Liputan6.com, Jakarta - Pembukaan kembali Teater Bintang Planetarium Jakarta disambut publik dengan antusias. Video yang memperlihatkan antrean pengunjung yang mengular untuk menikmati atraksi wisata yang sempat tutup selama 13 tahun tersebut wara-wiri di media sosial.
Saking tinggi minat kunjungan, Taman Ismail Marzuki (TIM) merilis peringatan untuk mewaspadai penipuan tiket Teater Bintang di unggahan Instagram-nya, Senin, 29 Desember 2025. Informasi ini juga terus dibagikan secara berkala di Story.
Advertisement
"Saat ini, tiket Teater Bintang Planetarium hanya tersedia melalui platform resmi Loket.com," tulis pihaknya. "Demi kenyamanan dan keamanan kita bersama, Sobat TIM diimbau untuk melakukan pembelian tiket hanya melalui platform resmi tersebut hingga ada pemberitahuan resmi selanjutnya."
"Terima kasih atas perhatian dan pengertiannya. MOHON BERHATI-HATI TERHADAP INFORMASI ATAU PENAWARAN TIKET DARI PIHAK LAIN. Yuk, lebih teliti dan hindari pembelian tiket dari pihak tidak resmi atau calo agar pengalaman nonton Sobat TIM tetap aman dan nyaman," imbuh pihaknya.
Tujuan wisata ini buka setiap hari, kecuali Senin, dengan empat waktu pertunjukan:
- Show 1: 09.00 ─09.45 WIB
- Show 2: 11.30─12.15 WIB, namun khusus Jumat pukul 11.00─11.45 WIB
- Show 3: 14.00─14.45 WIB
- Show 4 | 16.30─17.15 WIB
"Datang tepat waktu ya, jangan sampe tiketnya hangus bestie! Ini juga demi kenyamanan bersama, penonton yang terlambat belum bisa masuk saat pertunjukan sudah dimulai," kata mereka.
Saat artikel ini ditulis, tiket seluruh pertunjukan baru dibuka hingga Jumat, 2 Januari 2026, dan semuanya sudah habis terpesan. Sementara pelajar bisa menikmatinya secara gratis, pengunjung umum dikenakan biaya Rp 10 ribu per orang.
Diduga Ada Calo Tiket Planetarium
Sebelumnya, salah satu akun yang menawarkan tiket Planetarium seharga Rp 30 ribu per tiket viral di media sosial, menimbulkan kritik dari sejumlah warganet. Mereka menilai praktik calo tersebut merupakan penyebab sulitnya masyarakat mendapatkan tiket Teater Bintang Planetarium.
Bahkan, sejumlah warganet langsung mengeluhkan sulitnya mendapat tiket objek wisata di kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) tersebut di akun Instagram resmi Gubernur Jakarta, Pramono Anung. Pramono kemudian membantah ada calo yang menjual tiket Planetarium dengan harga lebih tinggi.
"Nggak ada, nggak ada calo. Nggak mungkin ada calo," katanya dilansir kanal News Liputan6.com dari Antara, Senin, 29 Desember 2025. Namun jika terbukti terdapat calo yang menjual tiket Planetarium, dia akan meminta Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pengelola kawasan TIM untuk bertanggung jawab.
"Saya sudah pesan, wanti-wanti, nggak boleh ada calo," ujar Pramono.
Instruksi Penjualan Tiket Planetarium
Untuk menangani keluhan tersebut, Pramono telah menginstruksikan agar tiket Planetarium tidak seluruhnya dijual online. Ia meminta agar tiket dijual 50 persen secara online dan 50 persen secara langsung.
Jadi, kata dia, masyarakat yang datang langsung ke lokasi juga dapat membeli tiket dan berlibur bersama keluarga di tempat wisata edukatif tersebut. Pramono meresmikan pembukaan kembali Planetarium pada 23 Desember 2025.
Fasilitas edukasi astronomi legendaris yang digagas mantan Gubernur Jakarta Ali Sadikin ini sempat "mati suri" akibat berbagai kendala teknis dan renovasi berkepanjangan. Saat peresmian, Pramono menekankan pentingnya mengaktifkan kembali aset sejarah ini sebagai sarana edukasi dan rekreasi bagi masyarakat.
"Saya bahagia sekali setelah 13 tahun, dari tahun 2012, Alhamdulillah hari ini (Planetarium Jakarta) bisa kita hidupkan kembali,” kata dia di acara peresmian di Jakarta, Selasa, 23 Desember 2025.
Planetarium yang Lebih Modern
Revitalisasi Planetarium Jakarta disebut tidak sekadar memperbaiki fasilitas yang ada, tapi juga menyuntikkan teknologi modern untuk memberi pengalaman yang lebih relevan bagi generasi masa kini. Pengaktifan kembali Planetarium Jakarta dianggap sebagai titik balik penting dalam pengelolaan kawasan TIM.
Planetarium Jakarta yang baru tampil lebih modern dibandingkan versi sebelumnya. Salah satu daya tarik utama yang diperkenalkan adalah penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam sistem pemandu visualnya.
Teknologi tersebut memungkinkan pengunjung berinteraksi secara lebih dinamis selama pertunjukan. Pramono menyebut bahwa digitalisasi telah masuk ke dalam aspek edukasi di Planetarium. Terkait kecanggihan itu, ia memberi apresiasi khusus terhadap hasil akhir renovasi destinasi wisata legendaris tersebut.