Demo di Iran Meluas, 7 Orang Tewas dalam Bentrokan dengan Aparat

Apa pemicu aksi demo di Iran hingga menyebabkan korban jiwa?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 02 Januari 2026, 12:02 WIB
Bendera Iran (Atta Kenare / AFP PHOTO)

Liputan6.com, Teheran - Gelombang demonstrasi akibat tekanan ekonomi yang kian berat di Iran meluas ke sejumlah provinsi pedesaan pada Kamis, memicu bentrokan dengan aparat keamanan yang menewaskan sedikitnya tujuh orang.

Insiden ini menandai korban jiwa pertama sejak rangkaian protes dimulai dan berpotensi memicu respons keamanan yang lebih keras dari pemerintah Teheran.

Pihak berwenang melaporkan dua orang tewas pada Rabu (31/12/2025) dan lima lainnya pada Kamis, tersebar di empat kota. Mayoritas korban berasal dari wilayah yang dihuni kelompok etnis Lur. Meski intensitas protes di ibu kota Teheran dilaporkan menurun, unjuk rasa justru menyebar ke daerah lain.

Protes kali ini disebut sebagai yang terbesar sejak 2022, ketika kematian Mahsa Amini, 22 tahun, dalam tahanan polisi memicu demonstrasi nasional. Namun, skala dan intensitasnya dinilai belum menyamai gelombang protes pasca-kematian Amini, yang ditahan terkait aturan penggunaan hijab, dikutip dari laman AP News, Jumat (2/1/2026).

Kekerasan paling parah terjadi di Azna, Provinsi Lorestan, sekitar 300 kilometer barat daya Teheran. Video yang beredar daring memperlihatkan benda-benda dibakar di jalan, suara tembakan, dan teriakan massa yang mengecam aparat.

Kantor berita semi-resmi Fars melaporkan tiga orang tewas di kota tersebut. Sejumlah media pro-reformasi mengutip laporan Fars, sementara media pemerintah minim memberitakan kekerasan, diduga karena pembatasan peliputan—pengalaman yang pernah berujung penangkapan jurnalis pada 2022.

 

Penembakan ke Para Demonstran

Mahsa Amini meninggal setelah ia ditangkap polisi akibat tidak pakai hijab dengan benar. Warga Iran pun demo. Dok: AP Photo

Di Lordegan, Provinsi Chaharmahal dan Bakhtiari, rekaman video menunjukkan massa berkumpul di jalan dengan suara tembakan terdengar di latar belakang. Fars, mengutip pejabat anonim, menyebut dua orang tewas pada Kamis. Pusat Hak Asasi Manusia Abdorrahman Boroumand yang berbasis di Washington juga melaporkan dua korban tewas dan mengidentifikasi mereka sebagai demonstran.

Sementara itu, di Fuladshahr, Provinsi Isfahan, media pemerintah melaporkan satu kematian pada Kamis. Kelompok aktivis mengaitkan insiden tersebut dengan penembakan polisi terhadap demonstran.

Pada Rabu malam, seorang relawan berusia 21 tahun dari pasukan paramiliter Basij dilaporkan tewas dalam demonstrasi terpisah. Kantor berita negara IRNA mengonfirmasi kematian tersebut tanpa merinci penyebabnya. Media Student News Network yang dekat dengan Basij menyalahkan demonstran, mengutip Wakil Gubernur Lorestan Saeed Pourali. Ia menyebut 13 anggota Basij dan polisi lainnya terluka.

Pourali menegaskan protes dipicu tekanan ekonomi, inflasi, dan fluktuasi nilai tukar. “Suara warga harus didengar dengan bijaksana,” ujarnya, seraya menyebut 20 orang ditangkap di Kouhdasht dan situasi telah kembali kondusif.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya