4 Kemenangan Juventus Terhenti di Tangan Lecce

Juventus gagal melanjutkan tren kemenangan usai ditahan Lecce 1-1 di Allianz Stadium. Penalti gagal dan rapatnya pertahanan tim tamu jadi sorotan.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 04 Januari 2026, 09:18 WIB
Pemain Juventus, Kenan Yildiz (kiri), dikepung pemain-pemain Lecce pada laga Serie A/Liga Italia antara Juventus vs Lecce di Turin, Italia, Sabtu, 3 Januari 2026. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Juventus membuka tahun 2026 dengan hasil yang jauh dari harapan. Bermain di kandang sendiri, Allianz Stadium, Bianconeri harus puas berbagi angka usai ditahan imbang Lecce 1-1 pada pekan ke-18 Serie A, Minggu (4/1) dini hari WIB.

Hasil ini menghentikan laju positif Juventus yang sebelumnya mencatat empat kemenangan beruntun di semua kompetisi yakni lawan Pafos, Bologna, Roma, dan Pisa. Momentum yang dibangun sejak akhir tahun lalu pun terputus di hadapan publik Turin.

Secara permainan, Juventus tampil dominan. Penguasaan bola mutlak berada di kaki tuan rumah, tetapi efektivitas menjadi persoalan utama yang kembali muncul.

Sebaliknya, Lecce datang dengan rencana yang jelas. Disiplin, berani, dan siap menghukum setiap kesalahan kecil yang dibuat Juventus.


Lecce Menghukum Kelengahan Juventus

Pemain Lecce, Lameck Banda, bereaksi pada laga Serie A/Liga Italia antara Juventus vs Lecce di Turin, Italia, Sabtu, 3 Januari 2026. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Juventus mencoba mengontrol tempo sejak menit awal, tetapi Lecce tidak hanya bertahan pasif. Tim tamu tetap berani keluar menekan dan menunggu celah dari kesalahan lawan.

Kesempatan itu datang sebelum jeda. Kesalahan di lini belakang Juventus dimanfaatkan dengan sempurna oleh Lameck Banda, yang mencetak gol pembuka dan membuat Allianz Stadium terdiam. Juventus tertinggal di saat yang paling tidak diharapkan.

Respons Juventus datang cepat setelah jeda. Weston McKennie mencetak gol penyama kedudukan yang menghidupkan kembali harapan publik Allianz. Sejak saat itu, permainan sepenuhnya dikuasai tuan rumah.

Tekanan demi tekanan akhirnya menghasilkan penalti, peluang emas untuk mengamankan kemenangan. Namun, kegagalan Jonathan David mengeksekusi penalti membuat Juventus kembali frustrasi. Wladimiro Falcone tampil luar biasa di bawah mistar Lecce.


Penyelesaian Akhir yang Tidak Optimal

Pelatih Juventus Luciano Spalletti memberikan instruksi dalam pertandingan fase liga Liga Champions melawan Sporting CP di Turin, Italia, Rabu, 5 November 2025. (AP Photo/Antonio Calanni)

Pelatih Luciano Spalletti menilai masalah timnya terletak pada ketajaman di kotak penalti. “Kita perlu meningkatkan pilihan kita di dalam kotak penalti,” katanya dikutip dari Football Italia.

"Kami berkali-kali mengirim bola ke area berbahaya, baik di babak pertama maupun kedua, tetapi kami tidak pernah menemukan sentuhan yang tepat untuk mengarahkannya kembali. Di situlah kami harus berkembang," sambungnya.

Meski kecewa, Spalletti tetap melihat progres. “Kami memainkan pertandingan yang bagus, pertandingan yang sangat bagus,” tambahnya.

“Hasil selalu membuat perbedaan, tentu saja, tetapi ada langkah maju yang jelas dalam penampilan kami," tegasnya.

Sumber: Football Italia, JuveFC

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya