Mulai 8 Januari 2026, 19.188 SPPG Bakal Beroperasi Serentak

Capaian ini menjadi fondasi kuat bagi pelaksanaan penuh program pada 2026, yang akan mulai beroperasi serentak pada 8 Januari dan menargetkan layanan bagi sekitar 55,1 juta penerima manfaat.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 02 Januari 2026, 08:37 WIB
Melalui skema terintegrasi, kebutuhan bahan pangan dapur dipasok langsung dari petani, nelayan, peternak, serta pedagang tradisional setempat. Pola ini memberikan kepastian pasar bagi para pemasok, sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku UKM kuliner dan jasa transportasi lokal. Dengan demikian, pemenuhan gizi anak berjalan seiring dengan penguatan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Tampak dalam foto, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menyaksikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saat Grand Launching Nasional SPPG Terintegrasi di Lapangan Dapur SPPG-MBG kawasan Tanah Sareal Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/12/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menutup tahun 2025 dengan capaian signifikan, dari tahap awal pelaksanaan yang hanya melibatkan 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi hingga berhasil memperluas fondasi layanan menjadi 19.188 SPPG, yang sekaligus menjadi pijakan awal pelaksanaan di tahun 2026.

"Tahun 2025 kami gunakan untuk membangun fondasi yang kuat. Dari 190 SPPG di awal tahun hingga 19.188 SPPG di akhir tahun, ini menunjukkan kerja masif dan terukur dalam menyiapkan layanan MBG," kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, dalam keterangannya, Jumat (2/1/2026).

Karena itu, Program MBG akan memasuki fase penuh pada 8 Januari 2026, dengan pengoperasian serentak 19.188 SPPG untuk melayani sekitar 55,1 juta penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.

 

Dadan menuturkan, kesiapan tersebut memungkinkan MBG memasuki 2026 dengan cakupan penerima manfaat yang besar sejak hari pertama, sekaligus memperluas ruang peningkatan kualitas layanan.

"Mulai 8 Januari 2026, MBG langsung melayani lebih dari 55 juta penerima manfaat. Pada tahun 2026, MBG tidak hanya berfokus pada intervensi gizi, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan SPPG serta penguatan edukasi gizi agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik dalam memilih makanan sehat dan bergizi," ungkap dia.

Strategi Panjang Pemerintah

Menurut Dadan, pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk membangun pola konsumsi sehat sejak dini, seiring target peningkatan jumlah penerima manfaat hingga 82,9 juta orang.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya