Pencarian Dua Anak Pelatih Valencia FC Diperpanjang Hingga 7 Januari

Tim SAR Gabungan menemukan jenazah pelatih tim B sepakbola wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras, Minggu 4 Januari 2025.

oleh Ola KedaDiterbitkan 04 Januari 2026, 20:59 WIB
Upaya pencarian korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar kembali membuahkan hasil. Polisi bersama Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah laki-laki dewasa warga negara Spanyol, yang diyakini sebagai pelatih Valencia FC B Fernando Martin Carreras. (Liputan6.com/Ola Keda)

Liputan6.com, Jakarta - Dua dari empat korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di Perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT sudah ditemukan. Terkini, Tim SAR Gabungan menemukan jenazah pelatih tim B sepakbola wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras, Minggu 4 Januari 2025.

Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko mengungkapkan pencarian terhadap dua anak laki-laki pelatih tim B sepakbola wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras, yang masih hilang diperpanjang tiga hari lagi hingga Rabu (7/1/2026).

"Perpanjangan pencarian pertama itu dari tanggal 2-4 Januari 2026. Perpanjangan kedua sampai dengan 7 Januari 2026," ujar Rudi.

Dalam pencarian hari kesepuluh hari ini, Fernando Martin Carreras akhirnya ditemukan oleh tim Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda NTT.

Menurut Rudi, Fernando ditemukan dalam posisi terlungkup tanpa mengenakan baju serta terombang-ambing di atas permukaan air. Setelah itu, Ditpolairud Polda NTT langsung menghubungi Basarnas untuk mengevakuasi dan memasukannya ke dalam kantong jenazah.

"Jenazah dibawa ke KN SAR Puntadewa untuk kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo guna proses identifikasi lebih lanjut," ujarnya.

Dugaan Kelalaian

Polisi memastikan proses penyidikan atas insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah terus berlanjut. Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan, penyidikan kini memasuki tahap analisis dan evaluasi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan laut tersebut.

“Penyidikan difokuskan pada dugaan kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dunia,” ujar Henry.

Menurut Henry, penyidik Satreskrim dan Satpolairud Polres Manggarai Barat telah memeriksa awak kapal serta pihak-pihak yang terlibat dalam operasional pelayaran dan layanan wisata.

Pemeriksaan mencakup aspek pengendalian kapal, kondisi mesin, serta penerapan prosedur keselamatan saat keadaan darurat.

Selain keterangan saksi, polisi juga telah mengamankan sejumlah alat bukti dan dokumen kapal yang akan dianalisis lebih lanjut sebelum penetapan status hukum.

“Penetapan tersangka akan dilakukan setelah alat bukti dinyatakan cukup,” kata Henry.

Ia menegaskan, penegakan hukum dilakukan untuk memberikan keadilan bagi korban dan keluarga, sekaligus menjadi pengingat bagi pelaku usaha wisata bahari agar mengutamakan keselamatan pelayaran.

"Kami akan menyampaikan perkembangan penyidikan secara terbuka kepada publik," tutupnya. *

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya