Nvidia Resmi Beli Saham Intel Rp 82,82 Triliun

Produsen chip Nvidia menjadi alasan utama kenaikan harga saham perusahaan yang begitu pesat sejak awal 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 31 Desember 2025, 06:00 WIB
Markas Nvidia di Santa Clara, California. Justin Sullivan/Getty Images/AFP

Liputan6.com, Jakarta - Nvidia telah membeli saham Intel senilai USD 5 miliar atau Rp 83,82 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.760).Transaksi itu disampaikan Nvidia dalam pengajuan dokumen pada Senin, 29 Desember 2025.

Perancang chip artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan ini pernah mengatakan pada September 2025 akan membayar USD 23,28 per saham untuk saham biasa Intel. Transaksi itu terkait kesepakatan yang dipandang sebagai penyelamat keuangan utama bagi produsen chip. Hal ini setelah bertahun-tahun mengalami kesalahan dan ekspansi kapasitas produksi yang membutuhkan modal besar yang menguras keuangannya.

Perusahaan paling berharga di dunia ini telah membeli lebih dari 214,7 juta saham Intel dengan harga yang ditetapkan dalam perjanjian September, dalam penempatan pribadi, menurut pengajuan dokumen.

Badan antimonopoli AS telah menyetujui investasi Nvidia di Intel, menurut pemberitahuan yang diposting oleh Komisi Perdagangan Federal AS pada awal Desember. Saham Nvidia turun 1,3 persen dalam perdagangan prapasar sementara saham Intel hampir tidak berubah.

Pengumuman Pembelian Saham

Sebelumnya, Nvdia menyebutkan akan membeli saham biasa Intel senilai USD 5 miliar atau Rp 82,69 triliun (asumsi dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.539).

Dengan demikian, hal itu akan mendorong Nvidia menjadi pemegang saham utama lainnya di Intel. Hal tersebut terjadi beberapa minggu setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) mengambil sekitar 10% saham Intel.

Mengutip CNN, Minggu, 21 September 2025, raksasa teknologi yang memproduksi cip kecerdasan buatan ini akan membayar USD 23,28 per saham. Pembelian ini akan membei Nvidia sekitar 4% atau lebih saham Intel setelah saham baru diterbitkan untuk menyelesaikan transaksi, demikian laporan Reuters.

Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump dan Intel mengumumkan pemerintah melakukan investasi sebesar USD 8,9 miliar atau Rp 147,20 triliun pada saham biasa Intel, dengan Trump menyebutnya sebagai "Perusahaan Amerika Hebat yang memiliki masa depan yang lebih luar biasa." "Ini adalah Kesepakatan yang hebat untuk Amerika dan, juga, Kesepakatan yang hebat untuk INTEL," tulis Trump di Truth Social saat itu.

Nvidia, Perusahaan Pertama yang Kapitalisasi Pasarnya Sentuh Rp 83.199 Triliun

GPU GeForce RTX 5070 NVIDIA

Sebelumnya, produsen chip Nvidia kembali cetak rekor baru. Kali ini, Nvidia mencatat kapitalisasi pasar USD 5 triliun atau Rp 83.199 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.643).

Pada Rabu, 29 Oktober 2025 waktu setempat, saham Nvidia ditutup naik 2,99%  pada harga USD 207,04 dengan 24,3 miliar lembar saham beredar, sehingga kapitalisasi pasarnya mencapai USD 5,03 triliun.

Kapitalisasi pasar Nvidia yang mencapai USD 5 triliun ini diraih hanya tiga bulan setelah produsen chip Silicon Valley menjadi yang pertama menembus USD 4 triliun atau Rp 66.577 triliun.

Mengutip laman AP, Kamis (30/10/2025), mencapai tolok ukur baru ini semakin menekankan gejolak yang dipicu oleh tren kecerdasan buatan. Hal ini dinilai sebagai pergeseran terbesar dalam teknologi sejak salah satu pendiri Apple, Steve Jobs, meluncurkan iPhone pertama 18 tahun yang lalu. Apple memanfaatkan kesuksesan iPhone untuk menjadi perusahaan publik pertama yang bernilai USD 1 triliun, USD 2 triliun, dan akhirnya, USD 3 triliun.

 

 

Kemungkinan Gelembung AI

Nvidia RTX 5060 dan 5060 Ti Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 5,9 Juta. (Doc: Nvidia)

Namun, terdapat kekhawatiran akan kemungkinan gelembung Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, dengan para pejabat di Bank of England awal bulan ini menandai meningkatnya risiko harga saham teknologi yang melonjak akibat ledakan AI dapat meledak. Kepala Dana Moneter Internasional telah menyuarakan kekhawatiran serupa.

Hasrat yang besar terhadap chip Nvidia menjadi alasan utama kenaikan harga saham perusahaan yang begitu pesat sejak awal 2023. Pada perdagangan Rabu pekan ini, kapitalisasi pasar saham Nvidia sentuh USD 5 triliun.

Adapun kapitalisasi pasar Nvidia ini lebih besar daripada Produk Domestik Bruto (PDB) India, Jepang dan Inggris, berdasarkan Dana Moneter Internasional atau the International Monetary Fund (IMF).

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya