Sekolah dan Puluhan Rumah Terendam Banjir Sukabumi, Polisi Siapkan Tenda Darurat

Pascabanjir yang merendam fasilitas pendidikan MTs Al Kautsar dan puluhan rumah warga di Kecamatan Cireunghas, Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat (Jabar) kini memperkuat langkah mitigasi.

oleh Fira SyahrinDiterbitkan 29 Desember 2025, 12:30 WIB
Fasilitas pendidikan MTs Al Kautsar dan puluhan rumah warga di Kecamatan Cireunghas, Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat (Jabar) terendam banjir. (Liputan6.com/Fira Syahrin)

Liputan6.com, Jakarta - Pascabanjir yang merendam fasilitas pendidikan MTs Al Kautsar dan puluhan rumah warga di Kecamatan Cireunghas, Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat (Jabar) kini memperkuat langkah mitigasi.

Selain fokus pada pembersihan sisa lumpur di sekolah, pihak kepolisian juga mempercepat koordinasi untuk normalisasi aliran sungai guna mencegah bencana serupa terulang.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi menegaskan, keselamatan warga dan pemulihan fasilitas publik menjadi prioritas utama. Ia menyebut, halaman Mako Polsek Cireunghas telah disiagakan sebagai titik pengungsian jika cuaca ekstrem kembali melanda.

"Kami sudah menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi banjir kembali akibat curah hujan yang tinggi. Warga maupun pihak terdampak rencananya akan diungsikan sementara di halaman Mako Polsek, dan kami siap mendirikan tenda pengungsian," ujar AKBP Rita Suwadi, Senin (29/12/2025).

Bencana yang merendam Desa Cireunghas, Desa Bencoy dan Desa Cikurutug ini diketahui berawal dari pendangkalan aliran sungai. Sedikitnya 45 rumah dilaporkan terendam, termasuk satu gedung sekolah.

Mengingat dampak banjir yang mencapai area sekolah, AKBP Rita mendorong adanya langkah teknis dari instansi terkait.

"Guna mencegah banjir susulan, kami telah berkoordinasi dengan Dinas PU agar segera dilakukan pengerukan sungai. Hal ini sangat mendesak untuk memperlancar arus air sehingga pemukiman dan sekolah tidak lagi terendam luapan sungai," terang Rita.

Saat ini, puluhan personel kepolisian masih disiagakan di lapangan, termasuk untuk memastikan kondisi di MTs Al Kautsar benar-benar aman sebelum digunakan kembali oleh para siswa.

"Situasi saat ini mulai terkendali dan air berangsur surut. Namun, personel kami tetap bersiaga di lokasi untuk memastikan keamanan serta membantu percepatan pemulihan di lingkungan terdampak, termasuk sekolah yang terendam," tutupnya.

 

Longsor dan Jembatan Putus, Akses Warga Jalur Provinsi Nyalindung Sukabumi Lumpuh Total

Jalan provinsi di wilayah Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar). (Liputan6.com/Fira Syahrin)

Sebelumnya, akses utama jalan provinsi di wilayah Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) mengalami lumpuh total akibat longsor yang menerjang Kampung Liunggunung RT 02/04, Desa Kertaangsana, pada Minggu 28 Desember 2025.

Bencana ini dipicu oleh hujan intensitas tinggi yang mengguyur sejak pukul 13.00 WIB, menyebabkan tebing di sisi jalan runtuh.

Material tanah setebal 0,5 meter menimbun badan jalan sepanjang 50 meter, hingga memutus akses bagi seluruh jenis kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Camat Nyalindung, Antono, menjelaskan bahwa terputusnya jalur ini berdampak luas pada sektor ekonomi masyarakat setempat.

"Jalan ini merupakan jalur utama penghubung antar wilayah. Dengan tertutupnya akses akibat longsor, mobilitas masyarakat menjadi terganggu, termasuk distribusi logistik dan aktivitas ekonomi warga," ujar Antono saat dikonfirmasi.

Petugas gabungan dari Forkopincam, TNI-Polri, PU, hingga relawan dan warga langsung berupaya melakukan pembersihan manual. Namun, Antono menegaskan bahwa kondisi di lapangan memerlukan penanganan lebih lanjut.

"Material longsor cukup tebal dan luas. Diperlukan alat berat berupa eskavator agar pembersihan bisa tuntas dan akses jalan provinsi ini kembali normal secepatnya," terang Antono.

 

Longsor dan Jembatan Terputus

Fasilitas pendidikan MTs Al Kautsar dan puluhan rumah warga di Kecamatan Cireunghas, Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat (Jabar) terendam banjir. (Liputan6.com/Fira Syahrin)

Pihak kecamatan saat ini tengah berkoordinasi dengan BPBD dan Bina Marga Kabupaten Sukabumi sembari menunggu kiriman alat berat.

"Saat ini kami masih menunggu alat berat datang dari Parakansalak untuk mengangkat material longsor," tambah Antono.

Selain longsor di Kertaangsana, akses transportasi di Desa Sukamaju juga lumpuh total setelah Jembatan Cidage terputus diterjang luapan air sungai.

Jembatan ini merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Sukamaju dengan Desa Wangunreja.

"Itu jembatan Cidage penghubung kedua desa. Letaknya di Kampung Cirentet, Desa Sukamaju," ucap Bambang (41), salah seorang warga setempat.

Masyarakat yang bermukim di lereng perbukitan dan bantaran sungai kini diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi hujan susulan yang masih tinggi di wilayah Sukabumi.

Infografis Jakarta hingga Papua Terancam Banjir Rob dan Gelombang Tinggi. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya