Harga Emas Dunia Anjlok Tajam Usai Reli Besar, Ini Penyebabnya

Harga emas turun lebih dari 4% usai reli besar pekan lalu, dipicu perubahan aturan kontrak CME Group.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 30 Desember 2025, 08:20 WIB
Harga emas spot turun lebih dari 4% ke level USD 4.355 per ons pada perdagangan Senin sore. Ilustrasi Harga Emas Hari Ini di Dunia. Foto: DAVID GRAY | AFP

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas anjlok tajam pada perdagangan Senin, setelah reli kuat sepanjang pekan lalu yang membawa harga logam mulia ke level tertinggi sepanjang sejarah. Hal yang sama juga terjadi dengan harga perak.

Koreksi harga emas dan harga perak ini terjadi menyusul keputusan penting dari operator bursa derivatif, CME Group, yang mengubah ketentuan kontrak logam mulia.

Dikutip dari Yahoo Finance, Selasa (30/12/2025), setelah mencapai puncak USD 4.565 per troy ons pada Jumat, harga emas spot turun lebih dari 4% ke level USD 4.355 per ons pada perdagangan Senin sore.

Sementara itu, harga perak yang sebelumnya mencatat kenaikan lebih agresif dibanding emas, jatuh hampir 9% ke kisaran USD 73 per ons, setelah sempat menyentuh level di atas USD 84 pada Minggu.

Harga platinum dan paladium juga mengalami penurunan tajam.

Tekanan pada harga emas dan perak muncul setelah CME Group menaikkan persyaratan margin untuk kontrak logam mulia, yang mulai berlaku pada Senin. Kenaikan margin ini mewajibkan pelaku pasar menyetor dana tambahan sebagai jaminan ketika memperdagangkan kontrak berjangka dengan pengiriman fisik.

Langkah tersebut lazim dilakukan oleh operator bursa setelah reli harga yang signifikan. Secara sederhana, kebijakan ini menaikkan jumlah minimum dana yang harus disetorkan trader kepada broker untuk berspekulasi di pasar komoditas.

 

Aset Lindung Nilai

Ilustrasi harga emas hari ini (dok: Foto AI)

Sepanjang 2025, harga emas terus mencetak rekor baru karena investor menjadikan logam mulia sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Meski mengalami penurunan tajam pada Senin, kinerja emas dan perak masih jauh mengungguli indeks saham utama dan aset kripto tahun ini.

Harga emas tercatat masih naik sekitar 65% sepanjang tahun berjalan, sementara perak melonjak sekitar 150%. Keduanya berpeluang mencatat imbal hasil tahunan tertinggi sejak 1979.

Chief Investment Officer Navellier & Associates, Louis Navellier, mengatakan sebagian investor memang sudah bersiap mengambil untung usai reli besar pekan lalu.

Namun, banyak yang memperkirakan aksi tersebut baru terjadi setelah awal tahun guna menunda kewajiban pajak 2025. Keputusan CME Group dinilai mempercepat aksi ambil untung tersebut.

 

Pendorong Kenaikan Harga Logam Mulia

Lonjakan harga emas dan logam mulia tahun ini didorong berbagai faktor, mulai dari ketegangan geopolitik, kekhawatiran inflasi akibat kebijakan tarif, hingga pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve yang membuat emas lebih menarik dibanding aset berbunga.

Selain itu, meningkatnya utang global dan pelemahan dolar AS turut mendorong peralihan dana ke emas dan logam mulia lain, terutama oleh bank sentral dunia.

Untuk perak, tekanan pasokan serta permintaan industri yang kuat semakin memperbesar reli harga menjelang akhir tahun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya