki peran yang penting dalam kegiatan promosi wisata alam.

"Selama ini aktivitas kelompok pecinta alam hanya dinilai orang sebatas kegiatan naik turun gunung. Padahal mereka ini memiliki potensi besar untuk dilibatkan dalam promosi destinasi wisata, pendampingan wisata minat khusus, hingga edukasi konservasi lingkungan," terangnya.

Ia juga mengatakan, selain berfokus pada aspek promosi, keterlibatan komunitas pecinta alam dapat menjadi upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Mereka dapat menjadi garda terdepan untuk memastikan aktivitas pariwisata tidak merusak lingkungan.

Hingga saat ini, Kabupaten Rejang Lebong telah memiliki 26 desa wisata yang memanfaatkan berbagai potensi lokal. Beberapa potensi lokal tersebut meliputi sungai, danau, sumber air panas, air terjun, gunung api, kawasan hutan, dan sektor pertanian

Wisata urban adalah wisata yang menjadikan ruang-ruang publik kota dan pengalaman hidup di perkotaan sebagai atraksi utama. (Dok: Liputan6.com/Trisyani)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya