Prediksi Cuaca BMKG Hari Ini Jumat 2 Januari 2026: Mayoritas Jabodetabek Hujan Ringan hingga Sedang

Wilayah Jakarta dan sekitarnya diperkirakan akan kembali mengalami cuaca berawan tebal hingga hujan ringan dan sedang pada Jumat (02/01/2026).

oleh Rio Ferdinand Muhammad Eka PutraDiterbitkan 02 Januari 2026, 06:15 WIB
Pejalan kaki yang menggunakan payung saat hujan deras menyeberang jalan di kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (23/11/2022). Sejak Oktober, DKI Jakarta mulai memasuki musim penghujan yang sudah masuk ke dalam tahap ekstrem. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Wilayah Jakarta dan sekitarnya diperkirakan akan kembali mengalami cuaca berawan tebal hingga hujan ringan dan sedang pada Jumat (02/01/2026). Demikian prakiraan cuaca hari ini berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BMKG melaporkan, pagi hari cuaca di seluruh wilayah DKI Jakarta, meliputi Jakarta Barat, Pusat, Selatan, Timur, dan Utara, diprediksi berawan tebal. Memasuki siang hari, hujan mulai turun di hampir seluruh wilayah Jakarta. Hujan ringan diprakirakan mengguyur Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan, sementara Jakarta Timur dan Jakarta Utara berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang.

Pada malam hari, hujan masih berlanjut di sebagian besar wilayah Ibu Kota. Hujan ringan diperkirakan terjadi di Jakarta Barat, Selatan, Timur, dan Utara, sedangkan Jakarta Pusat diprediksi kembali berawan tebal.

Di Kepulauan Seribu, cuaca diperkirakan berawan tebal pada pagi hari, kemudian hujan ringan pada siang hingga malam hari.

Sementara itu, wilayah penyangga Jakarta diprediksi mengalami cuaca yang relatif lebih basah. Bekasi dan Depok berpotensi diguyur hujan ringan pada pagi hari, lalu meningkat menjadi hujan sedang pada siang hari, sebelum kembali hujan ringan pada malam hari. 

Adapun Kota Bogor diprakirakan mengalami hujan ringan sepanjang hari, mulai pagi hingga malam.

Untuk Tangerang, Banten, BMKG memprakirakan cuaca berawan tebal pada pagi hari, kemudian hujan ringan pada siang hingga malam hari.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang, terutama pada siang hari, yang dapat berdampak pada aktivitas luar ruangan dan kondisi lalu lintas di wilayah Jabodetabek.

Berikut informasi cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.co.id:

 Kota  Pagi  Siang   Malam 
 Jakarta Barat  Berawan Tebal  Hujan Ringan  Hujan Ringan 
 Jakarta Pusat   Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal 
 Jakarta Selatan  Berawan Tebal  Hujan Sedang  Hujan Ringan
 Jakarta Timur   Berawan Tebal  Hujan Sedang  Hujan Ringan
 Jakarta Utara   Berawan Tebal  Hujan Sedang  Hujan Ringan
 Kepulauan Seribu   Berawan Tebal  Hujan Ringan  Hujan Ringan 
 Bekasi   Hujan Ringan  Hujan Sedang  Hujan Ringan 
 Depok   Hujan Ringan  Hujan Sedang  Hujan Ringan
 Kota Bogor   Hujan Ringan  Hujan Ringan  Hujan Ringan 
 Tangerang  Berawan Tebal  Hujan Ringan  Hujan Ringan 

BMKG: Waspada Hujan Lebat hingga Awal Tahun 2026

Kenderaan melintas saat hujan di Bundaran HI, Jakarta, Senin (1/11/2021). BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir, dan angin kencang untuk berbagai wilayah di Indonesia. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi peningkatan hujan dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi itu dipicu dinamika iklim global dan aktivitas siklon tropis di sekitar wilayah Tanah Air.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan itu dalam Rapat Koordinasi Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Basah yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (29/12/2025).

BMKG juga mencatat, Indonesia saat ini berada dalam pengaruh fenomena La Nina lemah yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2026. Kondisi tersebut memicu pembentukan awan hujan secara intensif di wilayah Indonesia akibat suhu muka laut domestik yang lebih hangat dibanding Samudera Pasifik dan Hindia.

"Dalam beberapa bulan terakhir, kondisi dari anomali suhu muka air laut di perairan Indonesia yang menyebabkan kita menjadi steam engine atau tungku terbentuknya awan-awan tinggi yang menyebabkan curah hujan yang cukup tinggi di Indonesia,” ujar Faisal.

Siklon Tropis Hayley dan Bibit Siklon Baru Perlu Diwaspadai

Faisal menyampaikan, saat ini terdapat Siklon Tropis Hayley yang terbentuk dari bibit siklon 96S sejak 25 Desember dan berkembang menjadi siklon dewasa pada 26 Desember 2025 di wilayah kerja Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Australia.

BMKG juga memantau ada bibit siklon 98S yang muncul di utara Australia sejak 27 Desember 2025.

“Pembentukan siklon ini sebenarnya sudah dapat kami pantau sejak empat hingga tujuh hari sebelumnya, kita sudah dapat memantau secara real time ya, bagaimana pembentukannya, dia akan bergerak kemana, lintasannya, kemudian apakah kategorinya masuk kategori 1, 2, 3, dan seterusnya,” jelas Faisal.

Dampak Siklon Hayley ini antara lain, hujan sedang hingga lebat yang akan terjadi di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, disertai dengan angin kencang serta gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa Indonesia bukan wilayah rawan siklon tropis.

“Selama 55 tahun terakhir, hanya lima siklon yang tercatat melintasi atau mendekati wilayah Indonesia, dan sebagian besar berkategori rendah. Efek Coriolis di wilayah khatulistiwa membuat siklon melemah saat mendekati Indonesia,” tutur Faisal.

Infografis Tips Hadapi Cuaca Ekstrem. (Liputan6.com/Abdillah/Gotri)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya