Liputan6.com, Jakarta - Google saat ini tengah menguji model kecerdasan buatan (AI) gambar terbarunya atau yang disebut “Nano Banana 2 Flash.” Model ini diklaim memiliki kecepatan pemrosesan yang lebih tinggi dibandingkan model sebelumnya yaitu Nano Banana Pro.
Sebagai bagian dari Gemini Flash, Nano Banana 2 Flash dirancang untuk kebutuhan visual serba instan. Raksasa mesin pencari tersebut menyiapkan model ini untuk pembuatan gambar cepat, pengeditan ringan, hingga integrasi ke layanan cloud dan smartphone.
Advertisement
Kehadiran model ini menegaskan fokus Google dalam mengembangkan AI visual yang responsive, efisien, dan siap digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembuatan gambar yang instan hingga integrasi ke layanan cloud dan perangkat pintar.
Dilansir Bleeping Computer, Rabu (7/1/2026), Nano Banana 2 Flash tidak ditujukan untuk menggantikan Nano Banana Pro. Google tetap memisahkan kebutuhan performa tinggi dan kebutuhan respons cepat dalam dua model berbeda.
Model Nano Banana 2 Flash pertama kali muncul di platform X melalui ungguhan akun MarsForTech, yang dikenal memiliki rekam jejak membocorkan berbagai model Gemini milik Google.
Saat ini, Nano Banana Pro (Gemini 3 Pro Image) masih menjadi model AI gambar kelas atas Google. Model ini dirancang untuk menangani kebutuhan kreatif lebih kompleks, terutama pekerjaan menuntut tingkat akurasi tinggi, pemahaman konteks lebih mendalam, serta hasil visual lebih bersih dan presisi.
Model ini juga dibekali dengan kemampuan penalaran yang lebih kuat serta pemahaman dunia nyata yang lebih luas. Berkat keunggulan dimiliki Nano Banana Pro ini mampu mengubah teks atau konten referensi menjadi visual yang lebih jelas, seperti prototipe, diagram, papan cerita, infografis, hingga cuplikan resep atau visual gaya cuaca, termasuk info real-time ketika terhubung dengan fitur pencarian.
Sementara itu, Nano Banana 2 Flash disebut akan menawarkan kemampuan serupa, namun dengan fokus utama pada kecepatan. Dari sisi kapabilitas, model ini dinilai tidak akan sekuat Nano Banana Pro.
Google Siapkan Fitur Perintah Suara Gemini AI untuk Android
Disisi lain Google semakin serius menjadikan Gemini sebagai asisten berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu mengendalikan ponsel Android secara langsung.
Melalui serangkaian demo dan riset terbaru, Google memperlihatkan visi masa depan di mana perintah suara bisa menggantikan sentuhan layar dalam menjalankan berbagai tugas digital.
Dikutip dari 9to5Google, Rabu (31/12/2025), pada ajang Google I/O 2025 yang digelar Mei 2025, Google mendemonstrasikan prototipe penelitian terbaru dari Project Astra yang dapat mengambil konten dari web/Chrome, mencari dan memutar video YouTube, mencari melalui email, melakukan panggilan atas nama pengguna, dan melakukan pemesanan.
Demo berdurasi dua menit ini menunjukkan Gemini menggulir dokumen PDF di Chrome untuk Android, membuka aplikasi YouTube, menelusuri hasil pencarian, hingga memilih dan memutar video secara otomatis. Google sedang berupaya menghadirkan kemampuan ini di Gemini Live.
Pada Oktober 2025, Google juga merilis Computer Use model versi pratinjau untuk para pengembang. Model ini memungkinkan Gemini berinteraksi dengan antarmuka pengguna layaknya manusia, seperti menggulir layar, mengklik, dan mengetik.
Meski saat ini masih dioptimalkan untuk browser web, Google menilai teknologi tersebut memiliki potensi besar untuk pengendalian antarmuka mobile.
Google menggambarkan kemampuan ini sebagai langkah penting untuk membangun agen AI yang andal. Hal ini dikarenakan banyak aktivitas digital yang masih memerlukan interaksi langsung dengan antarmuka pengguna grafis, bukan sekadar perintah teks.
Strategi Apple dan Google terhadap Asisten AI
Sebelumnya Apple telah lebih dulu memaparkan visinya melalui Siri generasi terbaru. Apple menjanjikan Siri mampu menjalankan aksi lintas aplikasi hanya lewat suara, mulai dari mengedit foto hingga menyimpannya ke aplikasi Notes tanpa sentuhan layar. Namun, sistem ini menuntut integrasi khusus dari pengembang aplikasi.
Berbeda dengan pendekatan Apple, Google terlihat memilih jalur yang lebih fleksibel. Gemini dirancang agar bisa bekerja tanpa integrasi khusus dari pengembang aplikasi, sebuah pendekatan praktis mengingat ekosistem Android yang sangat luas.
Upaya Google ini bukanlah hal baru. Pada 2019, Google sempat memperkenalkan Google Assistant generasi baru dengan pemrosesan suara langsung di perangkat.
Saat itu, Google mengklaim penggunaan suara akan membuat navigasi sentuh terasa lambat. Namun, teknologi tersebut tidak pernah populer dan tetap terbatas pada perangkat Pixel.