Istana Dukung Malam Tahun Baru Tanpa Kembang Api: Tunjukkan Rasa Empati dan Solidaritas

Istana setuju dengan imbauan beberapa kepala daerah agar malam pergantian tahun baru 2026 dirayakan tanpa pesta kembang api.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 29 Desember 2025, 16:49 WIB
Sebelumnya, malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-498 kota Jakarta dimeriahkan dengan penampilan sejumlah musisi tanah air. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi setuju dengan imbauan beberapa kepala daerah agar malam pergantian tahun baru 2026 dirayakan tanpa pesta kembang api.

Dia mengatakan semua masyarakat harus menunjukkan rasa empati dan solidaritas kepada warga terdampak bencana di Sumatra.

"Ya saya kira itu sangat tepat. Sangat tepat karena kita juga harus menunjukkan rasa empati, solidaritas, dan rasa senasib sepenanggungan," kata Prasetyo di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Senin (29/12/2025).

Dia menuturkan sebagai satu bangsa, sudah seharusnya masyarakat memiliki empati melihat korban yang sedang kesulitan karena terdampak bencana. Untuk itu, Prasetyo mendukung imbauan yang dikeluarkan berbagai kepala daerah.

"Sebagai satu bangsa kan tentunya ada yang sedang mengalami bencana yang kita juga harus ikut merasakan bahwa ini bertempati dengan masalah kebetulan ada pergantian tahun," ujarnya.

"Ya kalau kami berpendapat ya apa yang disampaikan oleh kepala-kepala daerah itu sudah benar," sambung Prasetyo.

Tak Ada Kemeriahan Tahun Baru di Jakarta

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan perayaan Tahun Baru di Jakarta tidak akan dilakukan secara berlebihan penuh kemeriahan. Hal tersebut menyusul bencana yang terjadi di tiga provinsi Indonesia, yakni Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

Pramono menyebut, Jakarta sebagai ibu kota negara akan menjadi sorotan nasional maupun internasional dalam perayaan Malam Tahun Baru, sehingga konsep acara harus mencerminkan kesederhanaan dan empati.

"Yang pertama yang paling utama adalah enggak ada kemeriahan yang berlebihan yang bersifat mewah-mewah, enggak, saya enggak mau," kata Pramono di Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Salah satu keputusan yang diambil oleh Pramono adalah dengan meniadakan pertunjukkan kembang api. Sebagai gantinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menggantinya dengan pertunjukan drone.

"Saya segera memutuskan kembang api menurut saya juga enggak perlu ada. Jadi pakai drone aja cukup," ucap Pramono.

Pemprov DKI Siapkan Tempat Khusus

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan menyiapkan tempat khusus yang akan diperuntukkan untuk merenung, berdoa, dan kontemplasi bagi masyarakat yang ingin memperingati pergantian tahun dengan cara yang lebih reflektif.

"Pasti nanti akan ada tempat secara khusus untuk kita merenung berdoa, kontemplasi, terutama berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara," ungkapnya.

Meski demikian, Pramono menegaskan dengan keputusan ini bukan berarti bahwa Pemprov DKI Jakarta melarang masyarakat mengekspresikan rasa syukur dengan cara lain yang lebih sederhana.

"Tetapi saya juga tidak ingin semua orang kemudian harus apa, enggak boleh bersyukur dengan cara yang lain," katanya.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya