Ambisi Barcelona Datangkan Nathan Ake Terancam Gagal

Barcelona memantau Nathan Aké sebagai solusi jangka pendek di lini belakang, tetapi tuntutan finansial Manchester City membuat transfer bek berusia 30 tahun itu

oleh Asad ArifinDiterbitkan 30 Desember 2025, 20:39 WIB
Nathan Ake. Bek tengah Belanda berusia 27 tahun ini sejatinya adalah produk akademi Chelsea yang disia-siakan saat promosi ke tim senior. Ia dilepas Chelsea ke AFC Bournemouth pada awal musim 2017/2018 dan akhirnya menjadi milik Manchester City sejak 2 musim lalu. Dua musim bersama The Citizens, Nathan Ake masih kesulitan mendapatkan menit bermain dan hal ini diendus Chelsea untuk memulangkannya di bursa transfer musim panas 2022/2023. Nyatanya, sang pemain menolak tawaran Chelsea dan memilih bertahan di Etihad Stadium. (AFP/Nigel Roddis)

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona terus bergerak mencari solusi instan untuk memperkuat lini belakang pada paruh kedua musim ini. Fokus utama klub Catalan itu adalah mendatangkan bek tengah berpengalaman yang bisa langsung menyatu dengan sistem permainan Hansi Flick.

Kriteria Barcelona cukup spesifik. Mereka menginginkan bek tengah berkaki kiri, nyaman menguasai bola, serta memiliki pemahaman taktik yang matang untuk menstabilkan pertahanan.

Dalam konteks tersebut, nama Nathan Ake mencuat ke permukaan. Bek Manchester City itu dinilai cocok secara profil dan pengalaman, sekaligus mampu menjawab kebutuhan jangka pendek Blaugrana.

Namun, ketertarikan tidak serta-merta berujung pada kesepakatan. Realitas pasar dan kondisi finansial Barcelona membuat peluang transfer Ake jauh dari kata sederhana.


Manchester City Tak Mau Setengah-setengah

Bek Manchester City, Nathan Ake berjabat tangan dengan pelatih Pep Guardiola ketika berjalan meninggalkan lapangan usai mengalami cedera saat menghadapi Arsenal pada laga pekan ke-30 Premier League 2023/2024 di Etihad Stadium, Manchester, Minggu (31/3/2024). (AP Photo/Dave Thompson)

Menurut laporan Mundo Deportivo, Manchester City tidak tertarik melepas Nathan Ake dengan status pinjaman. Juara Premier League itu hanya membuka opsi transfer permanen dengan banderol di kisaran €15–20 juta.

Angka tersebut langsung menjadi penghalang besar bagi Barcelona. Selain biaya transfer, gaji Ake yang relatif tinggi juga masuk dalam perhitungan dan memperberat struktur keuangan klub.

Di sisi lain, menit bermain Ake di City menurun musim ini. Dengan Piala Dunia FIFA yang semakin dekat, kebutuhan untuk tampil reguler menjadi pertimbangan penting bagi sang pemain.

Secara personal, kepindahan ke klub yang bisa memberinya peran konsisten tentu menarik. Namun, kendali penuh tetap berada di tangan Manchester City.


Tembok Finansial dan Aturan FFP

Pemain Timnas Belanda, Nathan Ake melakukan selebrasi setelah mencetak gol ketiga timnya ke gawang Timnas Gibraltar pada laga Grup B Kualifikasi Euro 2024 di Feyenoord Stadium, Rotterdam, Belanda, Selasa (28/03/2023) WIB. De Oranje menang dengan skor 3-0. (AFP/John Thys)

Hambatan utama Barcelona bukan hanya harga transfer. Aturan Financial Fair Play membuat setiap kesepakatan permanen harus dihitung secara ketat, termasuk amortisasi biaya transfer dan gaji pemain.

Dalam kondisi batas gaji yang sudah ketat, merekrut Ake berpotensi menimbulkan masalah baru. Situasi ini memunculkan keraguan besar soal kemampuan Barça menuntaskan transfer pada Januari.

Keuntungan sepenuhnya berada di pihak City. Ake masih terikat kontrak hingga 2027, sehingga tidak ada urgensi bagi klub Inggris tersebut untuk melepasnya dengan harga miring.

Nathan Ake tetap masuk radar Barcelona sebagai opsi ideal. Namun, selama tuntutan finansial City tidak berubah, rencana tersebut berisiko berhenti sebatas wacana.

Sumber: Mundo Deportivo

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya