Liputan6.com, Jakarta - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) terus memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas pihak dalam mendukung pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Komitmen tersebut ditinjau langsung oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, melalui kunjungan lapangan ke lokasi pembangunan Huntara pada Senin, 29 Desember 2025.
Advertisement
Kunjungan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap percepatan penyediaan hunian sementara yang aman dan layak bagi masyarakat terdampak banjir, sekaligus memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana agar dapat segera digunakan oleh masyarakat.
Pembangunan Huntara merupakan program inisiasi Danantara dengan kolaborasi strategis antara Himbara, PTPN serta BUMN Karya sebagai bagian dari sinergi terpadu untuk membantu masyarakat kembali memiliki tempat tinggal sementara selama masa pemulihan.
Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Moeharmein Zein Chaniago, menegaskan komitmen Adhi Karya dalam menyelesaikan pembangunan hunian sementara yang mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
“Progres pembangunan Huntara terus kami dorong agar dapat segera ditempati, dengan memastikan hunian yang dibangun layak, aman, dan nyaman. Kami berkomitmen menyelesaikan pekerjaan ini secara tepat waktu dengan tetap mengutamakan keselamatan, kualitas, serta fungsi hunian sebagai tempat tinggal sementara yang memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, pembangunan Huntara tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga pada kualitas lingkungan hunian agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. Kawasan Huntara dirancang secara fungsional dengan dilengkapi fasilitas pendukung kehidupan, mulai dari fasilitas umum, tempat ibadah, hingga ruang bermain anak, guna mendukung proses pemulihan sosial masyarakat terdampak.
Pemulihan Pascabanjir
Selain pembangunan Huntara, kontribusi Adhi Karya dalam pemulihan pascabanjir di Aceh juga diwujudkan melalui penyelesaian pembangunan jembatan darurat Krueng Tingkeum yang kini telah beroperasi dan dapat dilalui oleh masyarakat, penanganan tanggap darurat pengelolaan sampah dan sanitasi, rehabilitasi instalasi pengelolaan air, serta pembersihan lumpur sisa banjir, sebagai bagian dari upaya pemulihan aktivitas sosial, lingkungan dan ekonomi masyarakat.
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (kode emiten: ADHI) merupakan salah satu perusahaan konstruksi terkemuka di Indonesia yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak Maret 2004. Saat ini 36% saham ADHI telah dimiliki oleh masyarakat.
Selain bisnis engineering & konstruksi, ADHI memiliki (3) tiga lini bisnis lain yaitu Property & Hospitality, Manufaktur, dan Investasi & Konsesi. Melalui semangat Beyond Construction, ADHI menegaskan tidak hanya memberikan jasa konstruksi tetapi juga menekankan keberlanjutan dan manfaat jangka panjang bagi sosial, lingkungan, dan bisnis.
Sebagai bagian dari kontribusinya terhadap pembangunan nasional, ADHI aktif dalam berbagai Proyek Strategis Nasional seperti dalam Pembangunan Jalan Tol Serang Panimbang, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Kulonprogo, Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi, Jalan Tol Yogya-Bawen, MRT Jakarta CP201 dan CP202.
Pembangunan Infrastruktur IKN Nusantara
ADHI turut berperan dalam pembangunan infrastruktur IKN Nusantara, melalui pembangunan Istana Wakil Presiden, Training Center PSSI, Hunian Pekerja Konstruksi, Rumah Sakit IKN, Masjid, Land Development 1-B, Jalan Tol Kariangau-Karangjoang Seksi 3A, Jembatan Pulau Balang hingga Intake Sepaku.
ADHI juga berhasil membuktikan diri sebagai champion of railway contractor melalui beberapa proyek perkeretaapian, seperti LRT Jabodebek, MRT Jakarta Fase 2A, hingga mendapatkan proyek regional di Manila, Filipina untuk proyek North-South Commuter Railways.
ADHI kini tengah menjadi pelopor konstruksi berbasis lingkungan dengan menjadi kontraktor pelaksana Pengolahan Sampah Terbesar di Indonesia, RDF Bantargebang dan mengembangkan pengelolaan lingkungan, FPLT Kawasan Industri di Medan.