Xabi Alonso Tertekan di Madrid, Toni Kroos Buka Suara: Menang pun Ada yang Tidak Senang

Toni Kroos membela Xabi Alonso yang berada dalam tekanan besar di Real Madrid di tengah performa naik-turun dan sorotan tajam publik Bernabeu.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 31 Desember 2025, 16:41 WIB
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, tampak kecewa setelah anak asuhnya bermain imbang 1-1 ketika menghadapi tuan rumah Girona pada laga lanjutan La Liga 2025/2026 di Montilivi, Senin (1/12/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Joan Monfort)

Liputan6.com, Jakarta - Tekanan besar terus mengiringi langkah Xabi Alonso bersama Real Madrid pada paruh pertama musim ini. Meski menutup tahun 2025 dengan tiga kemenangan beruntun, posisinya belum sepenuhnya aman.

Performa Los Blancos sepanjang musim dinilai belum konsisten dan berdampak pada persaingan gelar. Madrid kini tertinggal empat poin dari Barcelona dalam klasemen La Liga.

Kemenangan atas Alaves, Talavera, dan Sevilla memang memberi napas segar. Namun, hasil itu belum cukup meredam keraguan yang telanjur menguat di sekitar Santiago Bernabeu.

Sorotan publik dan media pun semakin tajam mengarah ke Alonso. Situasi tersebut membuat masa depannya sebagai pelatih kepala Madrid terus dipertanyakan.


Melatih Real Madrid Bukan Tugas Biasa

Pelatih kepala Real Madrid, Xabi Alonso, memberikan instruksi kepada para pemain di area teknis saat pertandingan Copa del Rey antara Talavera dan Real Madrid di Talavera de la Reina, Spanyol, Kamis, 18 Desember 2025. (AP Photo/M. Berengui)

Situasi yang dialami Xabi Alonso memantik reaksi dari banyak pihak. Sejumlah mantan pemain Real Madrid ikut memberikan pandangan mereka mengenai tekanan di klub ibu kota Spanyol itu.

Salah satu suara yang paling disorot datang dari Toni Kroos. Mantan gelandang Madrid tersebut memahami betul dinamika ruang ganti dan ekspektasi ekstrem di Bernabeu.

Kroos menegaskan bahwa konteks Real Madrid berbeda dengan klub lain. “Hal tersulit sebagai pelatih adalah melatih di Madrid. Tekanannya berbeda. Di sini Anda bisa memenangkan pertandingan dan tidak ada yang senang,” serunya seperti dilansir Marca.

“Hanya sedikit klub seperti itu. Selain itu, jika Anda seri atau kalah, seperti yang terjadi belakangan ini, reaksinya berbeda karena klub tidak terbiasa dengan hal itu dan kritik pun meningkat," terang Kroos.


Kroos Pasang Badan untuk Xabi Alonso

Pemain Real Madrid, Toni Kroos, saat melawan Granada FC pada laga Liga Spanyol di Stadion Santiago Bernabeu (6/2/2022). Real Madrid memboyong Toni Kroos dari Bayern Munchen dengan banderol sebesar 28,4 juta euro. (AFP/Oscar Del Pozo)

Lebih jauh, Kroos menilai tekanan tersebut tidak bisa dilepaskan dari identitas Real Madrid. Klub ini selalu menuntut hasil instan, tanpa banyak ruang untuk proses jangka panjang.

Menurut Kroos, Alonso datang dengan kualitas yang mumpuni sebagai pelatih. Ia juga memahami betul apa arti menangani klub sebesar Real Madrid.

Kroos pun menegaskan keyakinannya pada Alonso di tengah badai kritik. “Anda selalu membutuhkan hasil, tetapi saya yakin Xabi adalah pelatih yang sangat baik dan ia memiliki kualitas untuk melatih di Madrid, Anda harus memberi waktu," serunya.

"Tetapi kita semua tahu apa arti Real Madrid. Xabi lebih dari siapa pun, dan ia tahu sebelum menandatangani kontrak di sini apa yang bisa terjadi," tandas Kroos.

(Marca)


Klasemen Liga Spanyol

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya