KSAD Ungkap Ada Sabotase Jembatan Bailey di Daerah Bencana: Baut-Baut Dibongkar, Biadab Luar Biasa

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengungkapkan, ada upaya untuk melakukan sabotase jembatan bailey yang dibangun personel TNI di daerah terdampak bencana Sumatera.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 29 Desember 2025, 13:15 WIB
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di rumah duka Marsma Fajar Adrianto (Liputan6.com/Lizsa Egeham).

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengungkapkan, ada upaya untuk melakukan sabotase jembatan bailey yang dibangun personel TNI di daerah terdampak bencana Sumatera. Maruli mengatakan, orang tak dikenal sengaja melepas baut-baut jembatan bailey.

"Dalam kondisi kompak pun, ini masih ada orang yang berusaha mensabotase jembatan bailey kita. Dua hari yang lalu, mungkin ada ditayangkan ininya, dibongkar baut-bautnya. Kami juga tidak menyangka ada orang sebiadab ini ya, terus terang saja," ujar Maruli dalam konferensi pers perkembangan penanganan bencana Sumatra di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Senin (29/12/2025).

Menurut dia, baut-baut tersebut dibongkar dan dipindahkan ke samping jembatan. Maruli menduga hal ini dilakukan untuk mencoreng pemerintah dalam penanganan bencana dengan mengorbankan masyarakat yang terkena musibah.

"Jadi dalam kondisi begini pun masih ada kelompok-kelompok orang yang mau, bisa dikatakan arahnya kepada pemerintah. Mengorbankan masyarakat, masyarakat yang sedang bencana pun mau dikorbankan," tutur dia.

"Jadi terus saya semalem tidak bisa tidur saya memikirkan ini, karena saya pikir orang sebiadab ini luar biasa," sambung Maruli.

Maruli pun geram dengan upaya sabotase yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab kepada masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor. Pasalnya, sabotase tersebut dapat menelan korban jiwa.

"Nanti ada lagi yang bilang, oh ini sengaja nih pengkondisian. Kalau pengkondisian membuat masyarakat mati, bukan pengkondisian namanya itu. Itu biadab namanya. Jadi ini bukti-bukti nyata sudah ada, kasian masyarakat korban. Jangan lagi sampai jiwanya korban lagi," terang Maruli.

 

Tegaskan TNI-Polri Kerja Keras Penanganan Bencana

KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak

Maruli menekankan personel TNI-Polri bekerja keras dalam penanganan bencana, salah satunya membangun jembatan bailey. Maruli menyebut ada 44 jembatan bailey yang akan dibangun berdasarkan survei lapangan, dimana 12 sudah rampung.

"Sampai dengan sekarang kami sudah mendapatkan daftar untuk bailey ada 44. 12 sudah selesai, sisanya ada 15 sedang di perjalanan, 6 sedang dipasang. Yang lain sedang kita kumpulkan lagi," pungkas Maruli.

Sebelumnya, Pemerintah telah merampungkan pembangunan 10 jembatan darurat (Bailey) di tiga provinsi Sumatra yang terdampak bencana banjir dan longsor.

Seluruh jembatan tersebut sudah bisa dilalui masyarakat dan menghubungkan kembali wilayah yang sebelumnya sempat terisolasi akibat banjir Sumatra.

Hingga Jumat, 26 Desember 2025, 10 jembatan itu terdiri dari empat jembatan di Aceh, dua jembatan di Sumatra Utara, dan empat jembatan di Sumatra Barat. Berikut rinciannya:

Aceh

- Jembatan Teupin Mane di Kabupaten Bireun dengan panjang 39 meter

- Jembatan Teupin Redeup di Kabupaten Bireun dengan panjang 30 m

- Jembatan Jeumpa di Kabupaten Bireun dengan panjang 18 m

- Jembatan Matang Bangka di Kabupaten Bireun dengan panjang 15 m

Sumatra Utara

- Jembatan Anggoli di Kabupaten Tapanuli Tengah dengan panjang 33 m

- Jembatan Aran Dalu, Paya Bakung di Kabupaten Deli Serdang dengan panjang 26 m

Sumatra Barat

- Jembatan Sikabau di Kabupaten Pasaman Barat dengan panjang 18 m

- Jembatan Padang Mantuang di Kabupaten Padang Pariaman dengan panjang 30 m

- Jembatan Bawah Kubang di Kabupaten Solok dengan panjang 21 m

- Jembatan Supayang di Kabupaten Solok dengan panjang 36 m

 

12 Jembatan Bailey Lainnya

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjamin institusinya bakal solid. Maruli cerita pengalamannya pernah menjadi pasukan tempur bersama rekan-rekannya yang kini menjadi petinggi di TNI AD. (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Jembatan Bailey ini menyambungkan kembali wilayah-wilayah terdampak bencana yang sempat terisolasi akibat rusaknya infrastruktur konektivitas.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum (PU), bencana tersebut sempat melumpuhkan 80 ruas jalan nasional dan 33 jembatan di tiga provinsi terdampak.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU), TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan sejumlah unsur lainnya bahu-membahu mengebut pemulihan seluruh infrastruktur tersebut.

Sementara itu, masih ada pembangunan 12 jembatan bailey lainnya di Aceh yang terus dikebut pemerintah untuk membuka akses darat di wilayah terdampak bencana.

Kedua belas titik tersebut adalah Jembatan Beutong Ateuh (Nagan Raya), Panton Nisam (Aceh Utara), Jeurata (Aceh Tengah), dan Wehni Rongka (Bener Meriah).

Lalu, Jembatan Timang Gajah (Bener Meriah), Box Culvert Lampahan (Bener Meriah), Jamur Ujung (Bener Meriah), Titi Merah (Aceh Tengah), Lenang (Aceh Tengah), Jambo Masjid (Lhokseumawe), Bener Kelipah (Bener Meriah), dan Bener Pepayi (Bener Meriah).

Berdasarkan data Kementerian PUPR, pemulihan sektor darat difokuskan pada perbaikan ruas jalan dan jembatan yang sempat terputus.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan percepatan pembukaan akses darat sangat krusial untuk memastikan kelancaran distribusi barang, alat berat, dan bantuan logistik.

Infografis Duka Bencana Beruntun di Sumut. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya