Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Meksiko, Dua Orang Tewas

Salah seorang korban tewas akibat gempa adalah lansia.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 03 Januari 2026, 12:54 WIB
Gempa magnitudo 6,5 mengguncang bangunan-bangunan di wilayah selatan dan tengah Meksiko pada Jumat (2/1/2026), memaksa warga berkumpul di jalan-jalan. (Dok. AP)

Liputan6.com, Kota Meksiko - Gempa magnitudo 6,5 mengguncang wilayah selatan dan tengah Meksiko pada Jumat (2/1/2026) dan sempat mengganggu konferensi pers Presiden Claudia Sheinbaum ketika alarm seismik berbunyi. 

Menurut badan seismologi nasional Meksiko seperti dikutip dari laporan Associated Press, gempa berpusat di dekat Kota San Marcos, di Negara Bagian Guerrero, wilayah selatan Meksiko. Setelah gempa utama, tercatat lebih dari 500 gempa susulan.

Badan pertahanan sipil Negara Bagian Guerrero melaporkan terjadinya sejumlah longsor di sekitar Acapulco dan di beberapa ruas jalan raya lain di negara bagian tersebut.

Gubernur Guerrero Evelyn Salgado mengatakan seorang perempuan berusia 50 tahun yang tinggal di sebuah komunitas kecil dekat pusat gempa meninggal dunia setelah rumahnya runtuh. Pihak berwenang juga menyatakan bahwa sebuah rumah sakit di Chilpancingo, ibu kota Guerrero, mengalami kerusakan struktural berat sehingga sejumlah pasien harus dievakuasi.

Warga dan wisatawan di Mexico City dan Acapulco berhamburan ke jalan-jalan saat guncangan mulai terasa. Wali Kota Mexico City Clara Brugada mengonfirmasi bahwa satu orang meninggal dunia setelah mengalami keadaan darurat medis yang diduga terjadi sebelum korban terjatuh saat mengevakuasi diri dari sebuah gedung.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebutkan, pusat gempa berada pada kedalaman 35 kilometer di wilayah pegunungan Guerrero, sekitar 4 kilometer di utara-barat laut Rancho Viejo dan sekitar 92 kilometer di timur laut Acapulco. 

Presiden Sheinbaum dilaporkan melanjutkan kembali konferensi persnya tidak lama setelah gempa terjadi.

 

Suara Gemuruh dan Gonggongan Anjing Warnai Detik-detik Gempa

Jose Raymundo Diaz Taboada, seorang dokter dan pembela hak asasi manusia yang tinggal di salah satu puncak perbukitan di sekitar Acapulco, mengatakan bahwa ia mendengar suara gemuruh keras dan seluruh anjing di lingkungan sekitarnya mulai menggonggong. 

"Pada saat itu peringatan seismik berbunyi di ponsel saya," katanya, "Dan kemudian guncangannya mulai terasa kuat dengan banyak suara."

Guncangan, sebut Diaz Taboada, terasa lebih ringan dibandingkan beberapa gempa yang pernah dialaminya sebelumnya. Meski demikian, ia telah menyiapkan ransel berisi perlengkapan penting untuk berjaga-jaga karena gempa susulan masih terus terjadi.

Ia juga mengatakan belum dapat menghubungi beberapa temannya yang tinggal di sepanjang wilayah Costa Chica di tenggara Acapulco karena komunikasi terputus.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya