AC Milan Ketergantungan pada Christian Pulisic?

AC Milan dinilai terlalu bergantung pada Christian Pulisic musim 2025/2026. Fabio Capello menilai situasi ini bisa jadi keuntungan sekaligus risiko.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 31 Desember 2025, 22:22 WIB
Pemain AC Milan, Christian Pulisic, bereaksi setelah gagal memanfaatkan peluang dalam pertandingan Serie A antara Parma dan AC Milan di Parma, Italia, Sabtu, 8 November 2025. (Massimo Paolone/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan memasuki musim 2025/2026 dengan tren yang meyakinkan di Serie A. Posisi klasemen mereka menempatkan Rossoneri sebagai kandidat serius Scudetto.

Di balik performa kolektif yang membaik, satu nama mencuat paling terang. Christian Pulisic menjadi pembeda dalam banyak pertandingan Milan.

Pemain asal Amerika Serikat itu tampil konsisten. Delapan gol dan dua assist dari 10 laga Serie A menjadi bukti konkret kontribusinya.

Namun, performa impresif itu memunculkan pertanyaan lain. Apakah AC Milan terlalu bergantung pada sosok Pulisic musim ini?


Pulisic, Mesin Gol dan Tumpuan Milan

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, berbicara dengan pemain AC Milan, Christian Pulisic, usai ditarik keluar pada laga Serie A antara AC Milan vs Verona di Milan, Italia, Minggu, 28 Desember 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Christian Pulisic menjelma menjadi pusat permainan Milan. Ia bukan hanya pencetak gol, tetapi juga pemecah kebuntuan di laga-laga krusial.

Produktivitasnya membuat Milan sering bergantung pada momen individual. Saat Pulisic bersinar, Milan hampir selalu menang.

Masalahnya muncul ketika ketergantungan menjadi terlalu besar. Opsi serangan Milan kerap mengerucut pada satu pemain.

Situasi ini membuat lawan lebih mudah membaca pola permainan. Risiko menurun saat Pulisic tidak berada dalam performa terbaiknya.


Ketergantungan pada Pulisic

Winger AC Milan, Christian Pulisic merayakan golnya ke gawang Napoli, Senin (29/9/2025) (AP Photo/Luca Bruno)

Menurut pelatih legendaris Italia, Fabio Capello, kontrobusi Pulisic untuk Milan sangat vital. Bahkan, dia dianggap telah menjadi dua sisi mata uang bagi Rossoneri musim ini.

Eks pemain Chelsea itu bisa jadi pemain yang sangat menentukan bagi Milan. Namun, di sisi yang lain, Milan tak punya opsi lain alias ketergantungan pada Pulisic.

“Sedikit lebih jauh ke belakang, saya melihat para penyerang Milan, Juventus, dan Roma," ucap Capello.

"Rossoneri terlalu bergantung pada Pulisic, terutama tanpa Rafael Leao, tetapi pemain Amerika itu tidak selalu bisa menyelamatkan rekan-rekan setimnya dari kesulitan," tegas Capello.

Sumber: SempreMilan

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya