Liputan6.com, Jakarta - Pengelola Pasar Tanah Abang Blok A mengumumkan penyesuaian operasional pada momen pergantian tahun. Ada penyesuaian jam operasional pada penghujung tahun, serta libur operasi di area tersebut. Pengelola Pasar Tanah Abang Blok A, Hery Supriatna membenarkan adanya penyesuaian operasional tersebut.
Adapun, Pasar Tanah Abang Blok A akan tutup lebih awal pada 31 Desember 2025. "Ya benar (ada penyesuaian)," kata Hery saat dikonfirmasi Liputan6.com, Senin (29/12/2025).
Advertisement
Secara rinci, Pusat Grosir Blok A Tanah Abang akan tutup lebih awal. Yakni, operasional berjalan hingga pukul 14.00 WIB di 31 Desember 2025.
Kemudian, pada 1 Januari 2025, seluruh kegiatan di Blok A Pasar Tanah Abang akan tutup. Pusat grosir ini akan kembali buka secara normal pada 2 Januari 2026.
Pusat perbelanjaan diketahui menjadi sasaran masyarakat selama masa libur ini. Masyarakat acapkali membeli pakaian baru hingga kebutuhan lainnya.
Masyarakat Belanja
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis target belanja masyarakat pada akhir 2025 bisa tembus hingga Rp 110 triliun. Angka tersebut bisa dicapai lewat berbagai program belanja yang digiatkan oleh pemerintah dan pelaku usaha.
Hal tersebut dilontarkan Menko Airlangga saat dirinya menyambangi Pondok Indah Mall (PIM) 1, Jakarta Selatan pada Jumat, 26 Desember 2025.
Turut hadir pada kesempatan itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Widiyanti Putri Wardhana, Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah, hingga Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja.
Airlangga memproyeksikan, program Belanja di Indonesia Saja (BINA) yang diselenggarakan oleh Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) hingga 4 Januari 2026 bisa meraup perputaran uang hingga Rp 30 triliun.
"Kemudian sebelumnya kita ada program Harbolnas, itu juga sekitar Rp 35 triliun, dan ada Every Purchase is Cheap. Jadi sampai akhir tahun kita targetkan antara Rp 110 triliun dibelanjakan," ujar Menko Airlangga.
Banyak Diskon
Optimisme itu keluar lantaran banyaknya panen diskon di berbagai gerai di pusat perbelanjaan. Menurut pantauannya di PIM 1, berbagai toko memasang diskon 50 persen, plus tambahan 25 persen hingga cashback 10 persen.
"Jadi itulah yang didorong agar terjadi pertumbuhan ekonomi, maupun belanja masyarakat bisa meningkat. Mudah-mudahan acara ini bisa berjalan dengan lancar, dan mudah-mudahan ini juga akan mendorong kegiatan ekonomi," tuturnya.
Airlangga juga mendorong para pekerja untuk bekerja di mall, alias work from mall (WFM). "Satu lagi, ini mall bukan hanya tempat berbelanja, tetapi bisa dimanfaatkan juga untuk kegiatan ekonomi atau bekerja," ungkapnya.
Peduli Gig Economy
Pemerintah pusat juga tengah mendorong program gig economy dengan berkolaborasi bersama pemerintah provinsi (pemprov). Beberapa instansi seperti Pemprov DKI Jakarta disebut telah menyiapkan anggaran pada 2026 untuk program tersebut.
"Kita akan kerja di 15 provinsi, dan juga akan didukung oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang IT. Sehingga kalau yang bergerak di gig economy, butuhnya charger laptop, wifi, dan kopi. Nah, itu semuanya ada di mall," pungkas Airlangga.