Liputan6.com, Jakarta - Dunia estetika dan bedah plastik terus berevolusi, dengan 2026 diprediksi akan membawa perubahan signifikan dalam preferensi pasien dan inovasi prosedur. Tren utama yang muncul menunjukkan adanya pergeseran kuat menuju hasil yang lebih alami, tahan lama, serta berfokus pada peningkatan kecantikan tanpa terlihat berlebihan.
Filosofi estetika yang baru ini menekankan pelestarian anatomi dan pendekatan regeneratif untuk mempercantik diri, bukan sekadar memutar waktu. Pergeseran ini didorong kesadaran yang meningkat akan efek jangka panjang dari prosedur yang terlalu drastis, serta keinginan mendapat tampilan yang harmonis dengan fitur alami tubuh.
Advertisement
Pasien kini lebih menginginkan hasil yang meningkatkan kecantikan mereka secara subtil, sehingga tetap terlihat segar dan awet muda tanpa jejak intervensi yang jelas. Berbagai prosedur, mulai dari wajah hingga pembentukan tubuh, akan beradaptasi untuk memenuhi permintaan ini.
Inovasi teknologi, seperti alat bertenaga kecerdasan buatan (AI) dan teknik minimal invasif, juga akan berperan penting dalam membentuk masa depan operasi plastik. Selain itu, pendekatan perawatan pasien yang lebih personal dan holistik akan menjadi standar baru dalam industri ini. Melansir Allure, Rabu, 31 Desember 2025, berikut enam tren operasi plastik 2026:
1. Brazilian Butt Lift
Prosedur Brazilian Butt Lift (BBL) kembali populer secara diam-diam. "Kami bahkan tidak menyebutkan kata BBL," kata dokter bedah plastik bersertifikat, Ryan Neinstein, MD.
Para dokter bedah meninggalkan akronim tersebut dan lebih memilih nama formal prosedurnya: pencangkokan lemak ke bokong. "Istilah BBL masih menakutkan orang," ujar Dr. Galanis, "jadi kami harus berhati-hati dan menjelaskan bahwa yang kami maksud adalah transfer lemak."
2. Facelift
Dalam beberapa tahun terakhir, prosedur facelift telah jadi tren. Pada 2026, bekas luka lebih kecil akan kian populer, karena semakin banyak ahli bedah menawarkan "pengangkatan bidang dalam dengan sayatan terbatas."
Ini terutama pada pasien yang mengalami kendur dini, tapi masih memiliki elastisitas kulit yang baik. Dalam kasus seperti itu, ahli bedah dapat menggunakan teknik yang dipandu endoskop untuk menargetkan dan memposisikan kembali jaringan yang kendur sambil menghindari sayatan di sekitar telinga tempat kulit berlebih biasanya dipotong.
3. Pengencangan Kulit Leher
Kontroversi besar berikutnya dalam bidang estetika akan berfokus pada leher, kata Babak Azizzadeh, MD, presiden terpilih dari American Academy of Facial Plastic and Reconstructive Surgery. "Kita akan lebih banyak mendengar tentang kelenjar submandibular dan bagaimana para ahli bedah menanganinya," katanya.
Selama operasi pengencangan kulit leher, para ahli bedah masuk ke bawah otot platysma untuk memangkas lemak dalam, otot digastrik, dan kelenjar submandibular, yang dapat kendur dan menonjol seiring bertambahnya usia. Prosedur ini dianggap menyempurnakan operasi pengencangan wajah.
4. Cangkok Lemak Wajah
Selama bertahun-tahun, ahli bedah telah menyedot lemak dari area yang kelebihan lemak dan memprosesnya jadi mikrolemak dan nanolemak sebelum menyuntikkannya ke wajah. Sementara mikrolemak mengandung sel lemak utuh yang memberi volume dan struktur, nanolemak yang disaring lebih halus dipuji karena efek penyembuhan dan peremajaannya.
Dokter sering menggunakan nanolemak di sekitar mata dan mulut untuk menghaluskan kulit. Beberapa menyuntikkannya ke kulit kepala untuk membantu menumbuhkan kembali rambut atau di bawah kulit untuk mengobati kondisi peradangan, seperti rosacea dan melasma, serta bekas jerawat.
5. Berakhirnya Era Pengencangan Kulit Tanpa Operasi
Dengan berbagai faktor yang mengikis kepercayaan pada pengencang kulit tanpa operasi, para ahli mengatakan, kita mungkin akan segera melihatnya mengalami nasib yang sama dengan metode pengurangan lemak non-invasif, yang turun 40 persen antara 2023 dan 2024.
6. Operasi Pengencangan Perut
Di beberapa praktik, operasi pengencangan perut standar dari pinggul ke pinggul mulai ditinggalkan, digantikan versi prosedur yang diperpanjang dan melingkar, yang membentuk seluruh tubuh bagian atas sekaligus. Yang mendorong evolusi prosedur ini adalah GLP-1.
"Karena pasien kehilangan begitu banyak berat badan dengan sangat cepat, kami melihat lebih banyak orang dengan kelebihan kulit di perut, pinggang, dan punggung bawah—ada kekenduran di mana-mana," kata Michael Stein, MD, seorang ahli bedah plastik bersertifikat di New York City.
Dalam kasus tersebut, "jika kita melakukan operasi pengencangan perut tradisional, mereka terlihat bagus di bagian depan, tapi kemudian mereka mencubit pinggang dan punggung mereka, dan akhirnya mereka kembali untuk operasi lain (untuk mengatasi area tersebut)."