Kementan Bentuk 33 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian, Dukung Produktivitas Pertanian

Kementerian Pertanian (Kementan) membangun 33 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian di 33 provinsi untuk memperkuat pendampingan teknologi pertanian dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan.

oleh Nikmah Laily HawaDiterbitkan 06 Januari 2026, 14:05 WIB
Ilustrasi petani bekerja di sawah. (Dok. Kementan)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) menciptakan sebanyak 33 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian di 33 provinsi untuk memperkuat pendampingan teknologi pertanian daerah dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan.

Pembangunan balai pertanian tersebut ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2025 yang berada di bawah koordinasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP).

Kepala BRMP Kementan Fadjry Djufry mengatakan, pengembangan ini merupakan bagian dari peningkatan status Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Daerah yang sebelumnya telah ada.

"Dengan peningkatan status ini, koordinasi antara pusat dan daerah diharapkan semakin kuat, terutama dalam memperluas program dan kebijakan Kementerian Pertanian hingga ke tingkat lapangan," ujar Fadjry, mengutip Antara, Selasa (6/1/2026).

Selain itu, kata Fadjry, balai besar ini berfungsi untuk melakukan identifikasi dan verifikasi kebutuhan teknologi, perekayasaan, pengujian, diseminasi, serta penerapan paket teknologi pertanian spesifik lokasi.

Dia mengatakan, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung swasembada pangan yang berkelanjutan, balai ini memproduksi benih dan bibit sumber unggul yang tersertifikasi.

"Balai besar ini hadir untuk memastikan ketersediaan benih dan bibit sumber bermutu sebagai fondasi peningkatan produktivitas pertanian di daerah," ucap Fadjry.

Tingkatkan Produktivitas Pertanian untuk Swasembada Pangan Berkelanjutan

Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). (Dok. Kementan)

 

Menurut Fadjry, kehadiran balai besar di setiap provinsi mampu menyediakan dan memberikan pendampingan program pembangunan pertanian, serta meningkatkan kapasitas petani dan pelaku usaha pertanian.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk kesejahteraan produksi.

"Kita tidak boleh setengah-setengah dalam meningkatkan produksi pangan. Semua harus berbasis inovasi dan teknologi agar produktivitas naik dan biaya produksi turun," tegasnya.

Kegiatan ini didukung penuh oleh pemerintah dengan target percepatan modernisasi pertanian melalui berbagai tindakan seperti, penguatan kelembagaan, pemanfaatan teknologi unggul, serta mekanisasi untuk mewujudkan pertanian yang produktif, efisien dan berdaya saing.

Infografis Bahan Pangan Lokal Bernutrisi tapi Jarang Diketahui. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya