4.008 Sekolah di Korea Selatan Tutup Gara-gara Kekurangan Siswa

Data terbaru Kementerian Pendidikan Korea Selatan menunjukkan penurunan tajam populasi pelajar sejak 1980 hingga Maret tahun ini.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 30 Desember 2025, 14:14 WIB
Seorang guru di Korea Selatan menggelar kegiatan belajar mengajar online. (dok. Jung Yeon-je / AFP)

Liputan6.com, Seoul - Lebih dari 4.000 sekolah dasar, menengah, dan perguruan tinggi di Korea Selatan telah ditutup seiring menyusutnya jumlah siswa akibat krisis demografi yang kian dalam.

Data terbaru Kementerian Pendidikan menunjukkan penurunan tajam populasi pelajar sejak 1980 hingga Maret tahun ini.

Angka tersebut diungkap Anggota Parlemen Jin Sun-mee dari Partai Demokrat Korea yang berkuasa. Ia menyebutkan, total 4.008 sekolah di bawah 17 kantor pendidikan regional di seluruh negeri telah ditutup dalam kurun waktu tersebut.

Pada periode yang sama, jumlah siswa terdaftar merosot drastis dari sekitar 9,9 juta menjadi 5,07 juta, dikutip dari laman Koreatimes, Selasa (30/12/2025).

Penutupan paling banyak terjadi di tingkat sekolah dasar. Sebanyak 3.674 sekolah dasar ditutup permanen, disusul 264 sekolah menengah dan 70 sekolah menengah atas.

Dalam lima tahun terakhir saja, 158 sekolah berhenti beroperasi. Pemerintah juga memproyeksikan 107 sekolah tambahan akan ditutup dalam lima tahun ke depan.

Anjloknya angka kelahiran menjadi faktor utama di balik tren ini. Korea Selatan saat ini mencatat tingkat kesuburan terendah di dunia, dengan total fertility rate bertahan di bawah 0,8.

Data menunjukkan laju penurunan jumlah siswa dan penutupan sekolah berlangsung lebih cepat di wilayah provinsi dibandingkan kawasan metropolitan.

Berdasarkan wilayah, jumlah penutupan terbesar tercatat di Provinsi Jeolla Utara dengan 16 sekolah, diikuti Provinsi Jeolla Selatan (15), Provinsi Gyeonggi (12), dan Provinsi Chungcheong Selatan (11).

Prospek ke depan menunjukkan tekanan demografi akan semakin berat. Lembaga Pengembangan Pendidikan Korea (KEDI) memperkirakan jumlah siswa pendidikan dasar hingga menengah yang tahun ini berada di kisaran 5,07 juta akan menyusut menjadi sekitar 4,25 juta pada 2029. Artinya, lebih dari 800.000 siswa diperkirakan hilang hanya dalam enam tahun.

Pemerintah Hadapi Tantangan Serius

Seorang siswa senior disambut oleh seorang guru, kedua dari kanan, pada saat kedatangannya di Sekolah Tinggi Kyungbock di Seoul, Korea Selatan, Rabu, (20/5/2020). (AP Photo/Ahn Young-joon)

Di sisi lain, pemerintah menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan aset sekolah yang telah ditutup.

Dari total 4.008 sekolah yang tidak lagi beroperasi, sebanyak 376 lokasi dilaporkan masih belum dimanfaatkan. Sebanyak 266 di antaranya telah terbengkalai lebih dari 10 tahun, bahkan 82 sekolah dibiarkan kosong selama lebih dari 30 tahun.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan pemborosan aset publik. Jin Sun-mee menilai pemerintah perlu bergerak melampaui kebijakan penutupan semata.

“Penutupan sekolah akan terus terjadi seiring penurunan jumlah siswa. Pemerintah harus menyusun peta jalan jangka panjang untuk memanfaatkan kembali sekolah-sekolah yang ditutup sebagai aset bagi komunitas lokal,” ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya