Liverpool Kesulitan Gaet Marc Guehi, Bintang Brighton Jadi Alternatif Baru

Liverpool dilaporkan telah mengincar bintang Brighton, Jan Paul van Hecke, sebagai alternatif untuk Marc Guehi.

oleh Juventus FiladelfiaDiterbitkan 01 Januari 2026, 11:00 WIB
Pemain Brighton and Hove Albion Jan Paul van Hecke (kiri) berebut bola dengan pemain Stoke City Lewis Baker (kedua kiri) pada pertandingan sepak bola putaran kelima Piala FA di Stadion bet365, Stoke on Trent, Inggris, 28 Februari 2023. Brighton and Hove Albion mengalahkan Stoke City dengan skor 1-0. (Oli SCARFF/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Liverpool dikabarkan memasukkan bek tengah Brighton & Hove Albion, Jan Paul van Hecke, ke dalam daftar target untuk bursa transfer Januari mendatang. Pemain asal Belanda itu dinilai sebagai opsi serius untuk memperkuat lini pertahanan The Reds.

Pelatih Arne Slot berharap Liverpool mampu menjaga momentum positif hingga tahun 2026, dimulai dengan laga kontra Leeds United pada Jumat (2/1/2026) dini hari WIB. Pertandingan tersebut bertepatan dengan dibukanya bursa transfer Januari, yang membuat ekspektasi suporter meningkat agar klub aktif menambah kekuatan skuad.

Kebutuhan akan tambahan pemain semakin terasa mengingat Liverpool saat ini tertinggal 13 poin dari Arsenal di puncak klasemen. Lini belakang menjadi salah satu sektor yang disorot, terutama karena target utama mereka, Marc Guehi, diperkirakan sulit direkrut. Crystal Palace disebut enggan melepas sang bek mengingat peluang mereka bersaing di Conference League.

Menurut laporan Football Insider, Van Hecke kini muncul sebagai alternatif kuat. The Reds dikabarkan terkesan dengan performa konsisten sang bek bersama Brighton sepanjang musim ini, sehingga menjadikannya kandidat potensial untuk didatangkan pada jendela transfer musim dingin.   


Liverpool Butuh Bek Baru

Pelatih Liverpool, Arne Slot, bertepuk tangan setelah pertandingan Liga Inggris melawan Sunderland di Anfield, Kamis, 4 Desember 2025. (AP Photo/Jon Super)

Liverpool dinilai sangat membutuhkan tambahan kekuatan di lini pertahanan, mengingat saat ini Virgil van Dijk dan Ibrahima Konate menjadi satu-satunya opsi yang tersedia di jantung pertahanan. Minimnya kedalaman skuad membuat sektor tersebut menjadi prioritas utama pada bursa transfer Januari.

Situasi semakin disorot karena performa Konate dinilai belum konsisten. Kemampuannya dalam membangun serangan dari lini belakang kerap mendapat kritik, sebuah aspek yang justru menjadi keunggulan Jan Paul van Hecke. Bek Brighton itu dikenal nyaman menguasai bola dan berperan aktif dalam distribusi permainan.


Statistik Mengesankan Jan Paul van Hecke

Jean-Philippe Mateta (kiri) berduel dengan Jan Paul van Hecke saat tuan rumah Crystal Palace menjamu Brighton di Selhurst Park pada pekan 18 Liga Inggris 2023/2024, Jumat (22/12/2023) dini hari WIB. (Adam Davy/PA via AP)

Menurut laporan SportMole, Jan Paul van Hecke menjadi salah satu dari tiga pemain dengan jumlah percobaan umpan terbanyak di Premier League (1.266), serta masuk dua besar pemain dengan umpan terbanyak ke sepertiga akhir lapangan (134), menegaskan perannya dalam fase pembangunan serangan.

Disisi lain, bek berusia 25 tahun tersebut masih memiliki kelemahan, khususnya saat menghadapi serangan balik cepat. Dengan Liverpool yang kerap terekspos dalam fase transisi, muncul keraguan apakah Van Hecke mampu menutupi celah tersebut dan beradaptasi dengan tuntutan tinggi bermain di Anfield.


Liverpool Tak Ingin Mengulang Kisah Alexander Arnold

Bek Real Madrid asal Inggris #12, Trent Alexander-Arnold, terlihat dalam pertandingan sepak bola Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan CA Osasuna di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada Rabu (20-8-2025) dini hari WIB. (Thomas COEX/AFP)

Liverpool berupaya menghindari kehilangan pemain kunci lain secara gratis setelah sebelumnya ditinggal Trent Alexander-Arnold yang hengkang ke Real Madrid pada musim panas lalu. 

Klub dikabarkan masih berharap Ibrahima Konate bersedia menandatangani perpanjangan kontrak. Namun, The Reds akan segera dihadapkan pada keputusan penting pada bursa transfer Januari, mengingat kontrak bek asal Prancis tersebut akan berakhir pada akhir musim 2025/2026.

Di sisi lain, opsi penjualan pada Januari mustahil terjadi. Liverpool saat ini sudah kekurangan stok bek tengah, dan melepas Konate di tengah musim justru berpotensi memaksa klub mencari dua bek tengah baru sekaligus di bursa transfer musim dingin, sebuah skenario yang ingin dihindari oleh manajemen.   

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya