Liputan6.com, Jakarta - Mantan gelandang Manchester United, Christian Eriksen, mengungkapkan reaksi ruang ganti terhadap klaim Ruben Amorim yang menyebut tim musim lalu adalah yang terburuk dalam sejarah. Ucapan mantan pelatih Sporting CP itu mengundang reaksi keras.
Amorim mengatakan hal tersebut pada bulan Januari setelah kekalahan 1-3 dari Brighton & Hove Albion. Itu adalah kekalahan keempat mereka dalam lima pertandingan kandang sebelumnya dan menandai rentetan hanya 11 poin sejak Amorim menggantikan Erik ten Hag.
Advertisement
Namun, MU telah berbalik arah musim ini dan berpeluang lolos ke Eropa karena mereka berada tiga poin di bawah empat besar setelah kemenangan 1-0 atas Newcastle United pada Boxing Day.
Ini merupakan peningkatan yang signifikan dibandingkan penampilan musim lalu, di mana mereka finis di posisi ke-15 klasemen Liga Premier dan kalah di final Liga Europa dari Tottenham Hotspur.
Pemain internasional Denmark itu percaya bahwa kritik publik terhadap skuad tidak membantu mengurangi tekanan pada para pemain, dalam musim yang sudah lesu. "Itu tidak membantu. Ya, itu sama sekali tidak membantu. Maksud saya, itu bukan… Saya rasa itu sama sekali tidak membantu para pemain," katanya pada The Times.
Pemain MU Banyak Mendapat Kritikan
"Beberapa hal bisa dikatakan di dalam dan tidak terlalu bijak untuk dikatakan di luar, untuk menambah tekanan dan memberi label tambahan pada para pemain yang sudah berusaha melakukan yang terbaik," ujarnya.
"Saya rasa itu sama sekali tidak membantu, tidak. Lalu apakah dia benar atau salah, terserah, tetapi saya pikir bagi kami itu seperti, 'Oh, ini lagi. Berita utama lainnya.'"
Pelatih kepala United itu, telah menghadapi kritik atas penampilan timnya musim ini. Tapi, untuk musim lalu, kritik tersebut ditujukan kepada para pemain setelah gagal membalikkan keadaan dengan pergantian manajer.
Tim Terburuk dalam Sejarah MU
Amorim kemudian memicu pemberitaan dengan komentarnya ketika ia menggambarkan sebagai tim mungkin terburuk dalam sejarah klub selama 147 tahun.
"Dalam 10 pertandingan terakhir di Liga Premier, kami hanya menang dua kali. Bayangkan apa artinya ini bagi seorang penggemar Manchester United. Bayangkan apa artinya ini bagi saya," katanya.