Arbani Yasiz Lepas Citra Cowok Green Flag, Tampilkan Sisi Gelap Andika di Film Musuh Dalam Selimut

Arbani Yasiz mengaku tertantang memerankan Andika, karakter kompleks penuh konflik batin di film Musuh Dalam Selimut.

oleh Zikrah Nur AmalahDiterbitkan 30 Desember 2025, 16:00 WIB
Kamis, 13 November 2025, Arbani Yasiz rilis film Sampai Titik Terakhirmu. Dalam film karya sineas Dinna Jasanti ini, ia adu akting dengan Mawar De Jongh.

Liputan6.com, Jakarta - Aktor Arbani Yasiz dipercaya memerankan karakter Andika dalam film Musuh Dalam Selimut, sebuah peran yang memberinya tantangan emosional berbeda dari proyek-proyek sebelumnya. Arbani mengaku ketertarikannya muncul sejak pertama kali mendengar cerita film ini secara langsung.

“Waktu diajak ketemu dan diceritakan tentang Musuh Dalam Selimut, aku sudah langsung tertarik. Karena ini penuh tantangan dan cara ceritanya fresh banget,” ujar Arbani Yasiz, pemeran Andika, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (29/12/2025).

Menurut Arbani, alur cerita film ini tidak mudah ditebak, bahkan bagi pemainnya sendiri. “Aku aja nggak bisa nebak kenapa bisa terjadi seperti itu ceritanya. Itu yang bikin aku akhirnya ambil peran ini,” ungkapnya.

Ia juga menyebut film ini menjadi momentum baginya untuk keluar dari zona nyaman. “Aku mau keluar dari peran yang biasanya cowok green flag, soleh. Di sini dinamika emosinya kenceng-kenceng banget,” lanjut Arbani.

Namun, proses pendalaman karakter Andika ternyata tidak mudah. Arbani mengaku harus menahan banyak emosi yang justru tidak boleh terlihat secara kasat mata.

 “Jujur aku agak stres di sini. Karena aku nggak boleh terlihat, padahal dari dalam aku harus merasakan itu, tapi nggak boleh kelihatan di mata,” katanya. Tantangan tersebut membuat peran Andika menjadi salah satu pengalaman akting paling intens yang pernah ia jalani.


Chemistry yang Mengalir Tanpa Hambatan

Arbani Yasiz pada Acara Press screening dan Press Converence Film Musuh Dalam Selimut Kuningan(29/12/2025) (Liputan6.com/Zikrah Nur Amalah)

Arbani Yasiz mengungkapkan tidak ada tantangan berarti saat membangun chemistry dengan Megan Domani dan Yasmin Napper di Musuh Dalam Selimut. Menurut Arbani, kedekatan itu terbangun secara natural karena mereka sudah pernah bekerja sama sebelumnya.

“Nggak ada kesulitan juga. Karena sebelumnya aku juga pernah main sama Yasmin, aku pernah main sama Megan. Jadi pas disatuin lagi di sini, udah enak aja gitu, udah ngalir,” ujar Arbani saat ditanya soal dinamika kerja bareng lawan mainnya.

Masuk ke karakter Andika, Arbani melihat cinta sebagai sesuatu yang kerap menyingkirkan logika. Ia menggambarkan tokoh yang diperankannya sebagai sosok yang larut dalam perasaan tanpa pertimbangan rasional.

Lanjut Baca:

“Logikanya nggak dipakai aja sih. Logikanya dia terlalu cinta. Dia terlalu cinta, rasanya terlalu besar,” ucap Arbani. Pendekatan emosional inilah yang membuat karakter Andika terasa kompleks dan menjadi salah satu penggerak konflik dalam cerita film tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya