Bursa Saham Asia Lesu saat Perdagangan Terakhir 2025

Berikut pergerakan bursa saham Asia Pasifik pada perdagangan Rabu, 31 Desember 2025.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 31 Desember 2025, 19:01 WIB
Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo. Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik merosot pada perdagangan terakhir 2025, Rabu (31/12/2025). Perdagangan bursa saham Asia Pasifik pekan ini lebih singkat seiring momen libur Tahun Baru.

Mengutip CNBC, indeks ASX 200 Australia melemah tipis 0,03% menjadi 8.714,3. Indeks Hang Seng di Hong Kong merosot 0,087% menjadi 25.630,54. Indeks CSI 300 di China merosot 0,44%.

Ekonomi China mengakhiri tahun dengan sedikit lebih baik seiring aktivitas pabrik meningkat pada Desember untuk pertama kalinya sejak Maret, melampaui harapan, berdasarkan data resmi yang dirilis Rabu pekan ini.

Indeks manajer pembelian manufaktur resmi menguat menjadi 50,1 pada Desember, di atas perkiraan 49,2 oleh ekonomi yang disurvei oleh Reuters, dan lebih tinggi dari 49,2 pada November. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi.

Sementara itu, indeks MSCI All Country World yang mengukur kinerja lebih dari 2.500 saham berkapitalisasi besar dan menengah dari pasar negara maju dan berkembang, naik lebih dari 21% sejak awal tahun, mencapai rekor tertinggi 1.024,29 pada 26 Desember, berdasarkan data LSEG.

Di sisi lain, bursa saham Jepang dan Korea Selatan libur pada Rabu, 31 Desember 2025.

Selain itu, kontrak berjangka ekuitas AS cenderung mendatar pada awal perdagangan di Asia.

Pada perdagangan Selasa kemarin di wall street, indeks S&P 500 turun sedikit, mencatat sesi penurunan dalam tiga sesi berturut-turut. Indeks S&P 500 melemah 0,14% dan ditutup ke posisi 6.896,24. Indeks Nasdaq terpangkas 0,24% dan ditutup ke posisi 23.419,08. Indeks Dow Jones merosot 0,20% dan ditutup ke posisi 48.367,06.

Tiga indeks acuan di wall street telah merosot pada awal pekan, terbebani oleh kerugian di sektor teknologi. Saham Nvidia mencatat sesi penurunan berturut-turut. Demikian juga perusahaan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan lainnya yakni Palantir Technologies.

Penutupan IHSG pada 30 Desember 2025

IHSG ditutup pada level 7.220,88. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, (30/12/2025). IHSG hari ini ditutup menguat terbatas di tengah sektor saham consumer siklikal pimpin kenaikan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,03% ke posisi 8.646,93. Indeks saham LQ45 melemah 0,64% ke posisi 846,57. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.663,66 dan level terendah 8.584,86. Sebanyak 346 saham menguat sehingga angkat IHSG. 317 saham melemah dan 146 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.607.631 kali dengan volume perdagangan saham 39,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 20,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.755.

Dari 11 sektor saham, enam sektor saham menghijau. Sektor saham consumer siklikal naik 3,03%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham infrastruktur bertambah 2,04%, sektor saham keuangan menanjak 0,97%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 0,51%, sektor saham properti bertambah 0,36%, sektor saham industri naik 0,19%.

Sementara itu, sektor saham kesehatan merosot 1,53%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham basic susut 1,17%, sektor saham teknologi melemah 0,98%, sektor saham energi terpangkas 0,19%, sektor saham transportasi susut 0,11%.

Gerak Saham

Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada hari terakhir perdagangan di BEI pada 2025, harga saham AUTO merosot 0,37% ke posisi Rp 2.690 per saham. Harga saham AUTO dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 2.710 per saham. Saham AUTO berada di level tertinggi Rp 2.710 dan level terendah Rp 2.670 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.266 kali dengan volume perdagangan saham 24.944 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,7 miliar.

Harga saham SMGR ditutup naik 0,76% ke posisi Rp 2.640 per saham. Saham SMGR dibuka stagnan di posisi Rp 2.620 per saham. Saham SMGR berada di level tertinggi Rp 2.670 dan level terendah Rp 2.610 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.739 kali dengan volume perdagangan 95.658 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 25,3 miliar.

Harga saham MMLP merosot 0,40% ke posisi Rp 498 per saham. Saham MMLP dibuka stagnan di posisi Rp 500 per saham. Harga saham MMLP berada di level tertinggi Rp 525 dan level terendah Rp 494 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.468 kali dengan volume perdagangan saham 5.419.658 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 314,3 miliar.

Harga saham BOGA ditutup stagnan di posisi Rp 1.115 per saham. Saham BOGA berada di level tertinggi Rp 1.120 dan level terendah Rp 1.060 per saham. Total frekuensi perdagangan 59 k ali dengan volume perdagangan 5.408 saham. Nilai transaksi Rp 575,1 juta.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya